Time to reflect? reframe? review? Whatever..
Ini tuh lagi jam kerja sebenernya, cuman karena lagi adem ayem. Jadi aku memutuskan untuk mengerjakan hal yang aku anggap penting untuk diprioritaskan dahulu. Hal yang ketunda-tunda, meskipun bukan tentang pekerjaan. Tapi ini tentang hidup, salah satu hal yang selalu bikin emosi secara bawah sadar sepertinya. Dan aku sedang mencoba untuk "works for it". Sesederhana dengan penasaran kenapa aku merasakan hal itu, gap apa yang perlu aku lakukan. Apa yang bisa aku kontrol dan apa yang tidak bisa aku kontrol.
Aku butuh teman ngobrol sebenarnya tentang hal ini, tapi aku tidak bisa menemukannya. Jadi menuliskan disini sama aja selayaknya aku mengobrol dengan diriku dan karena ini semi public, aku merasa bahwa aku didengarkan. Aneh memang. But it what i feel.
Haha intronya kepanjangan ya. Intinya yang mau aku urai disini adalah tentang masalah pengelolaan keuangan dimana saat ini aku sudah berumah tangga dengan dual income.
*Note to myself : Jujurlah dengan tidak menghakimi
Kondisiku saat ini keuangan dikelola olehku dengan pembagian bahwa cicilan dibayarkan oleh penghasilan suamiku dan operasional lainnya dari penghasilanku. Ini sebenarnya udah jadi kesepakatan kita. Walaupun awalnya aku berpikir ketika yang namanya dikelola oleh istri ya penghasilan semuanya diserahkan padaku, nanti aku yang akan mengatur akan seperti apa. Bahkan untuk operasional suami juga. Tapi nyatanya ya ngga gitu, hehe
Tapi mindset aku kadang masih ada ego untuk "aku yang mengatur segalanya" hingga aku ngerasa bahwa operational suamiku juga akan aku sediakan juga. Ah iya, ini kurang tepat dan membebani aku ternyata, haha. Aku pun sepakat dengan pembagian awal ya karena dengan hitungan yang ada itu sudah cukup adil sih? Hmm ini perlu aku gali lagi.
Poin #1 : Hal yang aku kelola hanya operasional rutin berdua!!
Oke dengan menyadari satu hal itu, aku perlu bikin kesepakatan lagi operasional berdua itu mana aja. Ini akan aku masukan dalam satu wallet (agak sulit sebenarnya mengingat ini terbagi menjadi e-wallet, rekening, dan cash) (ini bisa aku coba untuk lebih disiplin menggunakan sumber dari rekening aja)
{argh ada uang untuk sumbangan, pengen segera aku sumbangin, ini tim TA pada gimana sih, beban aku tuh -_-}
Poin #2 : Transaksi operasional rutin menggunakan satu rekening!!
It's a point i should write down here. Dia pernah bilang gini, "aku perlu laporan, agar aku bisa tau bahwa apakah uang itu cukup untuk operasional, dan apa aku perlu tambah." Hmm, kalau liat pernyataan ini sepertinya melegakan ya. Tapi ini jadi cukup pelik untukku. Karena apa yang diminta belum bisa aku provide dengan benar. Mari kita kulik masalah pelaporan ini. Karena ini menjadi masalah yang sebenernya sederhana tapi entah mengapa menjadi besar untukku {btw, nulis kayak gini bikin moodku calm deh}
Aku yang jarang bikin pencatatan harian ini butuh effort sih untuk mencatat gambaran pengeluaran yang terjadi. Terus ada kata-kata gini, "aku ga perlu detailnya, hanya umumnya." Terus aku mikir gini, kalau ga ada pencatatan detailnya gimana aku tau rincian keuangan itu kemana aja. hehe. So, sebenarnya cara yang paling mudah untuk aku tau itu gimana? aku masih ga tau *cry, huhu
{pengen merutuki diri "how it can be complicated" It's just me, hahahaha}
Rasa-rasanya cuman pengen dibilangin gini "nih uangnya, aku percayakan padamu untuk dikelola. Kalau misalkan kurang ntar bilang ya" Dan aku bisa dengan bebas mengatur itu semua tanpa ditanyain buat apa aja, yang penting cukup. Tapi ya lagi-lagi. It's not him, it's not me. Aku jadi ngerasa gini, sebenernya aku punya pasangan yang cukup perhatian, tapi aku berusaha mengambil tanggung jawab yang sebenarnya tidak dibebankan padaku. Is it true? Well, maybe.
Apa sebenarnya cukup gini aja ya, ini dana untuk operasional rutin. Terus tinggal aku cek aja segini cukup ga untuk sebulan dan aku pantau aja itu. Untuk pencatatan ya ga usah. Yang penting sesuai range itu, untuk pembiayaan yang diluar perencanaan, aku pakai uangku dulu dan nanti tinggal bilang, mas ini ada kelebihan seperti ini, mau kita tanggung berdua atau mau ambil dari tabungan? Hmm, simple kan?
Untuk pencatatan sepertinya masih perlu untuk beberapa bulan kedepan biar bisa bikin trend, apakah masih oke. Ini sungguh memacu diriku dimana aku perlu fleksibel dengan hal-hal yang terkait pada diriku. Oh my design, why you make me so hard to get data for make trend *cry, huhu
I got two point here. Segini cukup dulu untuk jadi langkah awalku masalah pengelolaan keuangan ini. Dan aku perlu lebih ketat lagi, hehe. Terus untuk bulan ini gimana? Ngikutin bulan lalu aja , set the budget and go. Terus cekin uang yang ada. Bikin post untuk cc bulan depan. Kalau misalkan masih bisa untuk ikut level 3 ya terusin, kalau ngga, ya opsinya pake cc aja. Biar bulan depan dibayar pakai penutupan axa mandiri. Terus mau ikutan IELTS private speaking dan writing skill. Semoga ga keteter deh.
Aku sendiri ga tau ini pilihan yang tepat atau ngga. Apalagi shifting dari yang asalnya sendirian jadi berdua. Tapi ga tau ah, ini adalah pilihan yang paling bisa aku ambil saat ini. Good luck myself. You're doing right. You're valuable. You're great :)