Untuk Tiga Tahun Lalu
Perjalananku denganmu adalah takdir yang sama sekali tidak aku tebak. Selama seperempat abad aku hidup, tak pernah rasanya Tuhan memberikan alur kehidupan se-random ini. Kamu yang muncul tiba-tiba tiga tahun lalu, mengutarakan maksudmu, lalu kemudian pergi dengan yang lain. Kejadian tahun 2018 itu sampai kapan pun tidak akan permah luput dari ingatan. Sebisa mungkin aku melupakanmu meski sering kali gagal. Kamu selalu hadir lewat bayangan kala senggang atau dalam mimpi-mimpi yang tidak pernah aku inginkan.
Awal tahun 2021, saat perjalanan masa lalu kita akan genap memasuki tahun ketiga, tiba-tiba kamu kembali muncul. Pesan darimu membuatku menahan kerinduan yang dulu sempat ada. Aku menangisi sesuatu yang tidak kumengerti. Kamu sudah dengan yang lain, sudah punya buah hati. Namun, apa alasanmu menghubungiku kembali? Apakah karena kamu semakin sadar bahwa apa yang kamu tinggalkan tiga tahun lalu itu lebih berarti? Atau ... karena kamu ditimpa kesusahan lantas harus meminta maaf kepadaku sebagai orang yang pernah kamu sakiti?







