Menjaga kepercayaan diri dalam kadar yang tepat adalah hal yang penting bagi keberlangsungan ketenangan hidup. Sayangnya, nggak semua orang bisa. Termasuk aku.
Semuanya bermula sejak sebuah perbincangan mendalam dengan seorang senior dan teman seangkatan. Pembicaraan yang sebenarnya bertujuan baik, namun sebab cara menyampaikan dan isi pembahasannya tidak tepat, malah menjadi arena menilai dan memojokkan karakter seseorang. And yes, seseorang itu aku.
Kenapa begitu? Sebab sudut pandang yang diambil sangat subjektif. Dan yang paling aku sesali, betapa mudahnya manusia mengambil keputusan hanya bermodalkan satu sumber informasi. Bagaimana bisa kamu menilaiku dari mulut orang lain? Bagaimana kamu tau rasanya jadi aku jika kamu tidak sekalipun bertabayyun padaku?
Hal yang terjadi setelah itu lumayan menyebalkan. Aku mulai tidak menyukai diriku sendiri. Kenapa aku begini, kenapa aku begitu. Kamu tidak perlu menjelek-jelekkanku pun aku sudah yakin diriku tidak baik.
Hingga 3 bulan lalu aku berusaha menghentikan hal buruk itu menguasai diriku. Kupikir, aku memang hanya manusia. Bisa salah, bisa juga benar. Aku yang sekarang terbentuk dari proses panjang, berbagai benturan, berwarna-warni kejutan, dan hasil itu semua tidak bisa digoyahkan dalam satu jentikan jari. Aku bisa salah faham dengan orang lain karena aku tidak mengerti mereka. Dan sebaliknya, orang lain salah faham karena mereka tidak mengerti aku.Ā
Its okay if you donāt love me, i love me.
Aku tidak pandai menjelaskannya, tapi kurang lebih karakter seseorang tergantung juga dengan susunan otaknya. Susunan otak seorang yang begini akan berbeda dengan orang yang begitu. It means, sebenarnya memang Tuhan menciptakan kita berbeda sesuai dengan ciri khasnya. Dan di dalamnya akan selalu ada kelebihan sebagai bahan pengembangan dan kekurangan sebagai ujian.
Di bulan pertama, langkah awal yang kumulai adalah menanamkan Afirmasi Positif dalam diriku. Apa aja langkahnya?
1. Mengenali sifat burukku.Ā
Kenapa terlebih dulu sifat buruk? Karena aku saat itu terkena low self esteem. Jadi akan lebih mudah di mataku melihat apa kurangku.
2. Mengenali sifat baikku.
Saat ngelist ini, aku mulai merasa bahwa sebenarnya hidupku dipenuhi keadilan. Misalnya, kekuranganku gak terlalu suka gabung ke forum yang pembicaraannya gak jelas. Tapi ada kelebihannya, yaitu karena aku gak suka dengan orang mengghibah.
3. Menanamkan afirmasi positif berulang kali saat pikiran rendah diri kembali muncul.
Misalnya aku kepikiran,Ā āmasakanku kok gini-gini aja ya?ā aku akan menanamkan afirmasiĀ āaku suka belajar hal baru. Aku kreatifā
Itu baru langkah untuk menangkalĀ āseranganā dari dalam. Terus gimana kalau ternyata itu datang dari luar? Yang paling penting, kokohkan dulu tembok yang sudah dibangun dengan 3 langkah tadi. Baru deh belajar cara menghadapinya.
Langkah ini aku dapatkan dari salah satu video bagus tentang bullying. Sayangnya aku lupa itu video sapa dan darimana sumbernya.
1. Bedakan mana kritik membangun dan mana yang menjatuhkan.
Apa bedanya? Yang membangun akan berangkat menuju kebaikanmu dengan perhitungan dan objektifitas, sedang yang menjatuhkan akan membabi buta mencari celamu tanpa memperhitungkan apa yang kamu hadapi dan lalui. Jika yang kamu terima adalah tipe kritik yang pertama, maka ambillah dengan pikiran terbuka. Bergembiralah sebab itu tanda kepedulian seseorang. Tapi jika yang terlontar adalah tipe kritik yang keduaā¦
2. Jangan dimasukkan ke dalam hati, puji mereka dan tunjukkan bahwa kamu bangga dengan dirimu.
āKamu tuh pendiam banget blablablaā
Jawablah denganĀ āAh iya, kamu hebat ya suka vokal dimana-mana. Aku sih lebih nyaman pendiam, karena meminimalisir dosa lisan. Selain itu aku lebih suka nulisā Mujinya bukan buat nyindir ya. Sekedar buat memberi kesan bahwa, yeah weāre different and its okay.
Kenapa begitu? karena seperti namanya, kritik yang menjatuhkan memang berniat menjatuhkan. Dia akan menerima kepuasan saat kita jatuh. Tapi kalau kita menunjukkan kita kokoh di posisi kita. bahkan masih bisa merespon positif, insyaa Allah orangnya juga jadi ga enak dan nyadar sendiri~
Setelah semua itu bisa dilakukan dengan baik, ada satu hal penting lagi yang harus dilakukan. Yaitu menentukan tujuan. Sebab biasanya kebanyakan orang dengan low self esteem nggak punya tujuan hidup yang mantap. Setelah menemukan kembali kepercayaan itu, harus bisa membentuk target-target hidup dan kembali menanamkan afirmasi positif.
Intinya, āskillā percaya diri dan cinta pada diri sendiri itu penting banget dijaga dalam kadar yang tepat. Karena kalau kelebihan, dia bisa ngerugiin orang. Kalau kekurangan, bisa ngerugiin diri sendiri. Jagalah untuk tetap stabil.Ā
And whoever yang merasa bahwa dirinya not good enough, remember this..
Kalau bukan kamu yang mencintai dirimu sendiri, tidak akan ada orang lain lagi yang melakukannya untukmu.
Baiklah, jika beberapa orang berharap menemukan pasangan yang tepat yang bisa mencintainya melebihi dirinya sendiri, kudu diingat bahwa..
Pasanganmu pun memiliki kebutuhan dicintai, apakah kamu tega menukar kebaikannya dengan kesulitan yang ditimbulkan dari ketidakpercayaan dirimu?
Intinya, jangan bergantung sama orang. Memenuhi diri sendiri, menurutku, adalah salah satu tingkat kepercayaan diri yang keren.