Orang hebat berusaha menerjemahkan pesannya dengan bahasa yg ringan agar mudah difahami. Tapi banyak orang yang justru menyampaikan pesan ringan dengan bahasa yang berat agar terlihat hebat.
Keni

roma★

izzy's playlists!
Monterey Bay Aquarium
Jules of Nature

JVL

祝日 / Permanent Vacation

Kaledo Art
d e v o n
trying on a metaphor

Product Placement
No title available
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
cherry valley forever

titsay

shark vs the universe
taylor price

ellievsbear
Peter Solarz

★

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Venezuela

seen from United States
seen from Colombia
seen from Colombia

seen from Brazil
seen from Colombia
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
@iman-corp
Orang hebat berusaha menerjemahkan pesannya dengan bahasa yg ringan agar mudah difahami. Tapi banyak orang yang justru menyampaikan pesan ringan dengan bahasa yang berat agar terlihat hebat.
Rintik Hujan
Kala itu, hujan adalah hal yang menyenangkan. Kehadirannya ditunggu-tunggu dan kedatangannya disambut dengan hati yang riang.
Kala itu pula kita menjadi manusia yang luar biasa, idealisme dan optimisme kita sangat tinggi bahkan untuk hal yang rasanya #sulit untuk diwujudkan.
Kala itu kita tak terlalu berfikir tentang resiko, bermain dengan hujan tanpa takut sakit dan bermain hal-hal lainnya yang menyenangkan.
Kala itu dengan polos kita bermimpi ingin menjadi A, B, C dan D yang saat ini mungkin tinggal kenangan (cita2 masa kecil) sahaja.
Sungguh diri ini rindu dengan gemercik hujan dan diriku pada waktu itu.
Apa bisa menjadi jawaban atas do'amu dan menjadi nyata atas "semoga"-mu? #semogasaja
Dari dulu sampai sekarang dia selalu sama sama baiknya sama cerdasnya sama kerennya sama anggunnya sama indahnya dan sama orang lain jadinya ^,^
Apakabar Pangan Indonesia?
“Pangan merupakan soal mati-hidupnya suatu bangsa; apabila kebutuhan pangan rakyat tidak dipenuhi maka “malapetaka”; oleh karena itu perlu usaha secara besar-besaran, radikal, dan revolusioner (Ir. Soekarno)”.
Teks tersebut merupakan potongan Pidato Presiden RI pertama Ir. Soekarno yang kembali mengingatkan kita akan arti penting ketahanan pangan. Isu pangan akan menjadi isu strategis yang terus mewarnai dinamika perkembangan ekonomi dan politik setiap bangsa, hal ini tidaklah berlebihan, mengingat pangan menjadi salah satu kebutuhan dasar manusia guna mempertahankan hidup. Pemenuhan kebutuhan pangan bagi warga negara identik dengan hak asasi, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, yang menyatakan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar manusia paling utama, dan pemenuhannya merupakan hak asasi setiap rakyat Indonesia.Sebagaimana kita ketahui, UU Pangan bukan hanya berbicara tentang ketahanan pangan, namun juga memperjelas dan memperkuat tentang pentingnya pencapaian ketahanan pangan dengan mewujudkan kedaulatan pangan (food soveregnity), kemandirian pangan (food resilience) serta keamanan pangan (food safety). Capaian ketahanan pangan secara sederhana dapat dicermati dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau sehingga masyarakat dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan.Bagi Indonesia upaya memantapkan ketahanan pangan tampaknya menjadi tantangan tersendiri.
Dengan tingginya laju pertumbuhan penduduk yang terus bertambah, sekitar 1,1 persen per tahun atau 2,5 juta orang, di sisi lain perubahan iklim mengancam kemampuan produksi pangan Indonesia, yang mengakibatkan ketergantungan pada impor terus menerus menggerus devisa Indonesia. Dalam 10 tahun terakhir, ketergantungan terhadap pangan impor sudah mencapai taraf mengkawatirkan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menggambarkan trend peningkatan, impor pangan pada 2003 tercatat 3,34 miliar dollar AS, namun pada 2013 impor pangan telah mencapai 14,90 miliar dollar AS, atau tumbuh empat kali lipat. Melonjaknya nilai impor tersebut karena produksi pangan di dalam negeri tidak mampu memenuhi kebutuhan dan pertumbuhan jumlah penduduk. Kontribusi pertanian terhadap produk domestik bruto (PDB) pun terus turun dari waktu ke waktu, yaitu 15,19 persen pada 2003 dan menjadi 14,43 persen pada 2013. Di tahun 2014,MajalahThe Economist menempatkan posisi Indonesia menduduki peringkat ketahanan pangan jauh di belakang Singapura dan negara-negara regional Asia Tenggara lainnya, yang diukur berdasarkan tiga indikator yakni daya beli konsumen, ketersediaan makanan, kualitas dan keamanan makanan.
Disisi lain Indonesia memiliki budaya yang unik yaitu “Merasa belum makan kalau belum makan nasi”, sebagian besar penduduk Indonesia masih bergantung pada beras sebagai makanan pokoknya. Rata-rata konsumsi beras di Indonesia mencapai 130 kilogram per kapita per tahun atau lebih dari dua kali lipat konsumsi rata-rata dunia, dimana rata-rata konsumsi beras dunia hanya 60 kilogram per kapita per tahun (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2013). Oleh karenanya untuk memenuhi kebutuhan beras dalam negeri, Indonesia masih melakukan impor dari beberapa negara. Berdasarkan data BPS tahun 2014, triwulan I dan II Indonesia mengimpor beras sebanyak 60.795,853 ton dan 115.480,643 ton.
Masih sangat kompleks permasalahan pangan di Indonesia, apakah pangan Indonesia sudah bisa dikatakan baik?
*To be continued….
Surat Cinta dari Pak Tani
Perkenalkan, nama saya pak Tani Umur 60an, ada juga yang 40an Ya, kebanyakan dari kami memang sudah tua dan renta Seringkali kami merasa lelah, letih Tapi kami tak pernah memutuskan untuk menyerah Tak pernah terbesit dalam hati kami untuk mencari pekerjaan lainnya Hanya usia yang membuat kami berhenti dari pekerjaan yang mulia ini . Dipikir-pikir bertani tidak samasekali menjanjikan kesuksesan Kadang untung dan sering pas-pasan bahkan rugi Itulah resiko pak Tani Tak apa, yang penting anak, cucu dan masyarakat bisa makan Karena kalau tak ada yang bertani orang kota akan kelaparan . Suatu hari kamipun bertanya dalam hati “Kapan pak Tani akan sejahtera?” “Kapan pak Tani akan kaya?” “Kapan pak tani akan bahagia?” . Tapi kami tersadar, bahwa ternyata kami telah bahagia Walau kami tidak kaya, bahkan mungkin tidak sejahtera Tapi kami telah berusaha menghidupi orang kaya dan orang tak punya Itulah pak Tani, pahlawan tanpa tanda jasa masa kini
(Curhatan Seorang pak Tani, di daerah Wonogiri).~
Mencintai tak berarti harus memiliki. Mencintai berarti pengorbanan untuk kebahagiaan orang yang kita cintai. Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan. Itulah keberanian. Atau mempersilakan. Yang ini pengorbanan.
Salim A. Fillah
Pemimpin Akar Rumput
Tujuh puluh dua tahun Indonesia merdeka yang berarti menandakan bahwasannya negeri ini sudah berumur dan tidak lagi muda. Pembangunan terjadi dimana-mana, dari segi insfratuktur tentu Indonesia memiliki kemajuan yang cukup pesat. Desa-desa sudah menjadi kota, bahkan pasar-pasar tradisional sudah menjadi pasar modern yang menandakan kenyamanan dan kemewahan. Jalan-jalan layang dibuat dan dibangun sedemikian rupa agar mampu menampung mobil-mobil yang berserakan dimana-mana dan menimbulkan kemacetan luar biasa. Inilah Indonesia, pembangunan insfratuktur terjadi dimana-mana, bahkan 19 % dari APBN atau sekitar 380 triliun dainggarkan untuk pembangunan insfrastruktur angka ini terbesar kedua setelah anggaran pendidikan yang hanya selisih 1% saja.
Ironinya negeri ini lupa membangun “manusia”-nya. Beragai macam permasalahan muncul di negeri ini karena faktor human eror. Salah satunya adalah korupsi, Badan anti-korupsi dunia yang berkantor di Berlin – Transparency Internasional – hari Rabu mengeluarkan laporan tahunan atas hasil upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan 176 negara setahun terakhir ini. Indeks Persepsi Korupsi ini menempatkan Indonesia di peringkat ke 90 dengan skor 37. Sedangkan di Asean Indonesia menjadi salah satu negara dengan Indeks Korupsi tertinggi, berada diurutan ke-4 dibawah Singapore, Brunei dan Malaysia.
Belum selesai disitu, permasalahan ekonomi di Indonesia juga terus bertambah. Kalau kata bang Haji Rhoma Irama “yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin”, ini benar-benar terjadi di Indonesia. Ketimpangan kekayaan antara orang kaya dan miskin di Indonesia termasuk paling buruk di dunia. Berdasarkan survei lembaga keuangan Swiss, Credit Suisse, 1 persen orang terkaya di Indonesia menguasai 49,3 persen kekayaan nasional. Kondisi ini hanya lebih baik dibanding Rusia, India, dan Thailand. Bahkan 1% orang terkaya di Indonesia menguasai 49% kekayaan Nasional. Tentu ini merupakan prestasi yang buruk, dimana sektor ekonomi hanya diperuntukan orang-orang golongan kaya, sedangkan si miskin dibawah tertatih-tatih untuk membangun ekonominya.
Itulah beberapa masalah dari banyaknya permaslahan yang ada di Indonesia, tentu cukup memilukan hati karena umur bangsa ini tidak lagi muda. Lalu apakah penyebab dari semua masalah tersebut? Apakah Indonesia krisis pemimpin? Jawabannya tentu tidak, pemimpin di Indonesia tentu sangatlah banyak. Bahkan masih banyak orang yang ingin menjadi pemimpin dan mereka berlomba-lomba untuk menjadi piminan di sektor-setor yang ada. Terlepas dari permaslahan yang ada di tataran pemerintah, saya yakin setiap pemimpin negeri ini mempunyai konsep yang baik bagi bangsa Indonesia.
Akan tetapi tidak semua konsep yang dibawa oleh pemerintah bisa diterjemahkan oleh masyarakat Indonesia. Karena kondisi masyarakat Indonesia sekarang masih acuh dengan gagasan yang diperjuangkan oleh pemerintahhnya. Tidak jarang program-program yang ditujukan untuk masyarakat kandas ditengah jalan karena tidak ada sinergisitas antara program yang diberikan pemerintah dengan pemahaman dari masyarakat. Salah satu contoh adalah program dana desa, hampir tiap desa mendapatkan anggaran 1M/tahun dengan tujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Akan tetapi sampai saat ini belum terlihat dampak yang signifkan dari program tersebut. Dana tersebut kebanyakan dimanfaatkan untuk pemangunan insfrastruktur yang itu-itu saja, bahkan tidak jarang dana desa ini memakan korban untuk menjadi tersangka “korupsi”.
Inilah permasalahan yang harus dipecahkan. Bangsa Indonesia tidak hanya butuh pemimpin di tatanan atas (pemerintahan) akan tetapi bangsa ini juga membutuhkan pemimpin di tatanan bawah (masyarakat). Pemimpin di tatanan masyarakat atau kita sering sebut grass root ini sangat penting, karena kita lihat bersama bahwasannya kondisi masyarakat Indonesia masih terlalu pasif dan kurang inisiatif bahkan beberapa masyarakat di daerah-daerah tertentu cukup kolot dan susah untuk diajak berkembang. Inilah peran dan fungsi dari pemimpin akar rumput, pemimpin yang siap untuk menginisiasi setiap langkah perubahan di tatanan masyarakat. Pemimpin yang akan menjadi pelopor majunya pola pikir masyarakat Indonesia.
Kita juga tidak melupakan peran penting masyarakat dalam system pemerintahan demokrasi yang dijelaskan bahwasannya kekuasaan tertinggi ada ditangan masyaakatnya. Rakyat memegang kendali penuh atas pemerintah, tidak seperti sekarang yang seolah rakyat tidak peduli dengan apapun yang dilakukan pemerintah dan seolah-olah pemerintah memegang kekuasaan tertinggi. Inilah yang harus kita aktifkan kembali yaitu fungsi social control dari masyarakat kepada pemerintah. Sehingga setiap kebijakan dan langkah pemerintah bisa terkontrol dengan baik. Ini semua tentu bisa terjadi apabila Pemimpin Akar Rumput ada dan mampu menginisiasi setiap gerakan perubahan ditatanan masyarakat Indonesia.
Wallahualam..
#SLT2017 #BAKTINUSA #kepemimpinanstrategis
Beberapa hal memang seperti BINTANG, sangat indah dilihat tapi tak bisa kita raih/dapat. Karena mungkin justru kalau dari dekat tidak akan Indah terlihat. Ps : Lihatlah dan nikmati saja keindahannya dari jauh, tak usah serakah semua-semua ingin dimiliki.
Eta Terangkanlah.
Tak Masalah ~
Berjuang itu melelahkan Berjuang itu memilukan Berjuang itu menyedihkan Berjuang itu memuakan Karena berjuang itu berkorban Berkorban waktu, tenaga dan fikiran Berkorban harga diri Berkorban nilai Berkorban harta Bahkan berkorban nyawa. Itulah jalan pejuang Selalu dan selalu "Jalannya panjang, sedikit orangnya, rintanganya banyak" Tapi itu pilihan kita Pilihan yang harus selalu kita perjuangkan Istiqomah..istiqomah..istiqomah! Tak masalah, jika kau anggap ini guyonan Tak masalah, jika kau anggap kami hanya cari muka Tak masalah, jika kau anggap ini sia-sia Dan tak masalah jika kau tertawakan kami Karena tidak setitikpun niat dihati ini untuk mencari nilai didepan manusia Tidak setitikpun dihati ini untuk mencari pujian kalian wahai manusia Dan kami tak peduli dengan cacian kalian Karena bagi kami, yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah. Sekali lagi, kami tak peduli dan tak masalah dengan kalian. Karena kami hanya mencari ridho Allah. Karena kami yakin dengan janji Allah "Intansurullaha yansurkum wayusabbit aqdamakum"
Momen Untuk Membenahi Diri
"Sesungguhnya sesama muslim itu saudara.. Bahkan dia lebih dekat daripada saudara kandungmu sendiri.. Lalu ketika kita tahu saudara kita di palestina sana sedang kesulitan.. Kesulitan yang tak kunjung usai.. Mereka berjuang di jalan Allah bukan lagi hanya dengan tenaga fikiran waktu dan harta.. Tapi mereka berjuang dijalan Allah dengan jiwa, dengan nyawa. Maka apa yang sudah kita upayakan untuk membantu mereka? Apa yang sudah kita berikan untuk mereka? . Tentu kita bingung jika ditanya seperti itu.. Karena yang bisa kita berikan hanyalah doa dan mungkin sebagian harta.. . Tapi tunggu. Coba garis bawahi "hanya Do'a" Padahal do'a itu bukanlah hal kecil.. Doa itu adalah sesuatu yang besar, karena kita meminta kepada Al-Malik (Allahu Rabbi) Doa itu adalah senjata orang BERIMAN.. Karena bagi Allah tidak ada yang sulit, tidak ada yang tidak mungkin.. Untuk menghancurkan zionis cukuplah Allah berkata kun fayakun. . Lalu salahnya dimana?? . Sekali lagi Do'a adalah senjata orang beriman.. Dan pertanyaannya apakah kita sudah beriman? Jika dipalestina mereka berjuang untuk ibadah di masjid harus melawan tentara.. Di Indonesia kita (masih) berjuang melawan diri kita sendiri Kita berjuang melawan rasa malas Berjuang melawan gadget Berjuang melawan pekerjaan dan tugas duniawi Berjuang akan hal2 sepele Dan kita masih kalah. . Maka mungkin itulah penybab do'a-do'a kita tertolak Do'a kita keras tapi tak sampai kepada Allah Allahu rabbi, maafkan hamba2mu Kami sadar ini teguranmu untuk semua kaum muslimin Agar kita meningkatkan keimanan Dan agar kita meningkatkan rasa persaudaraan. Wallahualam.. #freepalestine #freeAlaqsha
Rasanya sulit untuk memiliki yang setiap orang ingin miliki. Tapi kesempatan masih dan selalu ada. Karena janur kuning takan pernah habis ~
Pada akhirnya semua akan menyesal, yang berbuat kebaikan maupun yang berbuat keburukan. Yang berbuat kebaikan akan menyesal karena ia tidak berbuat baik lebih banyak lagi dan yang berbuat keburukan akan menyesal dan meminta kesempatan kembali untuk berbuat kebaikan. Tapi berbahagialah untuk kalian yang berbuat kebaikan, karena sekecil apapun kebaikan insyaAllah akan berbalas.
FLC
Yap, kita memang akan selalu diuji di titik terlemah kita terus dan terus.. ada yang titik lemahnya masalah sholat tepat waktu, masalah keuangan, masalah perempuan dan lain-lain. Kalau kata abang saya tips untuk melewati ujian tersebut : 1)Kenali diri dan temukan ujian terbesar dalam diri anda. 2) Jangan ditolak sekuat tenaga, karena itu akan membuat taubat sambel, ketika iman kita lemah maka kita akan kalah ketika diuji lagi. 3) Sadar, ketika ujian tersebut datang kita harus bisa mengendalikan diri dan yakin bahwa itu hanya tipuan syaitan belaka. Kita harus biasa aja, jangan terlalu dibesarkan dan jangan juga dianggap remeh.
Abang
Berani jatuh cinta, berani patah hati
sudah saatnya hatimu dewasa.
Berani jatuh cinta? ya, harus berani patah hati, sakit hati. Kisah cinta atasmu dengan beberapa orang yang lalu sudah tentu membuat banyak pengalaman untuk hatimu, memberikan luka lebam hingga pecahan berkeping, memberikan senyum hingga tawa bahagia yang tak terduga, melewati fase manis hingga dendam tragis.
Beberapa hal itu tentu sudah membuat hatimu setebal baja. Jadi, ketika jatuh cinta untuk yang kesekian kalinya, jangan salahkan si dia yang ga bisa peka, ga pengertian, ga setia, apalagi sampe mengaku jadi korban php si dia yang ga ngelakuin apa-apa. Ya, yang namanya jatuh emang sakit, itu resiko.
(via pengaggumkamu)
Orang sebenarnya tahu tapi seakan-akan tidak tahu. Orang sebenarnya ingat tapi pura-pura lupa. Orang sebenarnya sadar tapi seakan-akan dia tidur.
Jalani dengan sepenuh hati. walau ternyata ada yang menunggu dalam do'a, ada yang berharap dalam tatap, ada yang menunggu untuk melihat kesuksesanmu. Dunia-Akhirat
IBU