Tau kan gimana rasanya kangen banget tapi gak mungkin buat ketemu lagi?
styofa doing anything

Kaledo Art
Game of Thrones Daily

⁂

shark vs the universe

izzy's playlists!
Sweet Seals For You, Always
dirt enthusiast
Not today Justin

blake kathryn

祝日 / Permanent Vacation

Janaina Medeiros
ojovivo
trying on a metaphor
he wasn't even looking at me and he found me
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Claire Keane

#extradirty
hello vonnie
DEAR READER

seen from South Korea

seen from Germany

seen from United States
seen from France

seen from Lithuania

seen from Russia

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Malaysia

seen from Pakistan

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
@janahnoers
Tau kan gimana rasanya kangen banget tapi gak mungkin buat ketemu lagi?
Bantaeng, 26 Maret 2020
Hai, apakah surat itu sudah kau terima? Harusnya sih sudah karena beberapa waktu terakhir di sini ada angin kencang. Jadi aku rasa surat itu akan segera sampai padamu.
Aku sedikit berharap akan mendapat surat balasan darimu. Hmmmm. Ada hal penting yang ingin aku sampaikan.
Aku sudah terlepas dari belenggu ketikdakjelasan yang selama ini menyiksaku. Aku sempat melihatmu dan keluargamu. Kita memang tak cocok dan kita bagaikan langit dan bumi.
di Bantaeng, Sulawesi Selatan, Indonesia https://www.instagram.com/p/CDh7MHQBc-ubljqvvsKqFAWqo6mjwwo_JjfK6U0/?igshid=5evacbyt2s7x
Remind For Me
Hai, bagaimana kabarmu hari ini? Aku yakin kamu sedang tidak baik-baik saja belakangan ini.
Apakah aku telah salah mengambil langkah? Sepertinya memang salah, karena ternyata aku semakin sulit untuk melangkah. Tetapi aku menyadari satu hal, aku tidak akan bisa mengulangi lagi. Semua sudah menjadi sejarah yang tak akan pernah terlepas dariku. Berarti, aku harus ikhlas untuk menerimanya, menerima ini sudah menjadi bagian dari takdir hidupku. Yang harus aku lakukan selanjutnya adalah berusaha dengan sebaik mungkin untuk membuat sejarah akan takdir yang lebih baik lagi. Jika hasilnya tetap tidak baik menurutku, tenanglah, bukannya ada ungkapan “Baik menurutmu belum tentu baik menurut orang lain, baik menurut orang lain belum tentu baik menurutmu, baik menurutmu belum tentu baik menurut Tuhanmu, dan pasti baik menurut Tuhanmu pasti akan lebih baik dari segalanya.”
Aku punya Tuhan yang lebih dari segalanya, kenapa kamu masih meragukan itu? Kewajibanmu hanya berusaha, Tuhan yang menakdirkan. Takdir tergantung usahamu. Tuhan telah menciptakan semua dengan sebaik-baiknya. Tidak ada kesalahan sedikitpun. Jika mendapatkan takdir kurang baik berkaitan dengan ini, berarti sepertinya usaha kurang. Ingat satu hal lagi, Tuhan akan sesuai dengan prasangka umat-Nya. Berprasangkalah yang baik.
Sore hari di Pantai Seruni (di Pantai Seruni) https://www.instagram.com/p/CBe2JAjhwL_QzQ1i5rXweEYOq3ctN4mkPaA8140/?igshid=1jd7a1vok6hfi
Ingin segera pergi menjauh darimu agar aku bisa meumbuhkan cintaku kepadamu lagi.
Sedang dalam masa benar-benar jenuh. Entah raga ini ingin melakukan apa. Aku pun tak tahu apa yang sedang dirasakan sekarang ini.
Semua rasa seolah menjadi tawar. Tak ada rasa manis seperti gula, tak terasa asin seperti garam, asam seperti lemon, pedas seperti cabe, bahkan pahitnya empedu pun tak terasa sama sekali. Sepertinya, saat ini aku sedang mengecap tepung.
Bunyi nyanyian alam yang indah seakan menjadi teror yang menakutkan. Terasa mencekam bak kegelapan tengah malam tanpa seberkas cahaya. Aku tak lagi menikmati nyanyian itu, yang ada aku menangis meringkuk di pojokan kamar seperti seorang pesakitan parah.
Aku kehilangan arah, aku kehilangan arah. Semua yang aku lewati seolah hanya formalitas semata tanpa makna.
Cinta? Aku lupa rasanya cinta. Cinta itu apa? Cinta itu bagaimana? Jika sebagian orang berkata bahwa akan ada perasaan menggebu, entahlah aku tak merasakan itu lagi. Jika ada yang mengatakaan cinta adalah kebahagiaan, apakah aku bahagia? Aku pun tak tahu.
Mungkin benar, aku harus menjauh sejenak agar semua ini terprogram lagi, disetting sedemikian rupa. Agar semua kembali seperti sedia kala. Aku butuh perbaikan.
Jika tak bisa diperbaiki, izinkan aku menjadi sesuatu yang baru.
Cukup katakan aku kecewa, biarkan luka terbawa sapuan ombak menjauh ke samudra sana. Ada saatnya menepi, tetapi jangan lupa kembali. Bukankah sangat menyenangkan ketika kau tertawa bersama-Nya?. Maafkan kali ini aku ingin menumpahkan semuanya, agar pundakku beristirahat sejenak.
Terkadang tak disadari kalau hati telah terlukai.
Pernah berada pada suatu keadaan dimana semua terasa mudah dan menyenangkan.
Aku dan hidupku 2020
Entah Apa yang Merasukiku
“Lebih mudah mencari kesalahan orang lain daripada mencari kesalahan diri sendiri.”
Hal ini terjadi begitu saja, malah terkadang tak disadari. Tiba-tiba mulut ini sudah menceracau, membeberkan semuanya. Biasanya berasal dari ketidaksukaan, atau ketidakcocokan atas sesuatu. Perbedaan. Perbedaan itu pasti ada, tetapi terkadang sulut diterima, tergantung diuntungkan atau tidak. Ini persepsiku, silakahkan yang lain. Bisa jadi berbeda.
“Lebih Mudah berbicara, daripada mengerjakan”
Lidah tidak bertulang, sedangkan anggota badan lain yang biasa digunakan untuk bekerja sebagian besar bertulang, tangan dan kaki. Lidah lebih ringan daripada kaki. Itu penyebabnya.
“Perhitungan dalam bekerja, seolah akulah yang merasa capek dan kerja sendiri”
Lu gak ngerti. Apa ketika gue kerja harus laporan dulu sama Lu biar Lu tau Gue kerja? Lu siapa? Gak guna!
“Mencela orang lain, seolah diri lebih sempurna dan tidak pernah melakukan kesalahan.”
Lu kaya? Lu cantik? Please. Lu tetep manusia, bukan malaikat atau bidadari. Ngaca dulu yang bener. Lu gampang banget mencela orang lain, ternyata kelakuanmu sama aja seperti yang dicela. Hahaha, sampah. Gak semua tertarik dengan yang cantik, dan gak semua bisa selesai dengan uang. Semoga hidayah segera menghampirimu.
Konspirasi Jemuran
Apa sebenarnya tujuan dan manfaat 30 hari yang harus ditempuh dalam fase metamorfosis kehidupan ini? Apakah hanya untuk menambah nilai? Menambah estetika kehidupan? Menambah curhatan panjang di diary rahasia? Ataukah untuk menambah keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa?
Menurut teori konspirasi yang baru saja saya temukan di bawah jemuran pojok adalah bahwa sesuatu itu ada dibalik sesuatu. Sesuatu ini adalah sesuatu yang bersifat urgent. Tapi sayangnya terkadang sesuatu ini adalah sesuatu yang sulit untuk dicari bahkan tidak disadari keberadaannya.
Sesuatu ini sepertinya akan berbeda setiap orang, karena tergantung di jemuran mana ia menemukan teori itu. Ingat, harus di jemuran. Jika di warung pecel, yang akan ditemukan bukanlah teori konspirasi melainkan semangkuk rawon dengan cambah cilik-cilik.
Kamu Menyebalkan
"Mas, uangku habis, hahaha." Tulisku singkat di whatsapp yang langsung ku kirimkan ke nomer paling atas di list chatting. Ting, handphone ku berbunyi, ternyata balasan darinya. "Oke sayang, habis ini ku transfer ya." Aku hanya membaca pesan itu tanpa membalasnya, karena sedang asyik menonton channel food vlogger favoritku, Nex Carlos.
Tak lama, notifikasi masuk. Ada uang masuk via e wallet ku. "Siapa yang ngisiin ya? Perasaan gak top up deh." Dengan bingung ku tutup channel youtube dan langsung mengecek akun e wallet. Transfer 300.000 berhasil dari *** (nama bank). "Lah kok banyak amat ya?" Kemudian pesan wa masuk? "Udah masuk uangnya. Tadi aku transfer lewat top up." Spontan aku telpon dan suara langsung naik 2 oktaf "Kenapa harus lewat sana siiiihhh, kan gak bisa dicairin itu uang." Ku tutup telpon dan hening seketika.
Aku mengetahui hal ini setelah mendapat kabar dari seorang teman. Dan dia tak mempercayaiku.
Benar dugaanku. Ternyata saldo e wallet tidak dapat di mutasi ke rekening, kecuali akun tersebut sudah di upgrade. Sedangkan akunku masih belum di upgrade. Maklum sibuk (rebahan) hahaha. Dan ternyata satu-satunya cara upgrade yaitu dengan menunjukkan bukti fisik e-ktp asli di kios e wallet tersebut. Masalahnya sekarang adalah KTP ku masih proses cetak ulang, dan belum bisa pencetakan karena blangko masih belum di kirim dari pusat. Mungkin hal ini masih berkaitan dengan urusan kasus korupsi e-ktp. Mungkin. Sehingga yang ku punya hanya surat keterangan sebagai pengganti e-ktp.
Aku mencari kios terdekat e wallet tersebut. Ternyata yang paling dekat ada di salah satu mall terbesar di kota ini. Waktu masih menunjukkan pukul 15.30 wib. "Yowes aku urusno saiki, ben ndang mari" (Yaudah aku urus sekarang, biar cepet selesai) gumamku dalam hati. Aku bersiap-siap dan langsung pergi menuju ke kios tersebut. Dengan jarak yang lumayan jauh, dan sepanjang jalan di terpa rintikan hujan lumayan deras, lumayan membuat hati dan perasaan ini semakin ambyar.
"Mbak saya mau upgrade akun e wallet." Sapaku ramah pada mbak-mbak yang bertugas disana. "Silahkan Bu, bisa saya bantu, ada kartu identitasnya?" Jawabnya sambil menyunggingkan senyum manis. "Tidak ada Mbak. E-ktp saya masih proses cetak. Saya dikasihnya surat keterangan dari disdukcapil kecamatan sebagai e-ktp sementara." Ujarku dengan wajah memelas. "Mohon maaf Bu, tidak bisa. Hanya bisa menggunakan e-ktp asli. Karena yang memproses data adalah sistem, sehingga yang dibutuhkan memang foto fisik e-ktp asli. Jangankan surat keterangan yang datanya sama dengan e-ktp, menggunakan sim saja harus bersamaan dengan e-ktp" Jelasnya panjang lebar. "Lah terus gimana Mbak? Tidak bisa dicairkan dong?" Tanyaku. "Tidak bisa bu. Kecuali ibunya pinjem ktp orang lain yang belum terdaftar" Jawab mbak nya dengan sabar. "KTP siapa mbak? Orang saya sendirian disini. Gak ada keluarga ataupun kerabat. Saya perantauan. Ya sudah mbak. Makasih ya." Aku tersenyum sambil pergi menjauh dari kios tersebut.
"Terus gimana? Hanya ini saja sisa uangku. Tak ada lagi. Masa setiap makan harus pesen via online? Bangkrut dong. Kalau di warteg depan rumah cukup 10.000 kenyang dah gak pake ongkir. Tapi di warteg gak bisa bayar pake e wallet. Harus bayar tunai. Hah bingung aku. Kemussuhan." Grundelku dalam hati.
Kamu menyebalkan.
Kamu disana merujuk ke siapa?
a. Orang yang kirim uang ke e wallet.
b. Sistem yang gak bisa terima selain e-ktp.
c. Disdukcapil kecamatan yang belum bisa proses e-ktp.
d. Pusat yang belum ngirim blangko e-ktp.
e. Orang yang korupsi e-ktp sehingga e-ktp terhambat.
f. Aku yang kurang kreatif menghadapi masalah ini.
Silahkan di jawab ya ❤
Surat Terakhir
Surabaya, Januari 2020
Untuk: Seseorang yang menjadi bagian dari cerita masa lalu
Dari: Aku yang pergi meninggalkanmu
Selamat malam untukmu yang pernah membuatku terluka.
Aku pernah berharap agar kelak aku bisa bersamamu. Tapi ternyata takdir berkata lain. Aku pergi menikah dengan laki-laki yang menjadi pilihanku. Dan kamu pun menikah dengan perempuan pilihanmu. Ternyata, kita tak berjodoh. Itulah takdir kita.
Aku harap tak ada lagi yang mengganjal di hati yang paling dalam. Relakan semua yang pernah terjadi, karena semuanya telah usai, menjadi bagian dari kisah perjalanan hidup.
Sayangnya harapan belum terwujud. Sampai sekarang ganjalan itu masih ada padaku. Entah apa sebabnya. Aku ingin segera terlepas dari belenggu itu. Apakah kamu merasakannya juga? Jika hanya aku yang merasakan, sangat percumalah semua yang dirasakan ini.
Aku tak pernah menyesal telah mengenalmu. Dan aku sendiri yang menentukan pilihan kepada siapa hati ini akan kuberikan. Aku sendiri yang telah mendahuluimu dalam mengambil keputusan itu. Maafkan aku. Tetapi jika aku mengingat apa yang sudah terjadi diantara kita dulu, rasanya aku ingin sekali marah. Apa maksud dari semua itu? Perbuatanmu yang disengaja ataukah hanya perasaanku saja? Tolong jelaskanlah padaku.
Aku sangat membutuhkan jawabanmu. Saat ini juga.
Aku titipkan surat ini pada hujan yang turun di sore hari. Karena pada saat inilah, kita selalu bersama. Menunggu hujan reda.
Antara Logika dan Nurani
Tulisan ini berasal dari hasil renunganku hari ini. Aku berbicara dengan diriku sendiri.
Hai, ternyata semua orang bisa berhasil ya. Buktinya orang-orang di sekitarku sudah banyak sekali yang berhasil. Ada yang menjadi guru, dokter, bidan, tentara, wirausahawan, yutuber, menikah, punya anak, punya penghasilan, punya menantu, cucu, cicit, bisa nulis buku, sembuh dari penyakit, dan lain sebagainya. Menurutku, semua orang bisa berhasil. Sepertinya keberhasilan itu, punya jalannya sendiri-sendiri. Asalkan dia mau berusaha mencari dan melewati jalan itu.
Karena pendapatku seperti itu, aku belum berhasil karena belum menemukan jalan menuju keberhasilan itu. Bukti aku belum berhasil adalah keadaanku yang sampai saat ini masih gini-gini aja. Tak ada kemajuan yang berarti. Mungkin salah satu pencapaian tertinggiku pada saat ini adalah aku berhaasil bertahan kuliah hingga saat ini, semester akhir. Itu pun IPK ku biasa aja. Jadi aku anggap ini tidak istimewa. Biasa saja. Saat ini yang paling aku rasakan adalah, sepertinya aku kurang sabar untuk menapaki jalan menuju puncak keberhasilan. Aku selalu tidak yakin bahwa keberhasilan itu akan menjadi milikku. Aku merasa takut jika sekarang aku sudah berada di jalan yang salah untuk menuju keberhasilan, sehingga keberhasilan itu belum juga bisa ku raih.
Tak lama kemudian logika berpikir: "Bagaimana kamu tahu kalau kamu sudah di jalan yang benar atau salah? Toh kamu pun belum tahu mana yang benar mana yang salah?". "Oh iya, ya" Si logika menjawab sendiri pertanyaan yang ia buat. Hahahahaha. *Aku merasa bodoh karena hal ini. Tak lama si nurani menyahuti "Hanya Dia yang mengetahui mana jalan yang benar mana yang salah. Minta dituntunlah oleh-Nya agar segera menuju jalan yang seharusnya (jika masih melenceng), dan mintalah agar selalu ditetapkan serta dikuatkan untuk selalu berada disana (jika sudah benar)" Kata nurani menasehati. "Kenapa perlu minta agar selalu ditetapkan dan dikuatkan?" Logika semakin berpikir. "Karena, terkadang Tuhan ngajak bercanda loh. Meski sudah berada di jalan yang benar, Dia akan memberikan kita kejutan-kejutan yang spektakuler, bahkan yang tidak kamu duga-duga. Amazing kan? Makanya kalau mau minta sama Tuhan jangan setengah-setengah, full in aja sekalian. Jangan tanggung-tanggung." Si logika masih belum puas "Kenapa harus seperti itu?" Dengan sabarnya nurani menjawab "Lah emang kita bisa minta sama siapa lagi kalau bukan sama Tuhan? Mau nyoba minta sama manusia? Jangan sakit hati ya kalau di php in ya hahaha. Logika masih ngeyel "Terus, memang semua permintaan sama Tuhan bisa terpenuhi? Memang, ada ungkapan bahwa apapun yang hamba-Ku minta akan aku berikan. Mohonkalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan. Sampai saat ini ternyata statusku masih sama, jomblo. Tuhan php kan?"
Memang logika bisa jomblo? Hahahaha. Entahlah. *Ke absurdan yang haqiqi.
Saya, naluri bukannya tak ingin menjawab lagi, tapi dia si logika akan terus bertanya. Sepertinya kita memang ditakdirkan untuk selalu seperti itu.
Banyak hal di luar nalar logika.
Note: berhasil atau tidaknya sesuatu, tergantung perspektif masing-masing. Karena pencapaian setiap orang akan berbeda-beda tergantung usaha dan keberuntungan. Akan tetapi, keputusan dan takdir Tuhanlah yang paling mutlak. Kun fayakun.