Tengah S(M)alam
Pukul satu, kusambangi wajahmu lewat goresan tinta berwarna abu memutar kembali memori yang terekam dalam saku kadang aku pikir kita lebih dari sekadar nanti dulu, Lebih lanjut dari itu Pukul dua, entah untuk kali keberapa, aku tak pernah lupa kau selalu gemar melupa untuk menyeka setiap luka sepasang daun bercumbu mengatas namakan saling suka kemudian terpisah digilas roda Pukul tiga, angin meniadakan angan yang mengada-ngada tertampik realita yang menjadikanmu semakin tiada terasa tak nyata tapi begitu adanya semakin mengada-ngada Pukul empat, kita hanyut dalam waktu yang begitu cepat merambat kurasa hidup perihal siapa yang paling cepat bukan siapa yang paling tepat sebab rasa bisa dibuat-buat Pukul lima, sudah dulu ya, fajar hampir tiba jika berkenan nanti akan kulanjutkan kisah kita yang tak pernah usai dengan satu pun kata yang tak pernah selesai dengan sekali pun jumpa













