Mencintai Orang Baik
Mencintai seseorang yang baik, tidak akan pernah sia-sia. Meskipun jika pada akhirnya tidak berujung bersama, hanya sebatas bertemu di persimpangan takdir. Sebab setelah pertemuanmu dengannya, langkahmu akan semakin ringan dan hatimu dibuat lapang. Sebab kehadirannya telah memberikanmu banyak energi untuk bertumbuh menjadi diri yang lebih baik di hadapan Sang pencipta.
Seseorang yang baik, seperti lentera terang di tengah gulitanya kehidupan yang atas izin-Nya akan menuntunmu untuk berproses menjadi lebih baik. Kedengarannya memang klise tapi begitulah seringkali—kenyataannya.
Namun besar semogaku, jika kelak kau menemukan dan mencintai seseorang yang baik, maka orang itu memang ditakdirkan untukmu. Tanpa harus kau lepas dengan sorai kesedihan untuk berlalu.
Mencintai seseorang yang baik akan membuat hatimu lebih peka terhadap seluruh hal tentang Sang pencipta yang semestinya kau renungi dan syukuri tanpa alpa sedari lama.
Mencintai orang baik, akan membuatmu mencintai perbuatan dan perkataan yang baik.
Mencintai orang baik, akan menghadirkan sejuknya angin ketenangan dari langit untuk meredam riuhnya gelombang di samudra hati.
Mencintai orang baik, juga akan menurunkan gerimis teduh untuk membasahi gersang dan tandusnya mimpi yang sempat mati—sebagai rasa berkah yang tak kenal reda dan abadi.
Kau akan memahami lebih banyak tentang makna baik kehidupan ketika kau menemukan orang yang tepat untuk bersama-sama memahaminya. Kau akan menuju dan tetap berada pada jalan yang lurus, ketika pemimpin di depanmu adalah orang baik yang paham akan Tuhan dan kebenaran.
Begitulah rasanya mencintai seseorang yang baik yang sangat mencintai sang pencipta-Nya dan aku yakin begitulah rasanya mencintaimu, kelak. 🤍
Perahu kertas dan hujan sore, 17 Februari 2022 17.36














