Kebiasaan itu bisa disadari atau tidak disadari
Setiap orang memiliki kebiasaan dalam hidup dan selama hidupnya. kebiasaan yang disadari atau tidak disadari. contohnya adalah ketika sudah menjadi kebiasaan, kebiasaan yang tidak disadari adalah dengan munculnya pertanyaan dari orang lain “Kamu emang sering begitu ya?” pertanyaan tersebut bisa menjadi indikator bahwa hal tersebut adalah kebiasaan yang sering dilakukan tanpa disadari oleh diri kita. Coba ingat-ingat moment seperti apa yang menunjukan kebiasaan yang tidak disadari oleh diri kita.
Kita sepakat bahwa kebiasaan itu terbentuk dari dominasi pengulangan aktivitas terus terjadi. Lally dan Gardner berpendapat bahwa suatu kebiasaan dibentuk berkat “repitisi” atau pengulangan hal yang sama secara berulang-ulang dan konsisten (Gardner, Lally, & Wardle, 2012). Kebiasaan yang terus berulang menjadi pengulangan sehingga kebiasaan yang selanjutnya menjadi kebiasaan yang otomatis dilakukan.
Kebiasaan terbentuk dari kebiasaan yang dilakukan yang terus berulang “repetisi”, namun terdapat faktor yang mempengaruhinya . contohnya menurut theory social learning yang berkembang menjadi social cognitive theory, kita belajar dari interaksi dengan orang lain dalam konteks sosial dengan melibatkan kognitif. secara terpisah, akan mengamati kebiasaan dan perilaku orang lain, seseorang akan mengembangkan kebiasaan yang mirip dari hasil berpikir, seperti
“ Ternyata jika situasi X, dia akan berlaku Y”
Setelah mengamati perilaku orang lain, seseorang akan mengasimilasi dan meniru perilaku perilaku tersebut. Menurut Bandura (1977), proses meniru mencakup reproduksi aktual dalam aktivitas motorik yang diamati. Dari hal ini, kita belajar bahwa kebiasaan sangat mungkin dipengaruhi dari kecil dalam lingkungan keluarga. selain itu juga menambahnya umur kita hidup dalam lingkungan pertemanan, masyarakat dan dunia sosial yang dipengaruhi oleh “Influencer” atau terinfluence oleh hal-hal luar yang dipengaruhi oleh penerimaan diri karena kesukaan dan ketertarikan.
Maka dalam hal lebih luas lagi, kebiasaan itu akhirnya dipengaruhi oleh seberapa kuat norma & nilai sosial yang berada pada lingkungan dimana berada dan dipegang teguh. Proses menilai perilaku mana saja yang “Pantas” dan “Tidak Pantas” untuk diadaptasi dari lingkungan pertemanan, masyarakat dan influencer kita. Maka berbijaksanalah dalam memilih kebiasaan untuk menghindarkan dampak kebiasaan buruk yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lain.
coba ingat-ingat lagi, kebiasaan buruk yang menyebabkan kerugian bagi diri sendiri. Semisal kebiasaan telat bangun pagi ?? menunda-nunda pekerjaan ? atau ada hal lain lagi ? yang disadari atau tidak disadari ternyata merugikan dan mengganggu diri kita dan orang lain.
Judul Buku: BACA BUKU INI SAAT ENGKAU INGIN BERUBAH Penulis: Rahma Kusharjanti








