Tak ada keputusan yang kita pilih di dunia ini, yang akan selalu sepenuhnya sesuai harap tanpa kerumpangan.
Setiap keputusan yang kita ambil di kehidupan ini, selalu memiliki harga yang harus dibayar. Harga berupa ujian-ujian yang tak terprediksi ketika menjalaninya. Harga berupa pengorbanan dari tenaga, perasaan, bahkan waktu ketika memutuskan untuk bertanggung jawab.
Dalam kehidupan ini, apa yang kita inginkan, tidak serta merta terwujud secara ajaib, seringnya kita berjuang dengan tahapan upaya yang berbeda-beda dan tidak adil bagi diri, jangan mengukur upaya kita dengan membandingkannya dengan orang lain, sebab akan membuat rasa percaya diri kita menciut, kaki kita goyah melangkah, padahal kita sangat berharga dan setiap orang memiliki kelebihan masing-masing.
Dalam kehidupan ini, apa yang kita lepaskan, tidak selalu merugikan kita, selalu ada alasan baik yang menyusul setelah kita perlu waktu untuk berdamai dan menerima kenyataan.
Dalam kehidupan ini, kita bertaruh dengan banyak peluang dan keterbatasan daya. Meski prasangka seringkali membuat pikiran kita merasa takut untuk terus maju pada pilihan yang kita yakini itu baik.
Kehidupan orang dewasa, mengandung banyak pelajaran dalam setiap detiknya. Dari sebuah amanah kita belajar bertumbuh menjadi manusia yang bertanggung jawab, dari sebuah keputusan besar yang kita ambil kita belajar menjaga kepercayaan Tuhan dan niat lurus mengembannya.
Kata seseorang, hidup adalah rangkaian sebab-akibat. Namun nyatanya tidak demikian, kadang ada akibat namun kita tak bisa menemukan sebabnya. Tidak segala hal dalam hidup ini memiliki penjelasan yang melegakan, dan tidak semua pertanyaan tentang takdir akan/ harus terjawab serta merta sekarang. Segala hal berproses, bersiklus dan kadang bisa jadi tak terprediksi. Tugas kita bukan menebak-nebak bagaimana bentuk proses di masa yang akan datang, tugas kita adalah menjalani sebaik-baiknya hari ini. Kadang, kita perlu rem pikiran agar tidak merasa dikejar-kejar oleh ketakutan pikiran sendiri.
Ketika kita menyadari hal ini, semoga kita tidak menaruh harapan terlalu tinggi dari setiap rencana/keputusan yang hendak kita ambil. Agar ketika ada hal tak berjalan menyenangkan, kita tidak merasa menjadi manusia yang paling menyesal dan paling dikecewakan.
Pun ketika kita menyadari bahwa ketidaksempurnaan meliputi segala hal di dunia ini, semoga kita bisa lebih lapang menerima setiap keputusan yang tidak sesuai harap. Semoga seluruh bentuk pengorbanan kita dalam ranah kebaikan yang mungkin jauh dari kata "sempurna" dalam kehidupan ini, Tuhan berkenan menerimanya sebagai buah amal yang manis.
Ramadhan hari ke-8, 19 Maret 2024 10.51 wita