Expect nothing, appreciate everything.

No title available
Monterey Bay Aquarium
Misplaced Lens Cap
sheepfilms

Origami Around
Sweet Seals For You, Always
Today's Document
noise dept.
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
h

Game Changer & Make Some Noise

Kiana Khansmith

bliss lane

PR's Tumblrdome
No title available
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
taylor price
todays bird

tannertan36

pixel skylines
seen from Kenya
seen from United States

seen from Australia
seen from Greece
seen from Türkiye

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from Russia

seen from Germany
seen from Netherlands

seen from Uzbekistan
seen from Russia

seen from Türkiye

seen from China
seen from Malaysia

seen from France
seen from Germany

seen from United Kingdom

seen from Singapore

seen from Malaysia
@kjwdhlina
Expect nothing, appreciate everything.
Ketika kamu sudah merasa lelah, saat semua terasa berat dan sulit, ingatlah alasan kenapa kamu memulai di saat kamu bisa memilih untuk diam dan melanjutkan hidup.
Semoga masa depan yang lebih indah menanti di akhir perjuangan :)
16 Juli 2016
Dan aku jatuh cinta pada upayamu.
(KG)
1 April 2016.
Aku masih ingat hari itu, hari dimana tanpa ada pembukaan atau basa basi, kau mengutarakan maksudmu.
Tidak masuk akal pula sebenarnya kau berbicara padaku tanpa kata pengantar hari itu; untuk mengambil tanggung jawab ayahku untuk membimbingku. Kamu tidak mempertimbangkan resiko, akan ditolak.
Kau tahu, tak pernah kubayangkan sebelumnya, itu kamu.
Kita bukan teman karib. Kita tak bertukar cerita panjang. Kita juga barangkali tidak saling kenal seutuhnya. Aku yakin, kamu tak mengenalku seutuhnya. Begitu pula aku.
Ternyata itu kamu.
Seseorang yang berbicara apa adanya, tak membingkainya dengan kalimat indah. Kau utarakan begitu datar, pasti, tanpa kuharus menerka apa maksudmu. Karena kamu seperti itu, lugas.
1 Mei 2016
Aku pernah bermimpi, akan memiliki seseorang yang bisa kudengarkan setiap waktu kata-katanya. Tapi nyatanya, Allah terlalu baik. Ia menghadirkanmu untukku mendengarkan ceracauan ku yang ternyata lebih ekspresif untuk bercerita.
Aku pernah bermimpi akan memiliki seseorang yang kata-katanya bisa aku kutip setiap hari di laman tumblr ku. Tapi nyatanya, Allah terlalu baik. Aku bahkan tak bisa menuliskan dengan sempurna bagaimana kau menghargaiku sebagai perempuan, tanpa perlu memproduksi jutaan kata indah.
Kau harus tahu, darimu aku belajar, bahwa laki-laki yang baik tak pernah membuat perempuan yang ia cintai menunggu. Karena kamu, memilih mengungkapkannya ketika kamu benar-benar siap mempertanggungjawabkan rasa itu.
Kau juga harus tahu, saat kau ketuk pintu rumahku saat itu, aku merasa itu mimpi. Aku tak pernah membayangkan, ada seseorang yang datang ke rumahku bahkan saat aku tak ada di rumah. Dan kamu datang sendiri; dengan yakin meminta seseorang yang tak sempurna ini, untuk menjadi pendampingmu seumur hidup.
Darimu, aku belajar, bahwa keberanian laki-laki itu selalu menghasilkan minimal 50% pertimbangan perempuan, untuk berkata ‘iya’. Kamu, berhasil melunturkan segala keraguanku selama ini, atas laki-laki. Kamu juga yang akhirnya berhasil mematahkan skeptisme pribadiku dalam memandang makhluk bernama laki-laki.
Aku, tidak pernah mengalami trauma atas kisahku. Tapi, aku trauma melihat sekian banyak kisah laki-laki yang bisa seenak hati memberikan harapan dan meninggalkan perempuan begitu saja. Aku trauma melihat seorang laki-laki dengan mudahnya meninggalkan seorang perempuan atas alasan legal bernama ketidaksetujuan dari pihak keluarga.
Aku jarang bisa menghormati laki-laki. Karena bagiku (yang sering kejam ini), menghadapi laki-laki harus menggunakan asas praduga bersalah, sampai akhirnya menemukan bukti bahwa laki-laki itu baik. Aku hanya bisa tertawa mengenang momen itu.
Sampai pada akhirnya, setelah aku berbincang dengan orang tuaku dan guru ngajiku, aku harus begitu tegas saat memberikan respon padamu saat itu, “Kalau memang kamu serius, kita usahakan bersama-sama. Bukan aku saja, atau kamu saja. Dan aku tidak mau, jika ada ketidaksetujuan dari keluarga kita, aku atau kamu menggunakan alasan tersebut untuk menyudahinya. Kalaupun kita ingin menyudahi proses ini, maka itu keputusan dari kita sendiri, yang memang ingin menghentikan perjuangan kita. Tidak perlu berlindung di balik alasan keluarga.”
Aku memang kejam. Harus kuakui hal itu.
Lalu aku yang terus menerus mempertanyakan keseriusanmu, di hari-hari menjelang hari pernikahan kita. Dan kamu, yang dengan persisten dan sabar meyakinkanku, bahwa kamu yakin, dengan segala keputusanmu; tanpa ragu.
Darimu, aku semakin yakin bahwa Allah selalu menyiapkan rencana yang lebih indah dari apa yang aku rencanakan.
16 Juli 2016
Terima kasih, karena tidak membuatku menunggu.
Terima kasih, karena telah menjadi laki-laki yang hadir untuk membuktikan bahwa laki-laki baik di dunia ini tidak hanya Ayah. Ini berlebihan, haha.
Terima kasih telah (sabar) mengupayakan aku. Semoga kita selalu jadi partner sampai ke surga.
Semoga Allah mampukan kita, Mas.
Selamat 16 Juli.
Selamat bertemu untuk kita.
Selamat hari pernikahan untuk Bapak dan Mama.
Aku bahagia, bisa mencuri tanggal yang telah spesial sejak 26 tahun lalu, dan menjadikannya tanggal spesial untuk kita juga.
Sekali lagi, terima kasih, Mas. Maafkan aku yang (lebih) sering kekanak-kanak-an. Haha.
Kuta-Lombok, 21 Juli 2016
PS : Terima kasih karena tidak menuruti keinginanku ke Jogja. Lombok, gili trawangan, dan sate rembiga nya benar-benar membuatku senang bukan kepalaang :p
Aku reblog soalnya mbak @avinaninasia nyantum salah satu kalimatku sebagai pembuka ceritanya, aku merasa tersanjung. ekekekee. Selamat buat mbak Anin dan mas Pram, terima kasih telah menjadi salah satu bukti atas keyakinan yang selama ini aku pegang erat dan dipertanyakan oleh banyak orang.
Kurniawan Gunadi
Relationship goals
bae is concerned.
LOL
Seperti dendam, rindu harus dibayar tuntas.
Eka Kurniawan
Cinta punya terlalu banyak teori. Kita sederhanakan saja. Saya ingin sama kamu.
Faizal Iskandar (via mbeeer)
"Don't give me anything alive. Cats, roses, fishes. I can't bear to have them died someday when I cherish them so much." And then here you are giving me something that won't ever die. Thank you.
Bersabarlah. Belum untuk saat ini, kuatlah. Cukup hanya ini untuk sekarang, berjuanglah untuk yang kau impikan. Berjuang, dan kuatlah. Bertahan, jangan meminta lebih di saat kau belum mampu mendapatkan lebih.
Frosted by the wind, here I am waiting. Running in the rain, there you are coming. Come, and write a story together, us. May 09, 2016
Mekar dan bersemilah seperti bunga,
harum dan mewangilah seperti bunga,
indah dan berserilah seperti bunga,
seperti bunga,
tumbuhlah bersama.
Minggu, 8 Mei 2016
Siapa
“Siapa kamu?”
“Aku? Harusnya aku bertanya padamu. Siapa aku bagimu?”
Jika bayangku tidak nyata untukmu, jika hadirku tidak berarti bagimu, jika wujudku tak terlihat olehmu, siapakah aku? Masihkah aku orang yang sama seperti yang aku kira selama ini?
Aku dan kamu, kita, selalu berada di tempat yang sama pada waktu yang sama setiap harinya, namun kamu tetap tidak mengenaliku. Sesekali bertegur sapa, sesekali saling melempar senyum, sesekali saling bertukar sedikit cerita tentang apa yang terjadi pada hidup masing-masing. Kamu masih tidak mengenalku. Apakah semua itu hanya ilusi dan angan semu? Apakah aku hanya berkhayal dan mengada-ada tentangmu?
Saat ini, ketika kita saling berhadapan, bertatap muka, melihat raut wajah penuh pertanyaan yang kau tunjukkan padaku... entahlah. Semua harap seakan luluh lantak, hancur dan tak penting lagi. Siapa aku? Siapa kamu? Siapa kita?
“Siapa yang bisa menjawab semua pertanyaan ini?”
Semoga hati ini berhenti merindukan yang bukan maupun belum menjadi milik.
Semesta menyapa bertanya kisah kepada hati berselimut rindu di tengah hujan tatkala subuh.
Aku masih menunggu, untuk dia yang berjarak waktu.
How lucky I am to have something that makes saying goodbye so hard.
Winnie the Pooh
Go after her. You gave up your life for her. Don’t make her wait too long.
Yoo Si Jin, Descendants of the Sun (via justcrisel)