Tak ada harga yang setimpal untuk menjamin kesetiaan dalam sebuah hubungan.
Hai Apa kabar ? Semoga dalam keadaan baik-baik saja ya. hu hu hu, rasanya berat mau nulis ini tapi mari kita coba pelan-pelan, mari kita coba baca perlahan.
Selingkuh? apa sih menurut kalian? atau siapa yang pernah mengalaminya? lalu, adakah hubungan yang benar-benar sehat? parameternya apa?. Mari kita jawab ini satu persatu.
hmm, siapa yang mau merasakan atau menerima sekumpulan perasaan sakit? aku rasa tak ada satupun yang mau bukan? apalagi kalau perasaan sakit itu datang dari orang yang paling kita percaya bisa menjaga seutuhnya rasa percaya kita. selingkuh, bisa jadi kita semua pernah mengalaminya, menjadi korban ataupun pelaku. meskipun secara garis besar selingkuh punya parameter yang jelas, namun kalau kita bahas sangat detail selingkuh ini punya parameter yang cukup abstrak untuk masing-masing dari kita.
Ada yang bilang kalau texting yang menjurus keperselingkuhan, sudah termasuk selingkuh. ada juga yang bilang kalau selingkuh adalah aksi. bisa jadi selingkuh juga perasaan. tapi apakah benar semua itu? iya benar semuanya, benar bisa jadi seperti itu kalau kita melihatnya seperti itu. karna setiap orang punya parameter dan batas perasaan yang berbeda terkait definisi selingkuh ini jadi sebenernya ga bisa kita generalisasi ini secara merata. pada dasarnya selingkuh adalah sebuah pilihan. kenapa demikian? karna selingkuh adalah kesempatan yang mungkin bisa kita ambil atau kita biarkan melewati kita begitu saja.
Aku percaya bahwa tidak ada manusia yang benar-benar bisa sportif sama perasaannya sendiri, bahkan setelah kita berjanji untuk melangkah pulang kerumah yang sama dengan seseorang, kita ga benar-benar bisa sportif. karna perasaan adalah segumpal abstraksi yang datang begitu cepat menghujani atau membakar manusia. persoalannya adalah apakah kita siap untuk basah-basahan? atau memilih meneduh? atau siap terbakar? atau memilih untuk menjaga jarak agar tetap pada kehangatan.
Menurut ku, selingkuh adalah sebuah pilihan. mengapa demikian? karna selingkuh membutuhkan sebuah kekuatan untuk melakukannya. kekuatan untuk menutupi segala prilaku salah yang kita lakukan, kekuatan untuk mengutuk diri kita sendiri hanya untuk mengisi kekosongan sesaat. Selingkuh punya dampak yang besar tidak hanya untuk korban? namun pelaku juga sama. mengapa? karna selingkuh mempunyai sifat aidict yang mungkin bisa kita hentikan atau mungkin juga tidak. oleh sebab itu, tidak ada harga yang setimpal untuk menjamin sebuah kesetiaan.
Manusia punya hak seutuhnya atas perasaannya, yang perlu kita pastikan adalah perasaan kita. hak untuk punya rasa suka dan kagum bahkan perasaan-perasaan yang keluar dari itu semua, seperti obsesi atau semacamnya. kita tidak bisa menjamin apapun untuk itu, kita hanya bisa percaya dengan langkah kaki kita. Untuk selamanya, kita tidak bisa membuat langkah kaki orang lain atau pasangan kita sendiri untuk melangkah secara seragam.
Persoalanya bukan hanya percaya, atau membuat garis batas secara prinsip visi dalam sebuah hubungan. tapi juga tentang bagaimana mengolah perasaan kita itu, perasaan yang kadang berlebihan terhadap sesuatu. mungkin setelah kita memutuskan untuk menetap hidup dengan seseorang, kita pasti akan mengalami perasaan suka, kagum atau perasaan manis lainnya lagi, dan untuk aksi selanjutnya itu menjadi pilihan kita. apalagi kalau peluang/kesempatannya ada, bisakah kita pintar-pintar mengawas diri kita? bisakah kita membatasi perasaan kita, dan menjaganya hingga langkah kaki terhenti dan berada tepat didepan seseorang yang seharusnya.
Perasaannya nyaman bisa dimiliki pada siapapun dan untuk siapapun. jadi mungkin kalau hanya itu yang kita cari pada saat menjalin sebuah hubungan, kita tidak akan benar-benar menemukannya. perasaannya nyaman bisa dibuat dalam keadaan apapun, bahkan keadaan seburuk-buruknya. salah satunya adalah keadaan bosan. semua hubungan pernah berada di fase bosan, dan merasa monoton. hubungan yang terlalu statis. ketika sekumpulan perasaan itu datang, kira-kira apa yang akan kita lakukan? apakah kita akan menggantikan orangnya agar hubungan tetap dinamis dan tidak membosankan, padahal kita tau hukum alamnya bahwa kebosanan adalah bakat yang kita punya sejak lahir. seharusnya rasa bosan dan monoton, menuntun kita untuk tumbuh menjadi lebih baik, dan dalam hubungan seharusnya itu menjadi siasat kita untuk lebih memperhatikan romantisasi dalam sebuah hubungan.
so, mungkin kita bisa pikirkan baik-baik, ketika kita sedang merasa bosan, capek, marah dan perasaan ga enak lainnya. hal apa yang paling bisa menguatkan kita untuk tetap memilih tidak selingkuh? untuk tetap bersedia melangkah pulang kerumah yang sama, untuk tetap bertanggung jawab sama perasaan kita. mungkin bisa jadi dengan mengingat-ingat lagi hal-hal kecil yang bisa membuat kita mengambil keputusan untuk menetap dengan orang itu, atau mengingat-ingat lagi hal pertama apa yang mampu membuat kita ngomong dalam hati “ternyata ini loh orangnya, aku sudah menemuinya”. nah sekarang kepertanyaan terakhir, apakah selingkuh itu penyakit? kalian bisa menjawabnya masing-masing.