Wajah polos si penulis
" Wajah kanak-kanak yang mencerminkan kepolosan, dan kumis palsu yang mencerminkan kedewasaan " :)

pixel skylines
No title available
Not today Justin
Sade Olutola

No title available

Andulka
Color Me Curious
Cosimo Galluzzi

bliss lane
I'd rather be in outer space 🛸

shark vs the universe
The Bowery Presents
noise dept.
$LAYYYTER
hello vonnie

Product Placement
EXPECTATIONS

tannertan36
No title available
NASA
seen from Bangladesh
seen from United States
seen from Russia
seen from Germany

seen from Brazil
seen from China

seen from France

seen from United States

seen from Venezuela
seen from Canada

seen from Germany
seen from Brazil
seen from Indonesia

seen from Bangladesh
seen from Israel

seen from Czechia
seen from Brazil
seen from Iraq
seen from Côte d’Ivoire

seen from United States
@indraelsanjaya
Wajah polos si penulis
" Wajah kanak-kanak yang mencerminkan kepolosan, dan kumis palsu yang mencerminkan kedewasaan " :)
Cinta berbalut Iba
Ketika seseorang yang berlawanan jenis menginginkan kita untuk menjadi temannya, meski hanya bermodalkan rasa ingin menghargai, tanpa ada ketertarikan hati terhadap mereka, kita mau menerimanya sebagai teman, lagipula tidak ada salahnya dengan pertemanan, tetapi bagaimana apabila seseorang tersebut selalu memberikan perhatian-perhatian lebih dan memperlakukan kita berbeda dengan teman2nya yang lain? Jika hal ini berlangsung dalam jangka waktu yang panjang dan dilakukan secara terus-menerus, setidaknya akan muncul rasa kasihan dari kita terhadap mereka sehingga dalam benak kita bertanya-tanya "apakah sebesar itu dia mengharapkan kita untuk dijadikan kekasihnya?"
Sebagai makhluk sosial, kita memang membutuhkan kasih sayang, rasa aman dan nyaman, serta perlindungan dari orang lain. Hal inilah yang kadang membuat kita mengesampingkan efek dari perbuatan kita terhadap orang lain demi ego kita sendiri.
Menjadikan seseorang sebagai kekasih hanya berdasarkan rasa kasihan, mungkin kita akan berfikir bahwa dengan begitu kita akan mampu membahagiakan mereka dengan menuruti apa yang mereka mau. Tidak, hal ini akan menjadi terbalik, justru kita akan lebih menyakiti mereka karena kadar perhatian, kekhawatiran, dan tanggungjawab kita berbeda terhadap orang yang kita cintai dengan orang yang kita kasihani. Seperti ketika berdiri menghadap cermin, dimana kita dihadapkan pada situasi yang sama tetapi dengan kondisi yang terbalik.
Mantan pemaaf
Dengan langkah gontai aku memberanikan diri mendekati pacarku yang sedang kecewa karena sesuatu yang tidak sengaja kulakukan, dengan pasang mimik muka memelas kemudian aku mulai menggenggam lembut tangannya sambil berkata "Sayang, maafin aku ya", alhasil akupun dimaafkan.
Setiap orang dibekali akal dan pikiran masing-masing, seribu satu cara pun akan dilakukan hanya sekedar untuk mendapatkan kata maaf dari seseorang yang telah mereka kecewakan. ya...memang mudah meminta maaf ketika kita melakukan kesalahan terhadap orang lain terlebih kepada pasangan, dengan sedikit trik, kita tidak sulit untuk bisa kembali mengambil hati dan mendapatkan kata maaf dari mereka, lambat laun hal inilah yang akan membuat kita menganggap sepele sebuah kesalahan dan kemudian dengan mudahnya meminta maaf kembali. tetapi apakah ini masih berlaku ketika kita sudah melakukan hal tersebut berulangkali?
" Ketika kata maaf tak bisa lagi menjadikannya pemaaf "
Kebaikan berulang kali mudah dilupakan, tapi kesalahan sekali diingat sampai mati. mungkin itu ungkapan yang cocok untuk kasus ini. Bagi orang yang terbiasa membuat kesalahan terhadap orang lain, mungkin meminta maaf adalah hal biasa, sehingga permintaan maaf dijadikan sebagai alat untuk membuat kesalahan-kesalahan selanjutnya dengan mitos "kesempatan kedua". Tanpa kita sadari, dengan kesalahan yang berulang kali kita lakukan, kita telah membuat mereka orang-orang yang sering kita kecewakan sadar lebih dulu dengan apa yang telah kita perbuat terhadapnya dan kemudian mereka segera memutuskan hubungan dan menghilang dari kehidupan kita. Dan ketika keadaan sudah berada pada titik ini, barulah kita sadar betapa kita sangat menyayangi mereka. Terlambat.
Ini adalah sepenggal cerita kehidupan yang aku alami ketika kata "kumaafkan" tak lagi keluar dari bibir orang yang aku sayangi, nasi sudah menjadi bubur, dan aku tidak bisa memutar waktu kembali seperti dulu, hanya penyesalan yang kini kurasakan. Menyebutnya MANTAN PEMAAF, begitulah caraku mengenangnya.
Durian VS Pisang
Dengan tekstur buah yang lembut, wangi, dan manis, semua orang pasti tahu dan suka dengan durian, tetapi dengan harga yang relatif mahal, tentunya tidak semua orang pernah merasakan buah tersebut.
Nama buah ini saya ambil sebagai judul karena mungkin karakter buah ini paling tepat untuk menggambarkan sosok seseorang yang "Flamboyan". Orang dengan karakter seperti ini biasanya diidentikkan dengan orang yang mempesona, lemah lembut, pandai merayu dan bersahaja. Tak heran jika banyak wanita ingin selalu dekat dengannya karena sifat wanita yang gila akan kenyamanan dan selalu ingin dimanja serta dilindungi. Layaknya buah durian, keberadaan seorang flamboyan biasanya bersifat Limited Edition dan tidak sembarang orang bisa mendapatkannya dengan mudah. Apakah memang benar karakter orang flamboyan seperti ini yang banyak diinginkan oleh wanita?
Dengan keberadaannya yang limited edition sebenarnya sangat susah untuk mendapatkan hati orang dengan karakter ini, seperti pada hukum ekonomi dimana jika permintaan bertambah maka harga akan naik. Belum lagi masih ada resiko-resiko yang harus dihadapi ketika bersamanya. Pada dasarnya seorang flamboyan jg mempunyai kekurangan seperti cenderung dingin dan tidak setia, bukankah itu bisa menjadi resiko besar yang harus ditanggung bagi yang menjadi pasangannya kelak?
Lain halnya dengan seseorang yang berkarakter "Sanguinis", dimana orang seperti ini diidentikkan dengan orang yang suka bicara, enerjik, supel dan humoris. Orang sanguinis cenderung mempunyai teman yang banyak. Layaknya buah pisang yang harganya lebih murah tetapi juga punya tekstur rasa buah yang manis, walaupun tak semanis durian, orang sanguinis lebih mudah dijumpai di setiap kalangan, dan yang paling penting untuk mendapatkan hati seorang sanguinis tentunya lebih mudah dan beresiko kecil. Tetapi orang dengan karakter sanguinis pun punya kekurangan yaitu sifat yang suka dipuji dan bicara blak-blakan, sehingga tanpa disadari, mereka telah mempermalukan lawan bicaranya.
Jadi, buat kamu para wanita, manakah tipe pria yang kalian inginkan, pria sanguinis ataukah pria flamboyan?
Kecemburuan bermitos perhatian
"kamu dimana aku telpon kok nggak diangkat", "Ntar abis nganter aku, lgsg plg ya", "kalo mau kemana-mana, sms aku dulu ya". Apakah ini yang disebut perhatian? ataukah ini hanya pengkamuflasean dari rasa cemburu?
Setiap orang tanpa memperdulikan gender, baik perempuan atau laki-laki mempunyai sisi manja yang kadang memang butuh suatu pengakuan dari pasangannya seperti halnya ingin diperhatikan dan dicemburui sebagai pemuas egonya.
Ya...mungkin itulah apa yang kita rasakan ketika kita dalam keadaan sendiri, tetapi apakah hal seperti itu masih berlaku ketika kita sudah mempunyai pasangan, dimana kita dituntut untuk selalu jujur dan terbuka dalam segala hal sehingga membuat kita seolah berada dalam ruangan yang bersisi tembok seluruhnya tanpa ada pintu dimana kita bisa keluar.
Kejujuran dan keterbukaan yang seharusnya merupakan keindahan seringkali dijadikan pembenaran untuk merasa cemburu. Sesungguhnya cemburu adalah tanda tak mampu dan hanya sebuah dusta terhadap diri sendiri sehingga merubah kejujuran itu sendiri menjadi tak memiliki keindahan lagi karena sudah tertutup oleh ego, nafsu dan keinginan menjadi yang paling.