MONTESSORI INSPIRED ACTIVITY
Sedang senang-senangnya mempelajari parenting style ala montessori. Sampai akhirnya beberapa waktu ini banyak mencoba hunting webinar-webinar berkaitan dengan montessori. Berikut salah satu resume zoom meeting tentang kegiatan montessori inspired, kolaborasi Kodomo Challenge dengan dr. Pinan, seorang penggiat montessori.
🌺 Filosofi montessori mengajarkan anak untuk dapat berkonsentrasi secara dalam (deep concentration). Usahakanlah membuat sesi permainan minimal 10-15 menit sehari yang dapat melatih anak untuk berkonsentrasi.
🌺 Prinsip Montessori Inspired Activities:
Satu material/ permainan hanya memiliki satu tujuan. Jadi anak bisa fokus. Hanya ke warna nya saja, atau bentuknya saja, dsb. Misal blok tower satu warna. Walaupun hanya ada satu tujuan utama, tapi tetap memiliki tujuan sekunder: misal motorik halus, pre math, dsb.
Jangan mencampurkan semua mainan dalam satu kontainer besar karena satu material dengan material lain akan saling mendistraksi. Anak jadi tidak fokus.
Anak bisa menyadari sendiri kalau ada kesalahan yg dilakukannya tanpa harus kita kasih tau. Disini kita melatih anak untuk problem solving. Misal dalam kegiatan menyendok: jika ada yg jatoh, ia menyadari kalau ada yg salah (jatuh) dan dapat mengoreksinya sendiri.
Anak benar2 memegang materialnya dan bisa memanipulasinya. Dia paham gimana cara memegang benda kecil, benda besar. Disini kita mpengajak anak untuk menganalisa sesuatu. Benda kecil cukup dengan dua jari sementara benda besar ternyata butuh dua tangan.
Gunakan benda2 yang ada di rumah. Misal mengupas jeruk.
Perbanyak mainan spt: main lego, mobil tanpa baterai, puzzle, bongkar pasang balok, rumah2an, masak2an.
Ikuti anak dengan cara memahami periode sensitif nya (keteraturan, bergerak, bahasa, penyempurnaan indera, sosialisasi, benda kecil). Observasi anak kita sedang ada di periode sensitif yang mana.
Biarkan anak eksplorasi. Jangan kebanyakan interupsi. Kalau banyak interupsi dengan terus menerus mencoba mengarahkan bagaimana seharusnya permainan itu dilakukan, bisa2 mengganggu konsentrasi dan mengurangi self esteem anak. Biarkan anak menemukan konsep permainannya sendiri.
Baik itu dari HP, laptop, TV dll. Karena screen merupakan distraksi yany besar. Tidak melatih fokus anak. Karena stimulus yg diberikan terlalu cepat sehingga hanya membiarkan anak mencerna informasi secara pasif.
Siapkan lingkungan yang mendukung. Biasakan anak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. Anak akan belajar mengestimasi sebuah keadaan, misal saat mengisi air ke gelas, ambil sikat gigi sendiri. Bantu anak untuk dapat memenuhi kebutuhannya sendiri. Ajarkan practical life skill. Ciptakan lingkungan yang aman bagi anak, hindarkan benda2 berbahaya dari jangkauan anak.
Bagaimana jika masih tinggal sama ortu? Lakukan sebisa mungkin, seideal yang kita bisa lakukan. Misal main sebatas di kamar aja. Main di teras aja atau di kamar mandi aja.
🌺 Dalam pemilihan kegiatan, harus tau segimana kemampuan anak kita. Jangan beri material yang terlalu mudah ataupun terlalu sulit.
🙋gimana kalau anak cepet bosen mainnya? Moodnya gampang naik turun?
💡Observasi dimana minatnya anak? Eval juga, sudah teratur blm jadwalnya? Apakah kebutuhannya akan keteraturan sudah terpenuhi? Keteraturan itu berkaitan dengan runutan aktivitas sehari hari. Sehingga jika teratur, mood anak akan bagus dan anak merasa aman. Pilih jam main saat anak tidak ngantuk, tidak lapar.
Usahakan juga mainanya tertata. Mudah dijangkau sendiri. Kalo dalem container, disekat2 khusus mainan apa, dsb.
Durasi main anak? Beda2, tergantung anaknya sendiri. Utamakan kualitas dibanding kuantitas. 15 menit aja tapi bener2 fokus dan anak puas bermain. Kualitas ini tidak bisa didapat tanpa kehadiran ortu. Ortu harus bisa hadir 100% agar bisa terbangun bonding dengan anak.
Win win solution: temenin dulu 5 menit full, lalu tawarkan anak untuk main sendiri (independent play).
🙋 anak umur 5 tahun, gasuka mewarnai, cm suka corat coret aja?
💡Ada dua konsep permainan:
Open-ended play: membiarkan anak eksplorasi warna, boleh keluar garis, campur2 warna.
Closed-ended play: memiliki satu tujuan tertentu, misal mewarnai gambar objek tertentu.
Biarkan eksplorasi dulu lalu pelan2 arahkan anak mewarnai gambar yang besar. Cuma bentuk persegi, lingkaran aja, gambar yang tidak kompleks. Jadi jangan dipaksakan untuk langsung mewarnai gambar yang kompleks, tapi diarahkan perlahan. Karena bisa jadi minat anak bukan di mewarnai misalnya.
🙋 anak 32 bln, speech delay. Bagaimana stimulasi montessori nya?
💡Komunikasikan dgn terapis agar kegiatan di rumah menunjang stimulasinya. Berikan real object (bukan gambar kartun). Ajak membaca buku kosa kata. Kaitkan dengan benda aslinya di keseharian. Perbanyak tabungan kosa kata dengan cara yang menyenangkan, dekatkan juga dengan objek aslinya.
🙋gimana kalo anak di interupsi, trus marah, tapi dia sebenernya masih kesulitan melakukannya? Harus kita perbaiki kah?
💡Cek apakah materialnya terlalu susah atau tidak. Kalau terlalu susah baginya dan anak jd frustasi karena tidak bisa mengerjakan, step back, kurangi tingkat kesulitannya. Tapi kalo anaknya sedang "rendah daya juangnya", cari perhatian, atau males gamau ngerjain padahal sebenarnya tingkat kesulitannya sudah sesuai, empatilah dulu. Peluk, elus punggung. Validasi perasaannya. Tawarkan coba lagi pelan2 atau tawarkan untuk dicontohin lagi sama ibu. Jangan langsung dibantuin atau disemangati 'pasti bisa' karena anak bisa tertekan.
🙋suka gambar, tp kurang suka thd baca tulis? Gimana cara meningkatkan minat baca tulisnya?
💡Membaca: pastikan anak paham dengan apa yg dibaca. Buat environmental print. Setiap benda dinamain. Sehingga anak bisa mengingat susunan huruf dari sebuah kata.
Menulis: persiapkan kekuatan otot tangan untuk menulis.
Tips: ajak anak menggambarkan objek yang ada di buku yg pernah dibaca. Lalu coba tuliskan nama objek yg digambarkan.
Observasi anak secra objektif. Ortu harus mindful dulu, mesti empati, sesuaikan ekspektasi. Ortu harus terus belajar agar bisa mendampingi anak dengan maksimal.