9 November 2022 pukul 23.00 WIB.
"Silakan bisa langsung join ke room mbak Rita". Sebuah chat telegram kuterima.
Sebuah invite link tampak di layar laptopku. Link yang sudah kutunggu sejak kemarin malam. Dan hari ini link itu muncul dilayarku. Ku tatap beberapa detik. Tapi..Semakin kutatap malah semakin membuat jantungku berdegup lebih kencang. Ku atur napasku. Kutarik dalam-dalam, lalu kuhempaskan perlahan. Kulakukan beberapa kali dalam beberapa detik.
Tak ingin membuat orang yang mengirim link menunggu lebih lama akhirnya dengan kata "Bismillah" ku buka invite link tersebut. Tersambunglah aku ke sebuah room meeting google meet.
"Hello Rita". Seseorang disana menyapaku dengan aksen English yang Fasih.
"Hello Mr" tanggapku singkat dengan sedikit senyum kulemparkan.
Tidak lama setelah menjawab sapaan tersebut, seseorang yang mengirimku link akhirnya bergabung. Dialah mas Widy.
_____________________________________________________________
"Oke Rita, please tell me about yourself", Mr Ehud memulai percakapan kami malam ini.
Kuperkenalkan diriku dengan menyebutkan nama lengkap, nama panggilan dan sedikit latar belakang pendidikanku. Lalu kulanjutkan dengan menceritakan sedikit ketertarikanku dalam bidang testing.
"Oh.. great. So what the best thing you've ever achieved in testing?" lanjut Mr Ehud.
Kuceritakan tentang keberhasilanku dan timku saat membangun sistem presensi untuk karyawan di perusahaan sebelumnya. Juga perjuangan kami dalam menyelesaikan sistem yang harus diselesaikan dalam waktu yang terbatas.
Setelah itu Mr Ehud bertanya terkait hal tersulit yang pernah aku temui sebagai seorang QA. Aku menjelaskan tentang tantangan ketika harus menemukan error yang bugnya tidak bisa terdeteksi. Setelah dilakukan pengecekan berkali-kali pun masih tidak ditemukan. Bahkan ketika didiskusikan dengan tim developer pun masih sulit ditemukan. Hal itulah yang paling challanging. Menemukan bug yang tidak ada.
"Interesting" sahut Mr Ehud saat setelah aku menjelaskan kasus yang kutemui tersebut. "So, what tools you've ever used for testing?" lanjut Mr Ehud.
Kujelaskan tentang pengalamanku menggunakan Katalon Studio tapi itu hanya kugunakan untuk melakukan testing pada fitur lama dan fitur yang cenderung berulang. Sedangkan untuk fitur baru biasanya aku melakukannya secara manual.
"If you test the system manually, with a lot of features integrated each other. How you ensure that every feature in the system working well?" Lanjut Mr Ehud merasa penasaran dengan caraku yang melakukan testing manual.
Akhirnya kujelaskan bahwa dengan banyaknya fitur pastinya akan kesulitan untuk melakukan testing secara keseluruhan dan akan menghabiskan banyak waktu. Oleh karena itu, strategi yang kugunakan biasanya adalah jika waktu yang dimiliki pendek/singkat maka testing hanya dilakukan pada fitur-fitur yang saling terintegrasi dengan fitur baru yang dirilis. Sedangkan jika waktu yang dimiliki cukup panjang/lama maka testing dilakukan secara menyeluruh.
Mr Ehud mengangguk-angguk mendengarkan penjelasanku. Aku tidak tau, dengan bahasa Inggrisku yang masih terbatas entah apakah penjelasanku bisa dimengerti atau tidak 🥲.
"Do you have question for us? Maybe you have something you wanna know about us because mr Widy still don't tell you yet?" Mr Ehud memberikan kesempatan padaku untuk bertanya.
Aku mengucapkan terima kasih untuk kesempatanku bertanya. "I have some questions for you. My first question, if I can join your company what are your expectations in my first 3 months?".
"Wow this is the interesting question. Thank you Rita" tanggap Mr Ehud.
Mr Ehud menjelaskan terkait sistem yang sedang dikembangkannya panjang lebar. Dan dia mengharapkan bahwa sistem yang sudah berhasil dirilis minim akan bug. Dia tidak menginginkan ketika sudah merilis produk lantas ada komplain dari user entah karena tidak bisa login atau tidak dapat mengakses sistem. Memastikan bahwa sistem dapat berjalan lancar adalah hal terpenting. Mr Ehud juga menceritakan kasus yang sering terjadi adalah ketika merilis suatu fitur biasanya akan berpengaruh ke fitur lainnya yang sudah ada. Ketika melakukan fixing di satu tempat maka akan muncul bug di tempat lain. Juga sering terjadi perubahan yang begitu cepat. Oleh karena itu, dia juga mengharapkan agar bisa mengikuti perubahan dan meminimalisir munculnya bug-bug tersebut dengan tools-tools yang digunakan seperti selenium atau tools lainnya.
"Is it answer your question?" Tanya Mr Ehud padaku.
"Yes, it is Mr. Thank you. I still have the other question, may I ask?" tanggapku.
"Please Rita" Mr Ehud mempersilahkan.
"In your job maybe you've ever found the problem or something that you don't understand yet. If you find that condition, how you solve it?" tanyaku.
"I realized that I can't do anything by myself. But I have a great team. So Ask them. Discuss with them. Tell them the problem and discuss it. Your team will help you finding the solution and solve your problem" jawab Mr Ehud dengan santai dan tersenyum ramah.
Kalimat itu membuatku tertampar seketika. Aku terkadang memendam kesulitan sendiri dan acap kali mencari penyelesaian sendiri tanpa berdiskusi dengan teman-teman yang lain karena menganggap takut mengganggu kesibukan teman yang lain. Padahal jika dipikir lagi, benar kata Mr Ehud. Kita bekerja bersama tim, maka jika menemukan masalah dan kita tidak bisa menyelesaikannya sendiri sudah seharusnya kita meminta pendapat dari teman satu tim kita. Ini membuatku malu sekaligus sadar kurangnya diriku dulu.
Aku mengangguk-angguk. "So, communicate and discuss with team member is the solution, is it?" memastikan pemahamanku benar.
"Exactly Rita" jawab Mr Ehud sambil tersenyum.
"Ok thank you Mr. mm..And this is my last question for you. What makes you comfortable in this company? And what makes you always on fire at work?"
"Passionate Rita. This is what Mr Widy told me, Every night when you will go to sleep say this 'I hope night will go fast, so I can meet the morning to work again'. When you do something with passion you will always on fire. Thinking that what you do will give impact to the other people will make you on fire" Mr Ehud menjelaskan dengan baik terkait apa yang kutanyakan.
Mr Ehud memastikan bahwa sudah cukup clear percakapan yang kita lakukan dan mengucapkan terima kasih sudah hadir di interview tersebut. Dia mempersilakan aku untuk leave room karena masih ada 1 orang lagi yang akan melakukan interview.
Akupun berterimakasih kepada Mr Ehud dan pamit undur diri dari room.
_____________________________________________________________
23.24 WIB. Sebuah pesan telegram masuk. Begini kira-kira isi pesan tersebut.
"mbak Rita, untuk interview tadi menurut saya bagus, lancar juga. terima kasih buat kehadiran juga. nanti kalo sdh ada info lagi saya kabari, tadi Ehud bilang minta saya sampaikan ke Dean biar mbak Rita ngobrol dengan Dean".
Hangat sekali. Campur aduknya perasaanku sedikit terobati dengan pesan masuk tersebut. Meski aku tidak tau apakah itu kata-kata yang sebenarnya atau hanya sebatas penghiburan dan apresiasi telah menyelesaikan proses interview. Aku tidak peduli, meski itu hanya sebatas penghiburan.
Baru pertama kali ini aku mendapatkan perlakuan yang sangat baik dari seorang rekruiter. Beliau sabar, tutur katanya baik dan ketika ada hal yang kurang beliau memberikan saran perbaikan.
Apapun hasil interview nanti, aku ingin mengucapkan TERIMA KASIH BANYAK Mas Widy atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk mengikuti proses rekrutmen ini. Semua proses yang saya lalui dalam rekrutmen ini benar-benar memberikan pengalaman terbaik yang pernah saya dapatkan. Terima kasih sudah memperlakukan kandidat dengan sangat baik. Meski saya tau anda bukan seorang HR, tapi anda sangat luar biasa baiknya. Semoga anda dan keluarga selalu diberikan limpahan kebaikan yang banyak dari Allah SWT. Aamiin..
_____________________________________________________________
Rasa lega karena proses interview sudah berakhir.
Rasa cemas karena muncul kekhawatiran akan hasil proses yang mungkin tidak sesuai keinginan dan ekspektasi.
Rasa konyol karena mengingat beberapa kali sepertinya aku agak blank ketika menjelaskan sesuatu pas interview.
Rasa bangga karena aku berhasil menaklukkan rasa takutku untuk melakukan interview. Terlebih dengan bahasa Enggres yang aku sendiri sadar bahwa bahasa Enggresku pas-pasan.
Semua perasaan rasanya bercampur aduk. Entah aku harus sedih atau bahagia. Aku tidak tau.
Yang jelas dan pasti, aku ingin mengucapkan SO MANY THANKS TO ME, MYSELF AND I.
Thanks karena kamu udah berusaha melawan ketakutanmu dan TETAP MELANGKAH meski kamu tidak yakin.
Thanks karena kamu TIDAK MENYERAH ketika kamu ingin berhenti dan menyerah.
Thanks karena kamu TETAP PERCAYA pada dirimu yang masih sering mempertanyakan jati dirimu sendiri.
You deserve to get the appreciation. In the future, You will be a HERO for RITA in the future ❤️