Ada namanya “ waktu tunggu “ untuk suatu hasil terbaik.

Origami Around

★
Sweet Seals For You, Always

ellievsbear

oozey mess
I'd rather be in outer space 🛸
taylor price

PR's Tumblrdome
KIROKAZE
h

❣ Chile in a Photography ❣

pixel skylines
Lint Roller? I Barely Know Her
wallacepolsom
Claire Keane
Sade Olutola
RMH
sheepfilms
noise dept.
d e v o n
seen from Brazil
seen from Brazil

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Tunisia
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Netherlands
seen from Maldives
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@khoirulfikrie
Ada namanya “ waktu tunggu “ untuk suatu hasil terbaik.
Pada suatu siang, langit hujan deras diiringi dengan kilatan cahaya petir dan suara guruh bersahutan, ku buka surat Ar ra'd yang kemarin baru selesai di muroja'aah.
Ar-Ra'd berarti guruh tersebab ada di ayat-13 yang menyebutkan kalimat tersebut.
Surat dengan urutan ke-13 di dalam Al quran ini memiliki keunikan tersendiri, selain setatusnya sebagai surat Makkiyah yang di dalamnya terdapat ayat ayat Madaniyah, surat ini juga menarik karena terdapat fakta fakta unik di dalamnya.
Berikut fakta-fakta unik yang ada pada surat ini :
1. Surat ini diapit dengan lima surat , tiga surat sebelumnya bermulaan dengan Huruf Muqatta'ah ( الٓرۚ ), dua surat setelahnya pun bermulaan dengan ayat yang sama yaitu ( الٓرۚ ) , sedangkan surat ini berbeda dengan surat sebelum dan sesudahnya yang bermulaan dengan ayat ( الٓمرۚ ) .
2. Pada ayat ke-11 Allah ﷻ Berfirman :
اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ
Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka.
3. Pada ayat ke-39 juga Allah berfirman :
يَمْحُوا۟ ٱللَّهُ مَا يَشَآءُ وَيُثْبِتُ ۖ وَعِندَهُۥٓ أُمُّ ٱلْكِتَٰبِ
Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuzh).
Dari ketiga fakta ini seakan Allah ﷻ memberikan isyarat kepada kita tentang perubahan, ada orang yang dalam hidupnya mengalami sesusahan dan nasib yang kurang baik kemudian ia berusaha mengambil langkah langkah perubahan, memperbaiki diri, meningkatkan kesungguhan dalam beramal sampai kemudian Allah ﷻ merubah nasibnya menjadi lebih baik.
Pada ayat ke-39 ini jelas Allah ﷻ menegaskan bahwa taqdir itu bisa dirubah, tetapi Allah ﷻ yang dengan kekuasaan dan kehendaknya saja lah yang bisa melakukan itu. Bagi manusia ranahnya adalah ikhtiar dan terus berusaha memberbaiki amalan, terus belajar dan mengembangkan dirinya serta mengirigi semua itu dengan melangitkan doa doanya kepada Allah ﷻ.
Diantara manusia banyak yang bertanya " bagaimana jika usaha yang dilakukan tidak sebanding dengan hasil yang didapat ? Sudah capek capek berusaha jangan jangan hasilnya zonk ? ". Bagi seorang muslim tentunya harus berbaik sangka kepada Allah bahwa kelak semua usahanya akan memberikan kebaikan kepada dirinya, dan semua taqdir Allah itu adalah kebaikan.
Seseorang perlu memastikan dirinya selalu ada pada jalan yang sesuai dengan syariat Allah, dan tujuan dari semuanya adalah mendapatkan Ridho Allah ﷻ . Jika Allah ﷻ sudah ridha dengan hamba-Nya apakah sulit bagi-Nya untuk merubah taqdir ?.
Dalam sebuah hadits Rasulullah juga pernah menyampaikan bahwa taqdir itu bisa dirubah dengan doa.
لاَ يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلاَّ الدُّعَاءُ
“Tidak ada yang menolak takdir (qadha’) kecuali doa, ....” (HR. At-Tirmidzi no. 2139).
Nurul Fikri Boarding school, 16 April 2026.
Karunia Allah begitu luas melebihi luasnya lagit dan bumi, seperti halnya sebuah kebaikan yang tidak terbatas pada aktifitas yang bersifat ritual saja, tetapi meluas kepada aktifitas-sosial.
Salah satunya adalah “ menanamkan kegembiraan di hati orang lain “.
Hudan Lin-nas.
Al quran yang ada di tangan kita ini pernah menyebutkan tentang dirinya, bahwa ia diturunkan oleh Allah di muka bumi ini sebagai "Huda" petunjuk, sebagai pedoman hidup, buku pegangan yang berisi tata cara hidup yang baik, sebagai lentera di tengah kegelapan malam, sebagai solusi dari setiap permasalahan hidup kita.
Ia merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada hambanya, ia berikan buku panduan ini kepada manusia supaya ia tidak tersesat di jalan, Ia bekali pengetahuan supaya tidak jatuh dalam kesengsaraan dan mampu melewati kerasnya hidup ini dengan segala cobaan nya sehingga selamat sampai tujuan, yaitu kehidupan akhirat yang abadi.
Saat manusia jatuh dalam kesedihan dalam sakitnya, kebingungan dalam pilihannya, kebuntuan dalam persoalanya, kerap kali mereka salah mengambil obat dan memilih jawaban jawaban dari persoalan itu.
Ia juga sebagai cahaya yang diturunkan Allah di muka bumi, saat cahaya itu masuk kedalam hati seseorang maka saat itu juga rahmat Allah menerangi jiwa dan raga nya.
Tetapi pertanyaanya apakah cahaya itu bisa kita dapatkan ?
Cahaya Al Quran
Tidak ada takaran yang pasti soal siapa yang layak menerima cahaya ini, karena siapapun layak mendapatkan nya.
Seorang ulama-ustadz, akademisi, pelajar-pengahafal Al quran, pekerja umum, dokter, bahkan seseorang yang tidak memiliki gelar sekalipun layak untuk mendapatkan cahaya Al quran.
Al Quran berbicara kepada siapapun ,ia tidak hanya berbicara kepada para nabi dan rosul saja, tetapi kepada seorang petani yang menabur benih, kepada seorang pedagang yang menimbang dagangannya, kepada ibu rumah tangga yang mendidik anaknya.
Siapapu bisa membaca Al quran bahkan caranya sederhana, membaca Al quran cukum dengan keikhlasan niatnya untuk menerima sapaan Allah.
Ketika hati ikhlas membaca atau bahkan hanya mendengarkan ayat ayatnya saja ia akan metihat sapaan Allah itu lewat ketenangan hati, khusyu', air mata yang mengalir, diberikan ispirasi dan motivasi dalam kebaikan.
Nurul Fikri Boarding School serang, 9 April 2026
Membuat orang lain riang-gembira, termasuk dari Amalan yang Allah cintai setelah Ibadah-ibadah Wajib.
Syukur-
Alhamdulillah hari pertama memasuki bulan Ramadhan,bulan yang agung nan mulia, bulan yang penuh berkah dan limpahan pahala, bulan musim seminya Al quran.
Maka satu hal yang perlu kita lakukan adalah senantiasa “bersyukur” kepada Allah atas nikmat kesempatan ibadah ini.
Ada satu kisah dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah dimana pada suatu ketika ada dua orang yang baru masuk islam kemudian ikut berjihad, satu diantaranya syahid lebih awal dan satu lagi masih hidup dan memenagkan pertarungan (Jihad) yang kemudian setahun setelahnya ia pun meninggal dunia karena sakit.
Nah suatu hari Sahabat Tolhah bin Ubaidillah ( Sang Ahli Syurga yang berjalan di muka bumi ) bermimpi tentang dua pemuda tadi. Yang aneh buat tolhah dalam mimpi tersebut kenapa si pemuda yang meninggal karena sakit dipanggil terlebih dahulu dari pada pemuda yang syahid untuk masuk syurga ?.
Sampai kemudian di esok harinya ia bertanya kepada Rosulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam.
Beliaupun menjawab, “ Bukankah umurnya setahun lebih panjang dan bertemu Ramadhan lalu banyak beribadah di dalamnya ?.
Pelajaran dari kisah ini adalah
Pertama : Bahwa pahala ibadah dan amal kebaikan Ramadhan jika dimaksimalkan maka akan bisa meninggikan derajat seorang hamba pada level lebih tinggi diatas seorang yang syahid.
Kedua : Nikmat kesempatan ibadah di bulan suci Ramadhan perlu disyukuri dengan banyak beramal soleh sehingga kemudian Allah tambahkan kebaikannya.
Ya Rabb semoga Allah berikan taufiq inayah dan hidayahnya untuk kita istiqomah beramal dan beribadah di bulan Ramadhan tahun ini.
Nurul Fikri Cinangka, 1 Ramadhan 1445 H
Rumah Cahaya
Yang menjadi khasais (ciri khas) Al Quran adalah nama surat yang digunakan sangat berhubungan dengan isi pembahasan yang ada di dalamnya. Banyak contohnya, misal surat Al baqarah dengan kisah sapi betina bani isroil nya, Ali Imron dengan kisah keluarga imron nya, begitupun surat An Naba dan Al qoriah tentang pembahasan hari kiamat di dalamnya.
Nah, salah satu tema tentang keluarga ternyata disebutkan di dalam Al Quran mengunakan judul surat “An Nur” yang berarti cahaya, seakan Al Quran memberikan pesan kepada manusia, jika kalian ingin membangun rumah tangga maka jadikan rumah tangga kalian rumah yang memiliki “An Nur” cahaya. Cahaya yang menerangi jalan, cahaya yang memberikan keyakinan akan masa depan, cahaya yang mampu membedakan antara ular dan kayu antara duri dan rumput.
ٱللَّهُ نُورُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ مَثَلُ نُورِهِۦ كَمِشْكَوٰةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ ۖ ٱلْمِصْبَاحُ فِى زُجَاجَةٍ ۖ ٱلزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّىٌّ يُوقَدُ مِن شَجَرَةٍ مُّبَٰرَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَّا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِىٓءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ ۚ نُّورٌ عَلَىٰ نُورٍ ۗ يَهْدِى ٱللَّهُ لِنُورِهِۦ مَن يَشَآءُ ۚ وَيَضْرِبُ ٱللَّهُ ٱلْأَمْثَٰلَ لِلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ
Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.(An Nur : 35)
Setelah Allah memberikan informasi tentang kedahsyatan “Cahaya” itu, dimanakah kita bisa mendapatkannya ? ternyata di ayat berikutnya Allah menyebutkan tempatnya.
فِى بُيُوتٍ أَذِنَ ٱللَّهُ أَن تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا ٱسْمُهُۥ يُسَبِّحُ لَهُۥ فِيهَا بِٱلْغُدُوِّ وَٱلْءَاصَالِ
Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang ( An Nur : 36 )
Di ayat ini jelas ternyata tempat sumber cahaya itu adalah masjid, tempat beribadah ,berdzikir, dan berkumpulnya orang orang soleh di waktu pagi dan petang, tempat terbaik di muka bumi. Bagi setiap keluarga, siapapun harus dekat dengan masjid, mereka harus mengambil sebongkah cahaya untuk dibawa pulang kerumah memberikan penerangan di dalamnya agar tidak gelap gulita. Jika sebuah keluarga jauh dari masjid lantas dari mana lagi mereka akan mendapatkan cahaya di rumahnya ? bagaimana mereka mampu berjalan ditengah gelapnya kehidupan dunia ini.
yang menarik kemudian adalah bagaimana Allah memberikan peringatan bahwa kapanpun cahaya itu akan redup dan padam bila mana kita lalai.
رِجَالٌ لَّا تُلْهِيهِمْ تِجَٰرَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَن ذِكْرِ ٱللَّهِ وَإِقَامِ ٱلصَّلَوٰةِ وَإِيتَآءِ ٱلزَّكَوٰةِ ۙ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ ٱلْقُلُوبُ وَٱلْأَبْصَٰرُ
Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.( An Nur : 37 )
Yah, Perniagaan dan jual beli. Pekerjaan, bisnis, dan mata pencahariaan kita sering kali tanpa-sadar menggeser komunikasi kita dengan Allah, padahal masing sudah Allah bagi waktunya dan ada aturan syariatnya, tapi lagi lagi dunia selalu menipu ketika kita lengah. menggeser orientasi kita dari masjid dan akhirat.
( disadur dari buku "inspirasi rumah cahaya" Ust Budi Ashari )
Jagalah selalu cahaya rumah tanggamu agar ia bisa menerangi hidupmu. Jangan biarkan ia redup dan terpadamkan oleh kesibukan dunia yang melalaikan.
Melihat peristiwa di gaza bagaimana bangunan-bangunannya dibombardir oleh zionis Israel La’natullah, Rumah-rumah ,fasilitas umum, dan tempat-tempat ibadah, semakin menguatkan orang-orang beriman akan dekatnya pertolongan Allah.
وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُم بِبَعْضٍ لَّهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَصَلَوَاتٌ وَمَسَاجِدُ يُذْكَرُ فِيهَا اسْمُ اللَّهِ كَثِيرًا ۗ وَلَيَنصُرَنَّ اللَّهُ مَن يَنصُرُهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ.
Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa, [Hajj: 40]
Sunnah-Tadaawul
Siapa yang mengira seorang-musa yang masa kecilnya menggembala akan menjadi sang-Kalimullah. Begitu juga seorang penggembala domba-domba pemuka Quraisy dengan upah yang sederhana, seorang Muhammad yang kemudian menjadi Sang-Khataamun-Nabiyyin.
Hari berganti hari, semua keajaiban seseorang akan Allah putar tinggal menunggu waktunya. kuncinya adalah sedikit Ikhtiyar dan perbanyak-Khusnudzhon kepada Allah.
عن الزبير بن العوام رضي الله عنه قال :
قال رسول الله ﷺ :
((مَنْ أحَبَّ أنْ تَسُرَّهُ صَحِيفَتُهُ فَلْيُكْثِرْ فِيهَا مِنَ الاسْتِغْفَارِ))
رواه الطبراني.
"Siapa yang senang agar lembaran catatan amalnya akan menggembirakannya, maka hendaklah ia memperbanyak istighfar (minta ampunan kepada Allah).
( HR Thobroni )
Kunci dalam berinteraksi dengan pasangan adalah senantiasa melihat kebaikan-kebaikan yang pernah dilakukannya.
Dalam sebuah syair Arab dikatakan
وإذا الحبيب أتى بذنب واحد
جاءت محاسنه بألف شفيع
Jika yang dicintai datang dengan (membawa) satu dosa.
Akan datang kebaikannya dengan seribu pemberi syafaat.
قال أبو عبد الرحمن العمري رحمه الله
كنت جنينا في بطن أمي وكان يؤتى برزقي حتى يوضع في فمي؛ حتى إذا كبرت وعرفت ربي ساء ظني فأي عبد أشر مني.
Abu Abdirrahman Al-'Umari Rahimahullah berkata:
Dahulu aku adalah janin di perut ibuku
Didatangkan rizkiku hingga diletakkan di mulutku;
Sampai aku tumbuh besar dan aku telah mengenal Rabb-ku, aku berburuk sangka (pada-Nya),
Maka adakah hamba yang lebih buruk dariku?."
[Hilyatul Auliya': 7/208]
Note : Pada saat kamu masih menjadi sebuah janin dalam rahim ibu, belum mengenal Allah belum bisa bersujud dan berdoa Allah berikan rezekinya secara cuma-cuma.
Mungkin kah dengan semua kemampuanmu saat ini, sujud dan doa-doamu Allah akan meninggalkanmu ??
Belajar dari kisah bilal si anak matematika jenius yang hafal Al Quran mutqin berabrengan dengan sanad Qiroat beserta mutun-mutunnya.
Dari prestasi yang diraihnya pada olimpiade-olimpiade matematika internasional bilal juga sempat menulis buku tentang ayat-ayat mutasyabihat (ayat ayat serupa di Al Quran).
Poin dari kisah bilal jika kita ingin sukses bersama Al quran :
Pertama : Keyakinan yang kuat bahwa al quran itu sumber Keberkahan, dan semua capaian prestasinya tidak lain kecuali dari secuil keberkahanya.
Kedua : Peran Orang tua dalam Pendidikan Al Quran.
Pelajarannya adalah Al quran bukan sesuatu yang kebetulan atau seperti diberikan seperti mukjizat, tetapi ia adalah kesungguhan dan kemauan.
هي ليست مصادفة بل جهد ورغبة
Source : Fahad Al Kandari ( https://www.youtube.com/watch?v=Y0tfDM81OJA )
Separuh Ramadhan Akan berlalu dan tersisa sebagiannya.
Para Ahli Ilmu sering mengingatkan hal tersebut dengan sebuah kalimat :
إن قصَّرت فيما مضى فأحسن فيما تبقَّى
“Jika yang berlalu banyak kekurangan maka perbaikilah yang tersisa”
Ya Allah jadikan kami termasuk mereka yg mendapatkan rahmat,maghfirah, dan pembebasan dari api neraka.
#Lathaif Quraniyah di surat Al Baqarah ( وإذاسألك (عبادي عنّي فإنّي قريب
Dibeberapa tempat di dalam Al quran ketika Allah menyebutkan sebuah redaksi pertanyaan ( يسألونك ) yang artinya “ mereka bertanya tentang sesuatu ini itu “ biasanya muncul berbarengan dengan lafadzh ( قل ) yang artinya “ katakan lah/sampaikan lah-bahwa ini itu dst “ ada perantara antara Allah dan objeknya.
Tetapi yang menarik adalah pada salah satu ayat shiyam di surat Al baqarah ayat 186 dalam kasus yang sama justru Allah SWT menyamarkan lafadzh “قل “ dan diberikan sebuah kalimat ta’kid penegasan “ فإني قريب".
Syaikh Bakr abu Zaid Hafidzhohullah menuliskan catatatan tentang ini :
وفي هذا-والله أعلم اشارةإلي رفع الواسطة بين العبد وربّه في مقام التعبد والدعاء
Dalam ayat ini-Wallahu A’lam- Menunjukan sebuah isyarat dihapusnya perantara antara hamba dan Rabb nya saat ia beribadah dan berdoa.
Surat Al Fatihah
Abul Mudzhoffar As Sam’ani meriwayatkan tentang kisah guru ngajinya yang bernama Al Imam Abu Manshur Al-Baghdadi.
Beberapa hari setelah wafatnya, beliau ( Al Imam Abu Manshur Al-Baghdadi ) dimimpikan oleh seseorang. Di mimpi tersebut beliau ditanya, "apa yang telah Allah perbuat denganmu?". Imam Abu Manshur Al-Al Baghdadi menjawab:
غَفَرَ اللهُ لِي بِتعليمِي الصِّبْيان الفاتِحَةَ
Artinya: "Allah telah mengampuniku, karena aku pernah mengajarkan anak-anak membaca Al-Fatihah."
( Ghoyatun Nihayah Fii Thobaqatil Qurra’ Li Ibn Jazary 2/105 )
Sekaliber Qurro’ pakar Al quran seperti beliau yang lahir dari majelis-majelisnya banyak sekali Ahli qiroat pasti dia adalah orang yang memiliki pencapaian amalan yang kita tidak bisa capai baik amalan ibadahnya atau karyanya.
Tapi yang menarik dari setiap amalan dan karya itu justru Mengajarkan Al fatihah kepada anak-anak kecil yang diangkat oleh Allah.
Amalan sederhana yang setiap orang bisa melakukanya. Mengapa demikian besar keutamaan nya ? Karena surat Al fatihah adalah induk nya Al quran (Ummul Kitab) dan sebagai syarat bacaan yang harus dibaca oleh setiap muslim saat beribadah sholat 5 waktu dalam sehari.
Pastikan kita lah sebagai orang tua yang lebih dahulu mendapatkan keutamaan itu dari guru-guru ngaji di TK dan SD nya.
Nurul Fikri Boarding School
3 Ramadhan 1444 H
Sesunggunghnya rumah-rumah di syurga dibangun dengan dzikir.
Jika kita berhenti berzikir para malaikat pun berhenti dalam membangunnya.
( Ibnul Qayyim )