Alhamdulillah, Allah kabulkan do'a kita
Hari ini, kita sedang berjalan di atas do'a yang kita panjatkan hampir setiap waktu. Do'a yang menjadi harapan besar agar kesempatan itu masih diijinkan untuk datang.
Do'a itu, hari ini mengantarkan kita pada pengabulan yang agung.
Kamu ingat saat mengucap, menulis, membatin "Ya Allah sampaikanlah aku pada Ramadan yang akan datang" ?
Lalu ramadan benar-benar datang ke pada kita.
Berbahagialah, rayakanlah, sambutlah dengan megah. Kali ini, kita harus sadar bahwa ramadan sungguhlah masih ingin bersama kita. Masih ingin menyucikan dosa-dosa lama yang selalu terulang. Masih ingin menyaksikan pertaubatan yang lebih serius.
Ramadan adalah ruang kontemplasi paling suci. Kita bisa saja memperkaya diri diwaktu ini, atau sibuk dengan kebermanfaatan lainnya. Tapi bukan itu, intinya.
Ramadan adalah kesempatan melipat gandakan pahala. Give away besar-besaran yang Allah beri untuk semua hambaNya.
Waktu paling baik sedekah, bulan Qur'an, Lailatul Qadar, pintu surga dibuka seluas-luasnya, pintu neraka ditutup, setan dibelenggu. Rasanya ingin semua bulan adalah bulan ramadan.
Maka, do'a yang selalu ingin diulang, terus, tiada henti adalah semoga kita bertemu lagi dengan bulan ramadan bersama orang-orang tersayang.















