Surat Untuk Calon Ibu Mertuaku
Assalamualaikum Ibu. Selamat malam.
Sebelumnya aku minta maaf karena meminta waktu Ibu sejenak untuk mendengarkan aku. aku minta maaf jika perkataan yang akan Ibu dengar terasa begitu kaku , janggal bahkan mungkin menyinggung hati Ibu.
aku minta maaf jika apa yang aku yakini benar , masih terasa salah bagi Ibu. Ijinkan aku mencoba menjadi anak gadis terbaik untuk anak kesayangan ibu. Biarkan aku menarik nafas sejenak , seraya mengumpulkan keberanian.
Ibu , sudah sejak lama mengenal anak ibu. Berusaha memahami perbedaan di antara kami dan menjembatani apa yang tidak bisa di persamakan. Selama itu pulalah , aku mencoba untuk mengenal Ibu. Berusaha mencari celah yang bisa aku temukan untuk mendapatkan hati ibu. Tapi aku belum berhasil.
Ibu masih meninggikan dinding tak kasat mata antara kita. aku tau ini tidak akan mudah. Anak kesayangan ibu telah memilih aku dan mungkin ibu belum paham alasannya.
aku bukan musuh Ibu. aku tidak hadir untuk menggantikan posisi ibu di hati anak kesayangan ibu. aku tidak akan pernah mampu, Bu. aku tidak masuk ke dalam hidupnya untuk merebutnya dari kehidupan ibu. aku hadir untuk belajar pada Ibu.
Setidaknya aku ingin mengerti bagaimana Ibu bisa mendidik dia hingga jadi laki-laki kesayangan semua orang. Suatu saat aku ingin ada di posisi Ibu , memiliki anak laki-laki kesayangan yang begitu dicintai semua orang.
Ibu, lancang rasanya jika aku secara terus terang berkata bahwa anak ibu adalah laki-laki pilihan ku tapi itu benar adanya. Berjuta kali kami memutuskan berpisah , tapi aku menjamin bahwa anak kesayangan ibu adalah rumah bagi aku.
aku bisa menjamin , bahwa sesusah apapun masalah yang akan kami hadapi nanti , aku tidak akan pergi. Dia tidak akan menghadapi kerasnya dunia sendirian. aku akan hadir disana , membagi beban dan kesan agar dia sadar bahwa dia tidak sendirian.
Ibu, ijinkan kami jatuh cinta dengan cara kami sendiri. Mungkin agak sedikit berbeda karena hingga saat ini aku tidak pernah diperkenalkan sebagai pacar. Tapi inilah kami bu. Kami saling jatuh cinta tanpa suara. Tanpa perlu dilabeli status yang nanti bisa merumitkan hubungan kami di kemudian hari.
Ibu hanya perlu menerima. Karena kami berkomitmen penuh pada hubungan ini. Tidak perlu takut bu. Kami sudah dewasa. Kami tau mana yang baik dan buruk.
Sebelum surat ini aku tutup , ijinkan aku memohon doa restu dari ibu. Ijinkan aku memohon doa agar selalu diberi kesabaran dan senyum yang tidak pernah hilang seperti yang ibu tunjukkan pada aku. Ijinkan aku belajar dari ibu , untuk anak laki-laki kesayangan ibu.
Terima kasih atas kesempatan dari ibu untuk mengenal ku. Terima kasih karena sudah membukakan pintu restu dari ibu untuk kami berdua.
Dari anak gadis yang sebentar lagi akan disandingkan dengan anak laki-laki kesayangan ibu.