Alhamdulillah
I've done
Alisa U Zemlji Chuda
art blog(derogatory)
Game of Thrones Daily

tannertan36
Mike Driver
almost home
Claire Keane

titsay
will byers stan first human second
No title available
No title available

JBB: An Artblog!
todays bird
RMH

shark vs the universe
Cosmic Funnies

★
sheepfilms
Stranger Things
styofa doing anything

seen from Canada

seen from Australia
seen from Thailand

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
@kembangalum
Alhamdulillah
I've done
Akhirnya...
Kita terpisahkan oleh jarak dan perbedaan urusan. Allah Maha Tahu isi hati kita. Inilah yang terbaik untuk kita, terlebih lagi untuk ku...
Jika kita tetap berdekatan jaraknya dan mempunyai urusan yang sama, mungkin aku tidak punya kesempatan untuk melupakanmu...
Kini aku harus terbiasa tanpamu, terbiasa tidak melihatmu lagi, terbiasa tidak mendengar suaramu, terbiasa tidak melihat chat mu, dan terbiasa tidak memikirkanmu lagi...
Makhluk sempurna itu...telah pergi. Air mata pun sudah terkuras habis menangisi kepergiannya yang tidak baik2 saja...
Hanya doa yang bisa kulantunkan, semoga Allah memadamkan bara api cinta ini dan menenangkan gejolak rindu ini...
Biarlah kusimpan segala rasa ini. Hanya Tuhanku yang tahu...
Tapi bagaimana jika hanya 1 pihak?
Tidak akan terbentuk cinta jenis apapun.
Ketulusan pun mungkin tak dapat dirasakan.
Cinta platonik
Cinta tanpa syarat
Cinta tanpa pamrih
Ketulusan hati
Kejujuran hati
Semua itu tidak dapat dilihat, didengar, hanya dapat dirasakan.
Terus berusaha melupakan, mengurangi intensitas.
Biasakan diri tidak tergantung pada manusia, mandiri.
Yakinlah kamu bisa, kuat, pintar, cerdas, baik, tulus, cantik.
Selalu Allah Ta'ala saja.
Sepekan ini bergelut dengan masalah rumit. Tapi terasa ringan karena bukan hanya aku yang jadi kambing hitam, tapi kamu juga jadi kambing hitam. Kali ini kita senasib dan sepenanggungan. Aku tak tahu kapankah rasa di hati ini akan hilang. Yang jelas, hingga detik ini rasa itu masih ada, tapi aku tetap bertekad untuk melenyapkannya perlahan, atau paling tidak mengurangi pelan-pelan, atau mengubah statusnya dalam hati.
Ya Allah, tolonglah hambamu ini supaya dapat bersikap dengan tepat padanya, dapat menutupi rasa cinta dan rindu yang tidak semestinya...
Selama hidupku, baru kali ini aku menjumpai orang yang sempurna. Atau mungkin karena aku dibutakan oleh cinta sehingga tak dapat melihat kekurangannya. Sampai detik ini kurasa dia lah orang yang paling sempurna, persis sama seperti namanya...
Mendung Hari Ini
Jika datang padamu keraguan soal masa depan, entah penantian separuh hati, rezeki, anak, pekerjaan dan semua gemuruh yang tidak mengenakkan hati, percaya bahwa tidak ada yang buruk dari semua itu.
Sebab kepasrahanmu pada Tuhan itu yang pasti akan menenangkan hati dan pikiran. Benar, aku percaya kamu sudah berdoa setiap hari, mengupayakan dengan sebaik-baik upaya, bahkan kamu sudah berikhtiar semaksimal yang kamu bisa.
Tapi jika Allah mengatakan belum waktunya, kamu bisa apa? Yang kamu bisa hanya memperbanyak prasangka baikmu pada-Nya, memupuk sabar dan menebalkan iman.
Apa yang belum waktunya, tidak akan pernah Allah berikan. Dan jika sudah waktunya, pasti Allah hadirkan, siap atau tidak siapnya kamu.
Aku tahu kamu lelah dan sudah pengang telingamu mendengar ucapan orang lain terhadap dirimu. Tapi, bukankah orang lain berhak bebas berbicara dan kamu pun bebas untuk tidak menanggapinya?
Terkadang, ketenangan itu datang di sepertiga malam, dengan keadaanmu yang sudah suci dan khusyu' dalam salat. Tidak terasa air mata itu turun tanpa kamu minta, tersebab gemuruh hati yang kamu tumpahkan pada pemilik alam semesta dan semua takdirnya.
Kamu tidak salah menceritakan, sebab ceritamu pada-Nya pasti didengar dan pasti diberikan jawabannya. Sabar, ya. Sebentar lagi kok :')
— Jundi Imam Syuhada (@jndmmsyhd)
Jujur saja aku masih memikirkannya, mengharapkannya lebih dari sekedar sahabat, tapi kutahu itu tak mungkin terjadi. Biarlah cinta ini tetap ada di hati tanpa dia ketahui dan jangan lagi ada rasa ingin memiliki... Batas itu harus jelas.
Tinggalkan orang-orang yang tak peduli padamu. Tapi, tetap layani jika mereka minta bantuanmu. Tak usah harapkan balasan dari mereka. Fokus saja memenuhi kebutuhanmu.
Kamu mengira mereka tempat yang aman berkeluh kesah dan berbagi. Tidak, itu salah. Kamu mengira mereka menghargai cinta kasih sayangmu. Tidak, itu salah. Bahkan mereka tak peduli denganmu. Berhentilah mencintai mereka...
Stop, sudahi, cukup, enough.
Tak usah caper lagi. Titik.
Mengapa kau biarkan hatimu bergantung pada laki-laki itu? Mengapa kau gantungkan kebahagiaan, keceriaan, dan ketenangan hatimu pada pria itu?
Sungguh, kau telah melampaui batas. Kembalilah pada penciptanya seperti saat kau dalam bahaya di atas awan, saat kau buang nafsumu di atas langit...
Karena mencintai tidak berarti harus memiliki. Maka biarkan aku menjadi orang yang selalu mencintaimu, meski kini kamu takkan lagi ada dalam seluruh penantian pagi.
Biarlah kata “biarkan” menjadi sebuah deklarasi akan aku yang memilih menetap pada satu hati—pada kamu.
Sebab mencintaimu. Aku selalu.
— Arief Aumar Purwanto
Sepertinya aku harus berhenti mencintaimu, rasanya sekarat. Kau begitu sempurna, sehingga aku melupakan diriku. Mungkin aku akan lebih hidup jika kembali padanya -- yang tidak sempurna yang pernah kutinggalkan yang mungkin masih peduli padaku. Toh aku tetap dapat melihatmu sesekali, sebagai teman yang selalu siap membantumu.
Diam Terniat
ApaKamuPernahMerasakanTerpaksaUntukIkhlas? memilih diam untuk tidak lagi menganggu orang yang kamu cintai, memilih jatuh cinta sendirian tanpa perlu memperlihatkannya, dan memilih untuk tetap waras ketika tatapan, senyuman tawanya bukan lagi untuk kamu. kamu diam-diam hanya bisa memperhatikan itu, kamu hanya bisa mengajak hatimu berdamai dengan perasaanmu sendiri, mengajak hatimu untuk tidak memperlihatkan jatuh cintanya lagi. diam paling niat, meski dalam dada masih tidak bisa merasa baik-baik saja.
diammu bukan berarti tidak mencintainya lagi, hanya saja diammu adalah bahagia untuknya. kamu memilih membiarkan dirimu jatuh cinta sendirian tanpa kata, tanpa seorangpun mengetahuinya, tanpa seorangpun yang perlu kamu berikan penjelasan, dalam dada perasaan itu kamu tenggelamkan menjadi kenang yang selalu kamu sambut untuk pulang.
tidak ada benci dalam hatimu, tidak ada dendam terhadapnya. air mata yang pernah kamu jatuhkan kini bisa kau hentikan dengan doa-doa, tidak ada ragu dalam diammu bahwa perasaanmu yang kini kamu simpan adalah cinta paling serius. namun bertemu dengannya kamu dipaksa harus terlihat baik-baik saja, tidak ada lagi yang perlu kamu perlihatkan, didepannya kamu mengatakan pada dada bahwa semuanya memang sudah tiada, namun ternyata melihat dan bertemu lagi dengannya adalah jatuh cintamu untuk kesekian kalinya.
dalam diam kamu bertumbuh dengan luka-luka kemarin bersama dengan harapan-harapan, namun pada akhirnya kamu paham bahwa kamu memang tidak pernah diinginkan olehnya. jatuh cintamu kini hanya lewat doa. berkali-kali kamu mencoba membunuhnya, berkali lipat ia tumbuh di dada.
pada akhirnya kamu hanya ingin menghindari apa yang berkaitan dengannya. sebab, setelah ia memilih pergi waktu itu, segala rencana tidak lagi ada!
Berkali-kali mancoba membunuhnya, berkali lipat ia tumbuh di dada
Munafik, tidak konsisten antara bibir dan hati, saling mengkhianati. Dibibir berdoa supaya dapat menghilangkan rasa cinta padanya, tetapi hati selalu mengenangnya.
Rasanya hati memang belum siap melupakannya...
Artinya, harus lebih rajin dan khusyu' doanya...
Aku heran, cinta bisa mengubah segalanya. Aku merasa, diriku yang sangat percaya diri, banyak prestasi, cerdas, berani, ceria, tiba2 berubah menjadi sebaliknya ketika berhadapan dengan orang yang ku jatuh cinta padanya. Aku jadi merasa tidak percaya diri, bodoh, takut, murung ketika ingat atau bertemu dengannya. Pasti ada yang salah ini.
Ini karena aku merasa ia adalah orang yang sempurna, idola semua orang. Atau mungkin karena aku dibutakan oleh cinta sehingga tak dapat melihat kekurangannya. Mindset ini yang belum bisa berubah, bahwa ia adalah orang yang sempurna persis sama seperti namanya...