merangkai 1 jadi 2, merangkai 2 jadi 3, merangkai 3 jadi 4.. mari merangkai bukan melewati
teh sari
art blog(derogatory)

No title available
d e v o n

Kaledo Art

if i look back, i am lost

Discoholic 🪩
noise dept.

blake kathryn
taylor price
Lint Roller? I Barely Know Her
we're not kids anymore.

@theartofmadeline
KIROKAZE
𓃗
almost home
Cosimo Galluzzi

★
Jules of Nature
Today's Document
todays bird

seen from United Arab Emirates
seen from T1
seen from Canada
seen from Saudi Arabia

seen from United States
seen from United States

seen from Indonesia
seen from United States

seen from Türkiye

seen from Mexico
seen from Russia
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from T1

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from T1
@kepompongterbang
merangkai 1 jadi 2, merangkai 2 jadi 3, merangkai 3 jadi 4.. mari merangkai bukan melewati
teh sari
kalau ga ada ide nulis, berarti kamu jarang baca
hiks
Tulisan : Bertumbuh (bagian 2)
Tulisan ini adalah tulisan edisi kedua dari tulisan hari sebelumnya yang judulnya “Bertumbuh”.
Quarter Life Crisis ini memang menarik. Kita sedang menghadapi fase dimana dulu pastinya, orang tua kita juga pernah mengalami fase yang sama. Hanya saja, tidak semua orang tua kita hari ini bisa kita ajak berdiskusi tentang fase ini dan bagaimana kita bisa melewatinya. Maka, beruntunglah kita yang dikelilingi oleh orang-orang baik, yang menguatkan, yang mendukung, yang saling mengingatkan dan menjaga.
Saya sering berdiskusi dengan teman-teman di lingkaran saya, terutama teman yang sedang dan sudah melewati fase ini. Saya ingin belajar bagaimana melewati fase ini dari orang yang sudah melewatinya, baru saja melewatinya, dan sedang melewatinya.
Ada beberapa hal yang juga ingin saya bagikan kepada teman-teman terkait hal-hal apa saja yang menjadi tantangan dan mantra apa saja yang bisa kita gunakan untuk melewati fase ini.
1. Everything Shall Pass
Ditulisan saya sebelumnya, saya sudah membahas ini. Mantra ini bahkan akan saya tulis sebagai grafity di ruang tamu Langitlangit di Yogyakarta. Bila nanti teman-teman berkunjung ke Langitlangit, jangan heran kalau tembok rumah saya seperti dinding di pinggir jalanan, banyak coretan.
Segala sesuatu pasti akan kita lewati. Kita tentu tidak menyangka bahwa kita sudah lewat fase SMA dimana dulu kita mungkin bertanya-tanya, menjadi apa kita di masa depan, kuliah dimana, dan lain-lain. Bahkan dulu kita takut tidak lulus UN. Hari ini kita sudah sampai pada jawaban dari kekhawatiran kita dulu bahwa apa yang kita khawatirkan ternyata tidak terjadi. Sama halnya dengan hari esok, siapa jodoh kita, apa pekerjaan kita, kita tinggal dimana, berapa anak kita, kapan kita menikah, dan lain-lain. Jawaban itu ada di masa depan, tidak di hari ini. Dan tugas kita akan mempersiapkan itu semua dengan menjalani hari ini dengan sebaik-baiknya.
Tugas kita adalah mempersiapkan, karena bila jawaban itu datang. Kita sudah siap pada jawaban itu. Allah tentunya akan memberikan sesuatu bila memang hamba-Nya sudah sampai pada kapasitas itu. Kalau kita belum bertemu dengan jawaban pertanyaan-pertanyaan resah itu hari ini, berarti kita sedang diberi waktu untuk mempersiapkan diri dan meningkatkan kapasitas diri kita. Isilah hari ini dengan segala kebaikan dan tunjukkan kepada Allah bahwa kita sudah siap dan kita siap.
2. Lepaskan sesuatu karena Allah, maka Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.
Email yang masuk beberapa hari ini, hampir saya jawab dengan jawaban serupa. Karena masalah yang dihadapi oleh teman-teman yang berbagi cerita juga mirip. Takut sekali kehilangan sesuatu. Kehilangan orang yang perhatian, kehilangan kesempatan ini dan itu. Takut melepaskan seseorang. Dan banyak hal lainnya.
Ujian di Quarter Life Crisis berikutnya adalah tentang melepaskan. Untuk tumbuh, seseorang harus bersedia berkorban untuk mendapatkan apa yang lebih baik. Kita tidak perlu mengikatkan diri pada seseorang yang tidak jelas kepastiannya, tidak jelas perasaannya kepada kita, juga tidak jelas bagaimana rencana hidupnya dengan kita.
Kita mungkin ada yang khawatir, bagaimana kalau kita tidak pacaran tapi bisa mendapatkan jodoh. Kita terjebak pada “hubungan tanpa status” atau “ikatan tanpa komitmen” dari orang lain. Perasaan kita terlanjur luluh, terlanjur merasa terikat. Tapi sejatinya, ikatan itu tidak ada sama sekali. Menjelang usia pernikahan, kita akan diuji dengan kehadiran orang lain. Dan ujian ini tidak sama lagi dengan masa-masa puber dulu. Bahwa ujian ini sudah tidak lagi berbicara tentang perasaan, tapi keimanan dan ketakwaan. Bagaimana kita lebih mengutamakan ketakwaan diatas perasaan kita. Bagaimana kita bisa memenuhi aturan-Nya tanpa harus melanggar larangan-Nya.
Allah akan menguji kita dengan kehadiran seseorang. Bisa jadi ia adalah jodoh, bisa jadi juga ujian. Tugas kita adalah menjaga diri, menjaga kehormatan, sampai orang yang memang dipersiapkan untuk kita itu datang.
3. Menghargai kesempatan.
Di usia ini juga, rasanya begitu banyak sekali kesempatan datang. Kesempatan pekerjaan, kesempatan karir, kesempatan menikah, kesempatan dengan orang yang baik, dan lain-lain. Sebenarnya, kita sedang diuji pada keteguhan hati. Tidak semua kesempatan yang datang itu harus kita ambil, kadang kesempatan datang hanya untuk menguji keteguhan hati kita.
Untuk yang sudah memutuskan berkomitmen dengan seseorang, ujiannya adalah diperlihatkan dengan orang-orang yang sepertinya lebih baik. Untuk yang sudah bekerja, godaannya adalah kesempatan untuk berpindah-pindah. Dan masih banyak lagi ujian yang akan kita hadapi. Keteguhan hati atas pilihan yang sudah kita ambil akan menjadi ujian yang cukup berat di usia ini.
4. Hati-hati dalam mengambil keputusan.
Dalam tulisan sebelumnya juga sudah saya bahas bahwa banyak sekali keputusan di usia ini yang sifatnya permanen. Bahwa sekali kita memutuskan suatu hal, itu akan menggema ke anak cucu kita. Terutama keputusan dengan siapa kita akan menikah. Maka, mantra pada poin nomor 2 akan sangat berguna. Kita harus hati-hati mengambil keputusan ini. Bahwa orang yang menikah dengan kita nanti akan menjadi orang pertama yang berpengaruh pada dunia dan akhirat kita. Anak-anak kita nanti berhak mendapatkan yang terbaik dan adalah kewajiban kita hari ini, mencarikan yang terbaik. Sosok (calon) ayah dan ibu yang terbaik.
Kalau hari ini perasaan kita sedang diuji dengan orang lain. Kita lebih mengutamakan perasaan kita tanpa memikirkan bagaimana nanti bila dia menjadi pasangan hidup kita, apa kabar nanti anak-anak kita bila memiliki sosok ayah/ibu seperti dia, apa kabar nanti keluarga kita. Apakah lebih dekat ke surga atau ke neraka. Adalah ikhtiar kita hari yang perlu kita optimalkan.
Keputusan menikah dengan siapa tidak lagi semata keputusan pribadi, tapi kita melibatkan (calon) anak-anak kita nanti, melibatkan akhirat kita nanti, melibatkan banyak hal yang mungkin kita lupa mempertimbangkannya hanya karena perasaan kita yang sudah memenuhi hati dan pikiran kita. Hingga tidak ada ruang untuk berpikir jernih.
Padahal untuk membuat keputusan di usia ini, komposisi logika dan perasaan harus seimbang. Pastikan pada saat kita mengambil keputusan, kita sedang dalam kondisi yang tenang, pikiran yang lurus, hati yang bersih. Agar kita paham betul bahwa keputusan tersebut tidak diambil dengan dorongan hawa nafsu. Kita akan mempertanggungjawabkan keputusan itu nanti.
* * * * * * * *
Empat hal ini dulu yang ingin saya sampaikan kepada teman-teman, masih banyak pembelajaran berharga dari diskusi saya dengan orang-orang yang sudah melewati fase ini. Saya berusaha menyarikannya dengan tulisan, semoga tulisan ini mungkin menjawab keresahan hati kita. Sekaligus menunjukkan bahwa kita tidak sendirian. Banyak orang yang sedang berjuang melewati fase ini. Mari menangkan! :)
Dan pesan terakhir :
“Semoga Allah masih menjadi yang pertama :)”
Rumah, 25 Juli 2015 | ©kurniawangunadi
iya, semoga Allah selalu menjadi yang pertama :’)
Takutlah pada dosamu lebih daripada kau takut pada musuhmu, karena dosamu lebih berbahaya daripada musuh - Umar bin Khatab
#quotes #nakindonesia
hai kamu,
sungguh aneh perangaiku atasmu
saat luang, aku memintamu hadir
saat kau hadir, aku meminta si luang
oh, inilah kamu
si sibuk yang sok sibuk
berdamailah denganku
Juz 30 - Pentingnya Waktu - Nouman Ali Khan
Demi masa. [Al Ashr: 1]
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, [Al Ashr: 2]
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. [Al Ashr: 3]
Assalaamu alaykum Quran Weekly.
Kita sudah di hari yang ke-30. Karena ini direkam sebelumnya, jadi saya gak tahu ini sudah Idul Fitri atau belum. Namun bagian yang terakhir ini akan membahas surat kesukaan saya di Al Quran. Surat Al Ashr. Menariknya surat ini ada di juz ke-30. Ini yang akan kita bahas hari ini.
Surat ini adalah kesimpulan yang bagus dari rangkaian kajian kita. Karena kita tidak sadari betapa cepatnya waktu berlalu. Saya rasa anda yang sedang mendengarkan ini sudah tahu apa artinya surat Al Ashr. Yaitu Allah bersumpah demi waktu yang terus menerus berlalu dari kita. Berlalu sangat cepat dan kita tak bisa hambat. Betapa cepatnya 30 hari ini telah berlalu.
Betapa cepat, rasanya baru seminggu. Rasanya baru mulai bulan Ramadhan, sekarang sudah mau selesai?
Bila kita menyia-nyiakan kesempatan itu. “Sesungguhnya manusia itu benar-benar tenggelam dalam kerugian,”. Itulah kenyataan yang dialami setiap manusia. Kerugian terbesar kita adalah waktu. Yang baru saja hilang adalah bulan Ramadhan. Yang hampir hilang dari bulan penuh berkah ini adalah kesempatan meraih ampunan.
Setelah kamu tahu kerugiannya. Maka sebagai orang yang beriman, jangan isi hari-harimu yang lain dengan penundaan. Jika kamu tahu isi dari surat Al Ashr, ini adalah ringkasan dari Al Quran. Jika ini adalah ringkasan dari keseluruhan Al Quran. Ada satu hal yang akan kamu ketahui dari surat ini, tentang menghargai waktu.
Perbaiki harimu. Tidurlah lebih cepat, supaya bangun lebih pagi. Sholat subuh tepat waktu. Sholatlah dengan niat yang baik. Jangan sia-siakan waktumu. Jangan berlama-lama sendiri dengan komputermu. Jangan tidur terlalu malam, meskipun untuk menonton video-video islami. Jika kamu pemuda, maka cobalah untuk sholat Isya di masjid. Cobalah sholat Subuh di masjid. Kalau gak bisa, paling tidak cobalah sholat Subuh dan Isya di rumah. Ajak temanmu dan sholat’lah berjamaah.
Manusia itu benar-benar terus dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman. Suka atau tidak, sesungguhnya kita semua sedang berbaris menuju kematian. Tidak ada satu hari pun dimana saya tidak mendekati kematian. Begitu juga dengan istri dan anak-anak saya. Kita semua sedang berbaris menuju akhir hidup kita.
Kita suka atau tidak. Hari itu akan tiba. Satu hari, hidup saya akan berkurang. Dan saya tidak bisa mendapatkannya lagi. Satu bulan akan berkurang dan tidak bisa dikembalikan lagi. Saya tidak mungkin kembali muda. Tidak mungkin, saya hanya bisa menjadi lebih tua. Semakin tua maka saya akan semakin mendekati hari akhir hidup saya di dunia. Memang seperti itulah kenyataannya.
Jika kamu terima kenyataan itu. Bahwa manusia selalu berkurang waktunya. Maka ia akan selalu berkurang kesempatannya. Karena yang kita punya di dunia ini adalah waktu’kan? Uang…rumah…semuanya…kamu bisa nikmati karena ada waktu kan? Jika kamu tidak punya waktu, semua ini jadi tak berarti.
Seseorang diberitahu kalau ia akan wafat satu jam lagi. Maka harta jadi tak penting lagi. Makanan dan lainnya jadi tak penting lagi sekarang. Karena kamu cuma punya waktu satu jam. Jika kita coba memperdalam pesan yang disampaikan di dalam Al Quran ini. Bahwa waktu adalah aset terbesarmu. Sebaiknya kamu manfaatkan itu ketika masih di dunia ini.
Kemudian barulah kamu bisa hargai setiap hari, jam dan setiap waktu malammu. Kamu tidak akan sia-siakan akhir pekanmu lagi. Jika punya waktu, kamu tidak akan lagi sia-siakan waktumu untuk menonton, bermain video game dan hal semacam itu. Kamu akan gunakan waktumu untuk hal yang produktif.
Orang yang tidak merugi dalam urusan waktu adalah orang beriman. Siapa orang yang dapat mengakhiri hidup ketika tidak ada batasan waktu? Jika waktu adalah kerugian terbesar, siapa orang yang tidak akan rugi dalam waktu? Orang beriman.
Cermin iman mereka itu adalah mereka kerjakan sedikit hal yang Allah minta pada mereka. Kata “Shoolihaat” perlu dijelaskan pada kajian yang lain. Cuma sedikit saja yang diperintahkan, gak banyak. Allah tidak meminta banyak, cuma sedikit saja.
Yang Ia perintahkan di sepanjang tahun itu sangat sedikit ketimbang di bulan Ramadhan. Sulit melakukan itu di sepanjang tahun. Kita ‘sih inginnya bisa lakukan, tapi tidak akan bisa. Allah pun tidak memerintahkan, sangat sedikit yang Ia perintahkan. Sangat sedikit. Maka kerjakanlah perintah-Nya.
Mereka saling mendorong, saling melarang, saling menasehati, saling menyarankan satu sama lain dan setara dalam saling menasihati. Kata “تواصي - Tawaashee” berarti setara dalam menasihati. Kalau kata “ صاوو - Shaawuu”, yang satu mendominasi yang lain. تواصى - Tawaashaa berarti berdiri sejajar. Saya tak lebih baik darimu dan kamu pun tak lebih baik dariku. Kita saling menasehati. Carilah teman yang baik untuk menjaga keimananmu. Untuk menjaga rasa menghargai waktu.
Supaya ada yang menegurmu, “Hei, kamu ga sholat Isya kemarin. Kamu kemana? Kamu gapapa kan? Kita ga lihat kamu beberapa hari ini, kamu kemana? Saya mengkhawatirkanmu. Kamu ga masuk kelas, kamu ga kelihatan.”. Itulah “ تواصي بالحق - Tawaashee bill haqqi”. Saling mengingatkan tujuanmu di dunia ini. Bagaimana seharusnya kamu dapat hidup dengan baik tanpa melupakan tujuan hidupmu di dunia.
Di saat datang gangguan, saat godaan datang dan saat cobaan menghampirimu. Kamu harus menjaga imanmu. Sabar itu bukan cuma saat menghadapi kesulitan. Tapi juga godaan. Sabar dalam menghadapi gangguan. Kamu harus tahan untuk tidak menuruti itu. Kamu harus benar-benar punya disiplin diri. Kalau tak punya, maka kamu tak akan bisa menahan cobaan ini.
Ini adalah awal dari kehidupan kita. Kita yakin pada Allah. Bahwa hari ini setelah usaha dan doa yang kita lakukan selama bulan Ramadhan ini. Akan memberi kita awal yang baru. Kita harus yakini itu. Mulai dari sekarang kita sudah mengerti pentingnya waktu. Dan kita akan lakukan yang terbaik di sisa hidup kita. Itu yang akan kita lakukan.
Kamu akan buat jadwal. Kamu tetapkan kapan kamu akan menghafal Al Quran. Kapan kamu akan mengaji dengan lebih baik. Bagaimana kamu terbangun dan luangkan waktu untuk sholat. Kalau kamu anak kuliahan, bagaimana kamu atur jadwal kuliah supaya tetap bisa sholat Jumat. Atur supaya dapat sholat tak terganggu.
Bagaimana supaya kamu berani bilang ke perusahaanmu, saya perlu waktu untuk sholat. Jagalah sholat terlebih dahulu. Sholat adalah pengingat akan waktu yang paling utama.
إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا (An Nisaa: 103)
Sholat bagi orang beriman adalah aturan yang menjaga waktunya. Jika waktu itu penting, maka sholat pun penting bagi kita. Kamu harus jaga dan lakukan yang terbaik. Kalian yang masih muda, yang masih kuliah atau SMA. Jika kamu punya waktu luang maka isilah dengan menghafal Al Quran atau lakukan hal lain yang produktif. Jangan sia-siakan waktumu.
Waktu luang’lah yang banyak merusak keimanan seseorang. Cuma itu, waktu luang. Karena ada waktu luang maka pacaran. Karena ada waktu luang maka pergi ke klub malam. Karena ada waktu luang maka coba narkoba. Karena ada waktu luang. Kalau imanmu lemah maka jangan biarkan ada waktu luang untukmu. Sibukkan dirimu! Teruslah minta bantuan pada Allah.
Saya doakan semoga kamu semua mendapat teman yang baik. Kamu bisa memilah dengan baik, berkarakter kuat. Semoga Allah membantumu melawan godaan yang datang. Allah menjauhkanmu dari orang yang membuatmu terjatuh dalam dosa. Dan memberimu teman yang menjadikanmu manusia yang lebih baik. Dan semoga pada akhirnya kamu bisa membuat orang lain menjadi dekat dengan Allah karena kamu. Itulah yang harus kamu inginkan. Kamu ingin menjadi orang yang saling menasihati supaya bersabar. Semoga Allah menjadikan kita seperti itu. Dan semoga Allah tak menjadikan kita orang yang tersesat.
بارك الله لي ولكم فالقرآن الحكيم ونفعني وإياكم بالآيات والذكر الحكيم
Tolong doakan saya dan untuk keluarga saya. Saya mengambil manfaat dari mempelajari Al Quran dan bahkan membahasnya. Ini jadi pengingat bagi saya. Dan semoga anda mendapat manfaat dari sini. Yang saya minta hanyalah doa yang tulus untuk saudaramu ini. Dan mintalah agar Allah mengampuni kesalahanku.
وجزاكم الله خيراً (Jazakum Allahu Khayran)
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته (Wa Salaamu Alaikum Wa Rahamatullahi Wa Barakatuhu)
*Transcript Quran Weekly http://quranweekly.com/juz-30-quranic-gems
**Transcript dari video Islam IDN https://www.youtube.com/watch?v=IGacFTNf9Mc
***Reupload YouTube NAK Indonesia http://youtu.be/HKOrqelytDk
****Reupload FB NAK Indonesia https://www.facebook.com/video.php?v=1650243918522875
Follow NAK Indonesia:
http://nakindonesia.tumblr.com
https://twitter.com/NoumanAliKhanID
https://instagram.com/nakindonesia
https://www.facebook.com/NoumanAliKhanIndonesia
https://www.youtube.com/NAKIndonesia
“Carilah teman yang baik untuk menjaga keimananmu. Untuk menjaga rasa menghargai waktu. Karena waktu luang lah yang akan merusak imanmu“ -bener banget >.<
Belum disebut ahli hadist, kalau gak kenal Imam Bukhari-Muslim.
Pun sama, belum disebut ahli tajwid, kalau gak kenal Ibn Jazariy
- kata Syaikh
Siapa itu Ibn Jazariy? Hayu kenalan! :D
Kalau lihat time-line sendiri, pasti banyak tulisan ber-tanggal sama (kayak hari ini nih). Biarlah itung-itung bayar hutang. Udah lama banget gak posting sesuatu >.<
kalau niatnya buat ibadah, insya Allah dipermudah
abii
tidak perlu seribu tulisan dalam satu malam, cukup satu di setiap malam
siapa gitu
berdalih sibuk, padahal hanya tidak mau berkorban lebih. ah kamu!
segera berkarya!
satu kenangan Ramadhan tahun ini, kangen :’)
-photo by Pemuda Hijrah
Menahan Al-Ghoidh, bukan menahan Al-Ghodhob.
Keshalihan adalah penunjang keberkahan ilmu
Ustadz
Mengenal orang paling sibuk
Ia adalah penulis kitab shahih setelah Al-Quran. Anak yatim yang dididik langsung oleh ibunya dan 1080 Ulama saat itu. Siapa dia? Namanya Muhammad bin Ismail bin Ibrahim dari Bukhara. Kita mengenal dengan nama kauniyahnya: Imam Bukhari. Ia terlahir di zaman generasi ke-4, tahun 194 H. Ia belajar bahasa Arab sejak kecil dan menjelang usia 10 tahun, ia sudah hafidz. Lalu dimulailah perjalanan mempelajari hadist. Berapa lama ia belajar hadist? 52 tahun.
Berapa hadist yang ia hafal di 10 tahun pertama? 70.000 hadist.
Berapa total hadist yang ia pelajari? 600.000 hadist.
Bayangkan betapa sibuknya sang Imam saat muda. Betapa barokahnya waktu yang ia punya. Kesana kemari mencari para Ulama untuk belajar dan menghafal ribuan hadist. Dan Allah mengabadikan ilmunya hingga saat ini, ilmu rujukan kedua setelah Al-Quran.
Bandingkan dengan kita. Apa kita sudah sesibuk itu? :(
Tiga golongan yang tidak dihiraukan oleh Allah SWT
Rasulullah SAW bersabda: "Ada tiga orang yang nanti pada hari Kiamat tidak akan diajak bicara oleh Allah dan mereka mendapatkan siksa yang pedih: (1) orang yang mempunyai kelebihan air di gurun pasir, tetapi tidak mau memberikannya kepada musafir, (2) orang yang membuat perjanjian dengan orang lain untuk menjual barang dagangan sesudah ashar; ia bersumpah demi Allah bahwa telah membeli barang itu dengan harha sekian dan orang lain mempercayainya, padahal sebenarnya tidak begitu, (3) orang yang berbaiat kepada pemimpin untuk kepentingan dunia. Jika sang pemimpin memberikan keuntungan duniawi kepadany, ia penuhi janjinya; jika tidak, ia tidak memenuhi janjinya" [Sahih Muslim no. 157, Bukhari no. 2186]. Rasulullah SAW bersabda: "Ada tiga macam orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari Kiamat dan tidak pula menganggap mereka sebagai orang bersih (dari dosa), juga tidak bersedia melihat mereka itu, bahkan mereka akan memperoleh siksa yang pedih sekali: (1) orang tua yang berzina, (2) raja (pemimpin negara) yang suka membohong, dan (3) orang miskin yang sombong" [HR Muslim dlm kitab Riyadush Shalihin]. Na'uudzubillah T.T -dikutip dari buku Ensiklopedia Kiamat Tim Gema Insani
Darinya aku belajar banyak hal. Ia -keponakan cantik- bernama wanita penghulu syurga, Fathimah. Usianya belum sewindu, tp sungguh Allah sudah ada dalam hatinya. Ia yg berparas manis dan cerdas betapa yakin bahwa hari kiamat itu ada dan ia akan bertemu dengan Rabbnya. Saat adzan menggema, tak perlu lagi menyuruhnya untuk shalat wajib. Kala ia tertidur selepas mengaji maghrib, ia sering terbangun pukul 1 malam. Untuk apa? "Fathimah belum shalat isya" katanya. Wahai Rabb, sungguh Engkau benar bahwa setiap anak terlahir fitrah. Di saat para orang tua khawatir akan nasib anaknya di akhir zaman ini, tapi mudah bagiMu untuk menumbuhkan cinta padaMu dalam dirinya. Bagaimana caranya? "Ajarkan iman (kepada Allah dan hari akhir -khususnya) sebelum ilmu yang lain" tips dari Abu Fathimah. Semoga kau selalu menjadi anak shalehah, Fathimah :')