Selipan foto guys.
Lambe Turah on duty :D

seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from South Africa

seen from Australia
seen from United States

seen from United States
seen from Australia
seen from United States
seen from Thailand
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from Australia

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Israel

seen from Russia
Selipan foto guys.
Lambe Turah on duty :D
DIAM -DIAM NYONYA FIRLIE.. Ini adalah pos pelanggaran. Si empu tumblr ngakunya tidak mau menulis dulu di sini, alasannya biar keinginan menulisnya tertumpah di skripsi. Maklum, waktu di Jogja sudah hampir habis. Urusan akademik yang harus diselsaikan masih berbaris-baris. Pertemuan Nyonya Firlie hari ini membuatnya berubah pikiran.
Nyonya Firlie.
Adalah sesosok perempuan penghuni Condong Catur. Kulaihnya di ekonomi , fakultas yang letaknya jauh dari kampus terpadu UII. Tidak pernah bertemu sebelumnya, tapi di akhir tahun DPPM membuat kami berkenalan.
Penerjunan KKN, membuat aku harus-banget ngebooking nyonya jadi partner boncengan aku menuju desa Kaliglagah yang permai. Ini karena nyonya adalah satu-satunya rider perempuan dari unit kami. Naik motornya gas pol, bisa nyalip (mendahului-red) mobil-mobil yang berbaris di depan , dan sukses membuat aku menepuk pundaknya dan bilang “pelan-pelan aja, Fir”. Kalau mau tau gimana sensainya coba aja. Kadang jantung jadi bekerja diluar normalnya, apalagi ditambah rem motor nyonya yang kerjanya tidak sempurna.
Nyonya Firlie unik sekali. Sebagai mahasiswa psikologi, awalnya harus berusaha memahami, ternyata nyonya ini memang terbentuk sebagai anak terakhir. Tapi kalau sudah kenal, akan tahu ternyata dia mau banyak belajar. Meskipun lagaknya menolak, tapi nanti diam-diam dia mencoba ngelakuin saran yang temannya berikan.
Nyonya Firlie yang kadang-kadang lack of smile, diam-diam juga sabar sekali. Sabaaar sekali. Entah gimana aku harus mendeskripsikan di sini. Dia bisa tahan godaan marah, dan sebagainya. Tetap baik kepada yang (menurutku) kurang baik ke nyonya.
Nyonya Firlie juga diam-diam sepertinya saudara Mario Teguh. Kalau biasanya dia ngomongnya mengundang tawa dan istighfar, apalagi Yayae, sering banget bilang “Astaghfirullah Firlie, kau ni!”. tapi, di waktu-waktu tertentu kata-katanya berubah jadi emaassss. Teduh seperti Mario Teguh.
Nyonya Firlie, hari ini dia wisuda. Diam-diam skripsi udah beres aja, udah langsung ngundang untuk dateng wisuda. Ngebut banget ya, padahal waktu KKN bilang belum lulus ujian apa itu namanya, kompre, seluruh materi ekonomi yang diujikan secara lisan, ternyata dia selesai kuliah duluan.
-
Tapi, nyatanya bukan hanya kamu yang melakukan sesuatu dengan diam-diam, nyonya. Karena aku dan Yayae diam-diam juga banyak belajar dari nyonya. :)
-
Barakallalh Nyonya Firlie! Semoga berkah ilmunya. Gelar sarjananya bukan berenti aja di dunia, tapi juga jadi tiket ke surga. Semoga juga makin cinta dan dicintai Allah. Aamiin. :D
-
In Pict with Firlie dan Yayae.-dua anak yang udah lebih dari sekedar teman. #eaaa
-
Ardina. Yogyakarta, 22 April 2017.
. When you arise in the morning, think of what a precious privilege it is to be alive, to think, to enjoy, to love. #kknuii #gebang #vsco#vscocam#humaninterestphotography#sunrise (at Desa Pelutan Gebang Purworejo)
. We worry about what a child will become tomorrow, yet we forget that he is someone today. #kknuii #uii #nekattraveller#explorepurworejo#jalanjalanmen#ayodolan (at Desa Pelutan Gebang Purworejo)
#Day23 #KKNUII #MG252 Some people go to the ends of the Earth just to see what they can see. -Disney (at Pinusan Kragilan Top Selfie)
Lets find some beautiful place to get lost. #Day6 #KKNUII #MG252 (at Banyusidi, Jawa Tengah, Indonesia)
#postingan04 #day2 #KKNUII #MG252 Hari kedua. . Selamat pagi. Ini sunrise-ku, mana sunrise-mu? (at Banyusidi, Jawa Tengah, Indonesia)
#postingan03 #day1 #KKNUII #MG252 . Pernah baca komen di salah satu akun IG, "emang kamu KKN? Kan Univ kamu Swasta". Lah terus kenapa kalo swasta? . KKN UII Reguler Antar Waktu, Unit 252. Kabupaten Magelang, Kecamatan Pakis, Desa Banyusidi 3, Dusun Wiropati. . Mengenai warga. Ah memang bener ternyata kalo warga desa itu sangat ramah dan welcome kepada siapapun, meskipun itu pendatang. Waktu observasi ke dusun Wiropati kemaren, warganya sengaja keluar rumah untuk tersenyum. "Pinara mas", "Krasan mas". Senyum mereka tulus tanpa ada kontaminan apapun. Sungguh. Setiap berkunjung kerumah warga pasti disuguhi dengan apapun yg mereka punya. . Mengenai Wiropati. Dusun Wiropati merupakan dusun terbesar yang ada di desa Banyusidi. Jumlah KK-nya sampai +200 KK. Sangat banyak untuk ukuran dusun. Cuaca? Sejuk! Wiropati berada di ketinggian +700mdpl. Hukumnya wajib menggunakan selimut. Air? PASTI ADA, Wiropati berada di daerah pergunungan. Jadi maaf untuk kawan-kawan yg KKN-nya harus beli air (walaupun itu di daerah gunung juga) hehe . Mengenai foto. Foto ini diambil di malam pertama saat datang di Wiropati. Warganya yg ramah mengajak kami, para cowo-cowo unit 252 ikut ngobrol santai ditemani api unggun dadakan. Mulai dari kakek, bapak, sampai pemuda-pemuda ada. Ah percakapan yg luar biasa. Percakapan bahasa Jawa. Hanya bisa diam, senyum, dan ikut tertawa kalo yg lain tertawa. Sungguh. Ada yang lucu ketika para cewe-cewe unit 252 lewat di depan kami. Mereka, cewe-cewe yang baru pulang silaturahmi dari rumah pak Dusun langsung pulang ke posko tanpa ikut gabung dengan kumpulan api unggun. "Misi mas" kata mereka sambil tersenyum, sumpah dengan serentak pemuda-pemuda situ tanpa di komandani langsung bilang "Nggeh mba" dengan lantang. Sungguh. Langsung ada celetukan dari bapak-bapak "Kalian aja kalo cewe langsung semangat" dalam bahasa Jawa pastinya, langsung disambut tawa semuanya. Ah beginilah dusun ini hidup, dengan segala keterbatasan yang ada, tetapi tidak menjadikan halangan untuk mereka bisa berbahagia. . Btw, Masih ada 29 hari lagi yang harus dilewati. Masih ada 29 hari lagi waktu untuk mengabdi ke masyarakat. Masih ada 29 hari lagi untuk berbuat sesuatu disini. Semoga. (at Banyusidi, Jawa Tengah, Indonesia)