Menatap cermin lalu melontarkan caci maki,
Fiksi dan Realita membaur dalam takaran yang tidak pas, geram..
Imaji dari harap dan sketsa yang terlintas di kepala, sepertinya semua sempurna , namun ternyata terberai dengan apa yang dilihat, dirasa dan diraba
Hidup sebaik baiknya? Ternyata cukup hidup baik dan menerima apa adanya, semua tak harus sempurna..
Kamu si lemah ujarnya sambil menatap cermin, keangkuhan dari sosok yang mengumpat itu hancur, dia mungkin sudah lelah, tapi jelas belum kalah..
Satu kesempatan lagi, kali ini bukan tentang menjadi kuat lalu kemudian mengumpat..
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ











