"IRI" adalah karakter sifat yang ada di setiap diri manusia. Jika kita mau jujur & merenungkannya dengan kebijaksanaan, ketenangan... rasa iri tsb dapat timbul bukan hanya terhadap orang yang tak kita suka. Tanpa sadar kita juga bisa merasa iri pada orang2 terdekat yang kita sayangi atau prioritaskan. Ada berbagai alasan, mungkin bisa karena cemburu, takut kehilangan, ditinggalkan atau ego kita yang terlalu tinggi takut tersaingi. Misalnya : Orang2 terdekat hang out bersama & kita tidak diajak, kita merasa iri melihat mereka bahagia & kita tidak ada didalam kebersamaan yang bahagia tsb. Kita beropini "mereka jahat & gak suka pada saya". Padahal sesungguhnya tak seperti itu kenyataannya. Mereka memang lagi pengen pergi bareng aja, apakah itu salah? Kan gak harus selalu kemana2 bareng kita juga toh?. Atau ketika keluarga kita ada yang mencapai & meraih kesuksesan, kita merasa iri bukan berarti kita jahat atau salah, itu wajar kok... menjadi tak wajar jika kita melampiaskan rasa iri tsb dengan bersikap atau melakukan hal buruk terhadapnya Rasa iri sebaiknya kita ijinkan untuk terjadi dan kita alami secukupnya saja, setelah itu netralkan kembali.
Salah satu cara yang efektif adalah : Perhatikan dan amati, ketika kita merasa iri terhadap suatu hal atau seseorang (jujur ya jangan denial hanya karena merasa bersalah, karena telah terdoktrin bahwa punya rasa iri itu hal yang tidak baik dsb) Saat rasa iri muncul, coba tenangkan diri... lalu dalam kondisi tenang berusaha rasakan, dimana atau bagian tubuh mana yang terasa tidak enak, tak nyaman atau nyeri mungkin?, misalnya dada jadi berdebar lebih kencang, aliran darah terasa lebih deras mengalir dsb. Berhentilah dibagian organ tubuh itu, tenangkan, lembutkan, berikan energi cinta kasih & tunggu sampai perubahan terjadi.







