How to do ----
Welll… i know its been a long time for me, to not writing down here. You know, working with no passion just really sucks. Hahaha. Sementara itu di awal tahun ini gue sedang mempersiapkan pernikahan gue. Kalo dihitung total persiapan pernikahan gw ini 10 bulan. Cukup lah ya.. yang lain rata-rata mempersiapkan selama satu tahun kannn..
Gue mau sharing sedikit aja, tentang persispan pernikahan ini, yang kurang lebih banyak drama hahahha. Kadang dari gue pribadi. Dan nggak jarang juga dari orang lain. Tapi percayalah, saat lo baca ini, dan lo merasa apa yang gue tulis itu bener, ini semua bukan berarti you guys not meant each other. Cuma kerikil kecil. Jadi, tetap semangat ya 😊
Sebelum lebih lanjut, Disini gue menjelaskan pernikahan secara katolik ya. Krna sangat jarang dibahas mengenai teknisnya. Dan sekali lagi, ini berdasarkan pengalaman gue ya..
1. PENENTUAN TANGGAL Banyak dari kita yang sering salah ttg bagaimana alur yang benar dalam menentukan pesta pernikahan. Budaya dan tradisi Indonesia sering banget “memaksa” kita buat mementingkan selebrasi daripada momen itu sendiri. Ngga sedikit juga yang jarang buat booking gedung dulu, baru cari gereja dan romo. Dan ngga jarang juga yang menemukan kesulitan setelahnya. Jadi menurut logika alur yang benar adalah: - diskusi keluarga dahulu buat penentuan tanggal (kalo jawa pasti ada itungan2nya) - booking jadwal gereja dan romo nya. Ini penting booookkkk biadanya orang udah asik2 nentuin gedung ternyata greja terdekat ngga available, jadi cari greja yang agak jauh which is bakal bikin waktu dan costs yang lebi besar lagi. - baru tentuin venue.
2. KURSUS PERSIAPAN PERNIKAHAN (KPP) atau bahasa sekarang namanya MRT (Membangun Rumah Tangga) Mungkin buat daerah2 luar jakarta istilahnya masih KPP ya..karena ada kurikulum baru yang sedang disiapkan. Dan untuk tahun ini yang jadi kelinci percobaan adalah Keuskupan Agung Jakarta. Oke, perbedaan mencolok dari KPP dan MRT adalah, bobot materinya jauh banget. KPP dapat diselesaikan pada 2 hari seharian. (Sabtu minggu full day. Dari jam 08.00-19.00) tapi balik lagi ya ke gereja penyelenggara. Sedangkan MRT bisa jauh lebih lama. Selain itu syarat mengikuti MRT itu pasangan harus mengikuti seminar discovery terlebih dahulu. Discovery kayak namanya, adalah seminar yang “memancing” pribadi kita dan pasangan. Seperti apa sih kelakuan asli pasangan kita. Kayak gitulah kira kira. Tentu pake pendekatan psikologi dan agama kalo kayak gini. Biasanya discovery itu one day seminar. Buat temen temen yang belum terlalu serius dan mau ngikut seminar kayak gini disarankan lho.. siapatau dg ikut discovery jadi semakin yakin dengan pasangannya. Oke balik lagi.. setelah mengikuti KPP dan MRT, kalian akan dapet sertifikat. Itu jangan hilang ya krna sebagai syarat ikut kanonik. Sertifikat KPP itu berlaku satu tahun. Dan dalam 1 tahun kalo *amit amit* pasangannya ganti, masi bisa ikut lagi kok :“) Teknis MRT gue belom trll paham. Krna emang baru kan.. nanti gue refer lagi buat ditambahin disini deh ya 😜
3. KANONIK. Kanonik, biasa disebut juga penyelidikan gereja. Bertujuan buat mengetahui hal hal yang tidak diinginkan sebelum terjadinya pernikahan itu sendiri. Kanonik tidak selalu dilakukan oleh romo yang memberkati. Tapi ga menutup kemungkinan buat dilakukan dengan beda romo. Yang pasti kanonik itu wajib dilakukan di paroki tempat tinggal perempuan. Untuk pernikahan beda agama/ beda gereja, wajib dilakukan kanonik pada h-3 bulan sampai maksimal h-1 bulan. Tapi kalo pasangan yang sesama katolik maksimal h-1 bulan juga bisa. Jadi kalo bisa melakukan KPP jangan trll jauh dengan rencana kanonik. Syarat-syarat untuk melakukan kanonik adalah: - surat babtis terbaru yang telah dilegalisir oleh gereja penerbit surat babtis. Kalo gerejanya jauh, bisa dikontak via tlp dan dikirim. Jadi ngga harus jauh2 mudik. Dan itu gratis. - fotokopi kk katolik bagi yang katolik - pas foto berdampingan - fotokopi akte kelahiran. Berkas-berkas tersebut diberikan ke sekretariat gereja, dan biasanya dibuatkan janji (atau nyari romo parokinya sendiri) buat nentuin kapan kanoniknya.
Materi kanonik itu sendiri seputar hubungan kalian, visi dan misi pernikahan kalian di masa depan, sejauh mana kalian saling mengetahui pasangan (maklum, jaman skrg banyak yang nikah hanya untuk kedok kan) dll tergantung improvisasi romo nya 😜 jadi bener bener ngga busa dipelajari. Paling materi kpp yang kepake ttg bagaimana katolik mengajarkan umatnya memandang pernikahan itu sendiri. Dan yang perlu di noted adalah, hasil kanonik itu menentukan sekali, kalian boleh menikah/ tidak.. jadi jangan disepelekan ya urusan gereja. Dalam menyiapkan pernikahan banyak pasangan yang kurang memperhatikan kepentingan gereja (termasuk gue) Gue ditolak oleh romo paroki gue sendiri, krna gw numpang nikah digereja lain :)) tapi itu bisa di akalin .. tinggal minta surat delegasi (macem SPK gitu lah) yang berisi ttg romo paroki gw minta tolong ke romo yang ditugaskan untuk mengkanonikkan gue.
Persiapan memang nikah dan crowded but actually its fun at the same time. Hahaha. Jangan lupa tetap semangat dan banyak berdoa ya. Karena banyak sekali surprise yang akan ditemukan. Tapi percayalah, it’ll be good memories to remember.






