
roma★
Lint Roller? I Barely Know Her
will byers stan first human second
Mike Driver
No title available
$LAYYYTER
Keni
h
trying on a metaphor

★
Xuebing Du
I'd rather be in outer space 🛸
EXPECTATIONS
The Stonewall Inn
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
TVSTRANGERTHINGS

tannertan36
wallacepolsom
One Nice Bug Per Day
ojovivo

seen from Belarus

seen from Russia
seen from United Kingdom

seen from Peru

seen from United Kingdom

seen from Australia

seen from Malaysia

seen from Türkiye
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Finland
seen from Spain
seen from United States
seen from Albania

seen from Albania
seen from Türkiye
seen from Malaysia

seen from Canada
@kopidibulanagustus
Couple Goals
Memoar sebuah lagu
Kau tau, kadang sebuah lagu bisa merepresentasikan rasa kepada seseorang dan suatu tempat. Sebuah lagu bisa membuat kita flashback ke kejadian tertentu. Mendengar sebuah lagu bukan cuma membangkitkan memoar nostalgia, tapi membuat kita merasa kembali di titik-titik kejadian masa lampau. Kita kadang bisa merasa bagaimaa situasi perasaan kita saat itu, udara yang kita hirup, bagaimana aromanya, pandangan kita di suatu objek, suara2 sekitar, benar2 bisa merepresentasikan hal2 yang sebenarnya sudah tersimpan jauh di alam bawah sadar kita. Hari ini jam 2 pagi ketika tidak sengaja memutar playlist ini, aku teringat bahwa dulu lagu ini populer sekali dan langsung suka ketika pertama kali dengar pada terakhir kali aku ke Jogja. Rasanya sudah lama sekali. Di gang sempit ke penginapan di Jalan Malioboro, bukan ke kosan yang ada di Jalan Kaliurang dekat UGM, tempat yang kusebut rumah hampir 6 tahun. Di gang sempit Malioboro itu,bertemu Nyong sama2 Sulawesi yang dengan baik hati mengantarkan obat batuk dan demam ketika tubuh lagi butuh rehat. Di gang itu, di jalanan kota yang selalu ramai, di pusat perbelanjaan, di warung makan Super Sambal, dan momen di mana akhirnya aku naik Travel ke Bandara Surabaya, lalu di sepanjang perjalanan ditemani rintik hujan. Semuanya,adalam memory abu2 yang kalau dibilang sedih, tidak tepat. DIbilang bahagia juga tidak tepat. Semacam ada perasaan melambung yang tertahan, tapi entah apa itu namanya. Di sebuah lagu itu jua, ada perasaan lain- seperti sedang jatuh cinta pada seseorang, tapi entah- pada saat itu kita juga tidak benar2 yakin, apakah itu benar dapat digambarkan seperti itu. Hari ini, kita tahu kita kadang lagu bisa saja, membuat kita merindukan tempat atau merindukan seseorang, atau bisa juga merindukan momen kembali masa, di mana kita merasa penuh di suatu tempat. Dan lalu semua perasaan aneh itu diabadikan melalui lagu.
@introvertsnation
My Instagram | Youtube
my hehehe is... long hehehe and akward hehehe ;D
Moodswing si paling mahasiswa
Awal tahun 2018 adalah waktu yang kupilih untuk memantapkan diri lanjut studi S3 setelah pikiran berkecamuk dengan kebosanan, low life, dan arah tujuan yang tidak jelas. di sela2 kebosananku selama di kantor, tiba2 sahabatku menelepon memberitahuku bahwa ada skema pembukaan S3 di platform beasiswa pemerintah. wakatu itu nama pemberi beasiswanya adalah Kemendikbud. Tidak begitu kuhiraukan telfon dan ide sahabatku itu. Ku pikir2 untuk lanjut studi S3 pada waktu itu adalah hal tidak begitu kuinginkan. Tetapi sahabatku melihatku dengan pemikiran yang lain, menurutnya, inilah momen yang paling tepat. Mumpung aku tidak banyak pengeluaran, mumpung aku belum menikah katanya. Akhirnya dengan beberapa kali percobaan, sahabatku itu berhasil meyakinkanku untuk lanjut juga pendidikan S3.
Mulai dari persiapan seperti mengejar Toefl, ujian TPA, semua dipersiapkan, sampai daftar di link milik pemerintah seperti yang kusebutkan. Mulai dari coba cari2 info beasiswa LPDP, Kemenristekdikti, hingga Kemendikbud, semuanya coba dilakukan. Tantangan baru pada awal pendaftaran sudah bikin geleng-geleng kepala. Baik persyaratan daftar UGM sampai daftar beasiswa di masing-masing platform milik pemerintah membuatku sakit kepala. Susahnya bukan main. Belum lagi eror sana sini karena platform tertentu sibuk. Sampai nanya2 sana sini perihal pendaftaran, menonton berppuluh video dan tutorial skema beasiswa dan pendaftaran masuk kampus UGM. Rasa2nya semuanya seperti baru kemarin dilakukan. Jika diingat2 lagi, proses itu cukup rumit dan sulit. Menguras tenaga, emosi, dan tentu saja, UANG.
Tidak terasa sudah 5 tahun dan aku masih belum wisuda juga. Lelah juga rasanya. Tapi aku sudah dipenghujung tahun, sudah lumayan sekarat dan berhasil mendapat predikat mahasiswa doktor terlama. Bukan yang pertama tapi sudah masuk kategori itu. Agak menyesal kenapa dulu aku lebih suka menunda-nunda waktu dari pada sibuk belajar. Tapi kalau melihat lagi kebelakang, hobiku menunda-nuda pekerjaan dan lebih memilih tidur daripada menyelesaikan keperluanku sampai berujung depresi karena tidak sesuai dengan waktu yang ditetapkan adalah hal yang tidak bisa ku abaikan. Semua keterlambatanku hari ini karena kesalahanku sendiri.
Kudapati diriku dilanda kebosanan. Bosan sudah menjadi mahasiswa terlama. AKu tidak tahu kalau ternyata menjadi mahasiswa S3 adalah puncak dari segala kesusahan menjadi mahasiswa. Puncak semua beban-beban berat kemahasiswaan yang dipikul. Pantas saja, dulu waktu masih menjadi mahasiswa D3 mendengar ada dosenku yanglanjut S3 tapi tidak kelar2 padahal sudah tahun ke enam, pikirku "kok bisa ada dosen yang senang bgt sekolah sampai selama itu" apakah mereka terlalu menikmati menjadi mahasiswa S3 atau atau memang mereka semalas itu?
Tak dinyana, ternyata setelah mengalami sendiri, menjadi mahasiswa S3 adalah bagian termembagongkan dalam sejarah diriku menjadi mahasiswa. di UGM lagi. DI jurusan yang aku baru tahu setelah bertemu dan berteman dengan banyak mahasiswa2 S3 dari prodi lain, bahwa prodi kami adalah yang terburuk dalam mencetak mahasiswa lulusan bisa tepat waktu studinya. Di prodi kamilah mahasiswa terjebak dan lama lulusnya. Entah setan apa yang membuat mahasiswa bisa tenggelam dalam lamanya waktu keluar dari universitasnya. Pantas saja temenku sekonyong-konyong bisa dengan enteng bilang UGM adalah universitas Gak Mudah. sambil terkekeh-kekeh. Sial. Info seperti ini tidak pernah terlintas dipikiranku. Polos dan naif sekali aku pada saat daftar S3, bahwa kalau keadaan masuk S3 pasti tidak lebih susah daripada S2. Ternyata, justru S2 adalah proses termudah selama aku kuliah dari D3.
Kembali ke bosan. Karena aku memang pemalas dan kurang kreatif, maka kembali lagi ke posisi awal. Ternyata, aku memang tidak bisa bertahan pada satu keadaan dalam waktu yang lama. Durasi 3 sampai 4 tahun adalah waktu yang paling pas aku berada di suatu tempat. Keluar dari target yang ingin ku capai sama dengan depresi.
Itulah cerita lama, yang dulunya hanya bersemayam di kolom draft. Menceritakan bagaimana sulitnya dan membosankannya kita tanpa progres di tahun2 yang terasa begitu lambat untuk diselesaikan. Tapi, lihatlah kita hari ini? Lulus dan wisuda dari S3 ternyata sudah lewat 2 tahun yang lalu. Tepat di tanggal 24 April 2024. Astagaa... cepat sekali waktu berlalu. Tapi ada satu pola yang masih berulang...
Aku mendapati diriku, bosan lagi kelamaan berada di tempat yang sama, di progres yang sama. Apakah ini tanda2 aku akan jadi orang sukses? wkwkwk... Tapi tenang, aku punya rencana2 dalam bentuk resolusi setiap tahun. Kuusahakan sedikitnya setengah rencana resolusi itu terlaksana. Semangat membangun resolusi!
Keseruan kami ber3 kamping bersama mama, papa, bocil😊
Keseruan kami di weekend utk kamping bertiga di sungai minggu ini. Bangun tenda, Dinner di hutan dengan masak suki2an, barbekyuan, ngopi, nyemil, bobo cantik sampe bawa playmate + bantal cobaa, paginya main air.. beughh serunya tiada terkira. Salah satu resolusi 2026 yang ada dalam list akhirnya terlaksana. Thank God, kamping kali ini anak g rewel, logistik tercukupi, dapet foto2 cantik, main2 ke alam bawa bocil, no drama, dan semuanya masih aman2 saja.
Next kita ke mana lagi yaa😋
Kurahap Tuhan mengujiku kali ini karena Ia mencintaiku dengan sungguh. Bukan karena Ia terlalu muak untuk hamba seperti aku yang hidup menye2 tak tentu.
Jikalau dahulu yang dinantikan bertemu sahabat adalah membicarakan orang lain dan seperangkat gibahnya, sekarang? hal yang dinanti bertemu mereka adalah membicarakan aib sendiri seperangkat gibah yang subjeknya kita sendiri. hehehe;) Cheers untuk kita yang berusaha waras sampai akhir tahun.