MELEWATKAN ORANG BAIK
“Hatimu yakin? Bukankah kalian saling cinta?”
“Iya, karena itulah aku berani melepasnya. Jika cintanya teguh, dia akan menunggu walau seribu tahun.”
“Bukankah kamu tidak minta ditunggu?”
“Dia akan menunggu meski tanpa kupinta.”
“Sudah baca statusnya yang paling baru?”
“Aku sudah berhenti mengikutinya sejak saat itu. Aku ingin mendamaikan hati.”
“Jadi kamu tidak tahu dia akan nikah pekan depan?”
“APA?!!!”
***
Dalam cinta kenapa tulisan-tulisan tentang memaafkan, melepaskan, dan berdamai banyak disukai dan dibagikan? Menurutku karena jumlah orang baik itu sedikit dan penggemarnya banyak. Sehingga saat dia memutuskan meminang atau menerima pinangan orang lain maka otomatis banyak hati yang patah, sesak, dan merana. Betul apa betul?
Nah, di saat itulah tulisan-tulisan tentang memaafkan, melepaskan, dan berdamai mengambil peran. Sebab urusan perasaan memang tak bisa dipaksakan. Kamu cinta seseorang tidak mesti dia mencintaimu. Kamu suka seseorang tidak harus dia juga suka.
Untuk itu jika kamu mengenal orang baik yang memperjuangkanmu dan kamu pun bahagia karena diperjuangkan, bantulah perjuangannya. Jangan biarkan dia berjuang sendiri. Karena ketika orang baik itu menyerah dan melepasmu, ketahuilah banyak tangan yang siap mengusap air matanya. Banyak hati yang rindu menjadi pasangannya.
Ya, bila mau dan cinta jangan pernah berbohong atau membohongi diri. Jika memang suka dan ingin hidup bersama, jangan pernah bermain dan permainkan rasa. Sebab seseorang yang datang melamar, sejatinya telah merendahkan diri dan membuang segala ego dan harga diri untuk bisa hidup bersama. Aku menulis ini karena ada beberapa hati yang sengaja menguji sebesar apa cinta seseorang yang sedang berjuang untuknya. Bersembunyi agar dicari, menghilang biar ditemukan, dan berlari supaya dikejar. Padahal kata para pujangga, perjuangan tidak sebercanda itu bukan?
Sebenarnya itu boleh jika kamu siap dengan segala resikonya. Karena beberapa pria punya prinsip melamar hanya sekali. Jika tertolak dia akan dengan segera pindah ke lain hati. Bukan karena kamu tidak berharga di matanya. Tapi dia lebih menghargai waktu dan orang-orang yang lebih mencintainya.
Melewatkan orang baik yang ingin membersamai dalam perjuangan adalah penyesalan yang tak berujung. Tapi semua telah terjadi. Tidak berguna segala tangis dan air mata. Teruslah perbaiki diri. Agar saat kesempatan itu datang lagi kamu telah siap dan tidak menyia-nyiakannya. Karena orang baik itu pasti akan selalu datang. Selama kamu memang pantas diperjuangkan oleh orang yang hatinya baik.
Semoga kita tidak melewatkan orang baik yang ada di sekitar kita. Semoga kita berjodoh dengan orang yang baik hatinya, baik akhlaknya, juga baik agamanya.
(Apa Kabar Rindu hal 43-45)
Pemesanan sudah di buka lagi. Bisa lewat line @senyumsyukur atau WA 0812 8642 7969 (fast respon)












