
@theartofmadeline
h
The Bowery Presents
taylor price
Game of Thrones Daily
KIROKAZE
trying on a metaphor
will byers stan first human second

shark vs the universe
noise dept.
Cosimo Galluzzi
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
No title available
Not today Justin

bliss lane
Noah Kahan
Lint Roller? I Barely Know Her
d e v o n
No title available
The Stonewall Inn

seen from Germany
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Singapore

seen from China
seen from United States

seen from Russia

seen from United States

seen from Singapore

seen from Singapore
seen from United States

seen from Türkiye

seen from Singapore
seen from T1

seen from Singapore

seen from Germany
seen from United States
seen from Colombia
seen from United Kingdom
@indyajah
Mengapa harus terjadi lagi?
Saat hati sering menghakimi
Perasaan yang tak terkendali
Cinta, namun tak layak dijalani
Kumohon pergi
Tak mungkin ada kamu di sini
Dihati yang telah terisi
Mungkin bagimu hanya liburan
Bagiku justru kamu hiburan
Terkadang malah jadi kebutuhan
Sayangnya,kamu sudah punya pilihan
Apa itu aku? Tentu bukan.
Belajar mencintaimu itu sungguh mudah. Tapi belajar menerima kenyataan bahwa kamu tak membalas cinta, itu yang susah.
Ketahuilah sayang,
Kata cinta terkadang hilang makna
Setidaknya itu yang aku bilang
Meski kini kamu tak percaya
Maka ingatlah sayang
Bila bibirku kelak sudah membisu
Hanya bersamamu pasti aku kan tenang
Meski kata cinta tak terucap dengan sungguh
Aku mencintaimu, bukan hal baru
Kamu menduakanku, bukan aku tak tahu
Tapi berhenti menginginimu, bukan pilihanku
Diam menunggu, telah kuputuskan untukku
Diawali dengan pertemuan, Lalu kita saling mendoakan, Hingga kini kau tak lagi dipelukan, Aku masih mendoakan.... (Dan masih sedikit mengharapkan)
-indyajah-
Tiga
Siapa yang berani kau persalahkan
Atas sebuah kata "perpisahan"?
Dia? Kau? Aku?
Siapa yang sungguh ingin kau tunjuk?
Siapa yang menaruh rindu?
3 hati namun 1 rindu?
Muka siapa yang berani kau tunjuk?
Dia? Kau? Aku? Atau tuhanmu?
Dan kini kita hancur bersama
3 hati hanya mampu berharap hampa
Sebab tak mungkin 3 hati 1 rindu
Hanya ada khianat dan luka hati yang menyatu
Lalu, siapa yang hendak kau tuduh?
Hati? Atau rindu?
Setiap hati punya kehendak sendiri. Atas cinta, pengharapan maupun rindu. Namun biasanya, logika akan menidurkannya kembali. Bagai mati suri.
Ketahuilah!
Bahwa tak ada ruang
Maupun waktu
Yang mampu menutup pintu rinduku
Atas detik-detik hangat dipelukmu
Dan hingga kapanpun
Peran hidup berganti atas ku
Menjadi istri ataupun ibu
Kamu akan tetap jadi peluk yang kurindu
Memahami adalah bagian dari mencintai Termasuk pula belajar memahami rasa bosan pasangan, amarah bahkan rasa ingin sendiri. Aku memahami rasa jenuhmu, maka aku tak hentikanmu saat kamu melangkah dan mencari obat jenuh, jauh dariku. Bahkan terlepas dariku. Aku mencintaimu. Aku memahamimu.
Kalau jatuh cinta sungguh ada Maka ini lebih dari cinta Ini adalah rasa butuh dan nestapa Rasa menghamba namun juga bahagia Semua tecampur diantaranya Kalau hidup matiku bisa Maka kan kuberi semua Termasuk seluruh dunia Ini adalah cintaku padamu anakku Yang sebentar kupeluk Namun tetiba menjauh Hilang kini nyawaku separuh Lepas harapku dan cahayaku Tapi sesaat saja memelukmu Sungguh anugerah untuk hidupku Dan besok kan ku raih kembali hangat pelukmu -pour Nicah, a mom will be-
Should this be over, When all I need is waiting for u a little bit longer? Must you leave me in vain, When all you have to do is loving me again? Oh dear oh dear, Why this is goodbye, When I’m sure you’re the only apple of my eye?
Indyajah
Sampai kapan aku mencintaimu dalam diam? Dalam kerahasiaan?
Mungkin malam ini semuanya usai Mungkin besok kan usai Atau mungkin takkan pernah usai
Sampai kapan aku mencintaimu dalam diam? Mungkin hingga hari ini ditutup malam
Dan saat mu mendayung begitu jauh Pula kapalku menjauh darimu Sekeras kayuhku mendekat, Sekuat ombak menghempasku berat Aku tak mampu gapaimu Sungguh pun ku telah mencoba Maafkan aku Namun sungguhku telah mencoba
Dan hari ini ku berbohong lagi Iya, padamu lelaki Sesungguhnya aku tak pernah henti Menyimpan rasa diujung hati Sibuk menanti Kelak matamu pancarkan kasih Dan masih Aku selalu menipu diri Bibirku takkan pernah mengakui Sebab tak mungkin itu pasti Maka ijinkan kusimpan ini sendiri Kau takkan termiliki, dan aku terus mencintai
Kenapa hujan tak jua berlalu Kenapa luka tak tersembuhkan pula Apa yang salah dari setiaku Mengapa hanya berbayar sengsara
Jatuh hatiku kembali padamu Terluka lagi padamu Sementara kaki tak pula ingin pergi Tetap bertahan menunggumu di sini