Karena kamu kurang mesra dengan Penciptamu, maka Ia ambil kemesraanmu dengan makhluk-Nya.
Pantaslah jika Allah secemburu itu pada hubunganmu dengan makhluk. Yang harus dikoreksi adalah seberapa besar kepekaanmu menghadapi kecemburuan itu.
Show & Tell

Jimmy Eat World

No title available
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr

No title available
h

titsay
No title available

Kiana Khansmith
Noah Kahan
KIROKAZE
𓃗
No title available
Fieri Frames

Origami Around
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
🩵 avery cochrane 🩵

gracie abrams
ojovivo
★

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Bangladesh
seen from Italy
seen from Australia
seen from Vietnam

seen from Kazakhstan
seen from United States

seen from Armenia
seen from United States
seen from Ecuador
seen from Bangladesh
seen from Portugal
seen from Lithuania

seen from Malaysia

seen from Italy
seen from United States

seen from Germany
seen from United States

seen from Australia
@kukukai-blog
Karena kamu kurang mesra dengan Penciptamu, maka Ia ambil kemesraanmu dengan makhluk-Nya.
Pantaslah jika Allah secemburu itu pada hubunganmu dengan makhluk. Yang harus dikoreksi adalah seberapa besar kepekaanmu menghadapi kecemburuan itu.
“Ngaji”
—
Mudah saja ciri nya jika diri mu memang sedang mengaji dengan benar, pasti nya diri mu akan sangat banyak sekali kehilangan nak.
Kehilangan banyak amarah yang tersimpan dihatimu, Kehilangan banyak pikiran sempit mu, Kehilangan banyak rasa sedih mu, Kehilangan banyak sifat tergesa-gesa mu, Kehilangan banyak sikap merasa diri lebih mulia dari orang lain, Kehilangan rasa mencintai yang teramat besar kepada selain-Nya serta rasa melekat mu kepada yang tidak layak diri mu harapkan, selain Allah. Dan kehilangan waktu yang sia-sia. Yang sebelumnya diisi dengan hal-hal yang tidak ada manfaatnya bagi kehidupan akhiratmu.
Nak, melatih innalillahi wa innailaihi rooji'uun itu sekarang, agar nanti saat waktu nya tiba, proses “pulang” mu bisa sempurna. Kembali dalam keadaan baik, mendapatkan kenikmatan tertinggi dan kekal di surga-Nya.
“Ngaji”
—
Mudah saja ciri nya jika diri mu memang sedang mengaji dengan benar, pasti nya diri mu akan sangat banyak sekali kehilangan nak.
Kehilangan banyak amarah yang tersimpan dihatimu, Kehilangan banyak pikiran sempit mu, Kehilangan banyak rasa sedih mu, Kehilangan banyak sifat tergesa-gesa mu, Kehilangan banyak sikap merasa diri lebih mulia dari orang lain, Kehilangan rasa mencintai yang teramat besar kepada selain-Nya serta rasa melekat mu kepada yang tidak layak diri mu harapkan, selain Allah. Dan kehilangan waktu yang sia-sia. Yang sebelumnya diisi dengan hal-hal yang tidak ada manfaatnya bagi kehidupan akhiratmu.
Nak, melatih innalillahi wa innailaihi rooji'uun itu sekarang, agar nanti saat waktu nya tiba, proses “pulang” mu bisa sempurna. Kembali dalam keadaan baik, mendapatkan kenikmatan tertinggi dan kekal di surga-Nya.
Cukuplah Allah bagiku. This words is amazing.
بِاسْمِكَ اللّهُمَّ أَحْيَاوَأَمُوتُ.
Dengan namaMu ya Allah, aku hidup dan aku mati.
Malam ini semua akan tidur. Hingga lena diulit mimpi. Paginya nanti, ada yang kembali. Dan ada juga yang terus pergi, bertemu Ilahi di kampung abadi.
Kematian
sebelum kontrak kehidupan kita selesai,sebelum berita kematian kita di dengar….cobalah berusaha untuk beramal,apa yg bisa kita bawa ketika kematian itu datang??
-Dr.Ust syafiq reza bassalamah
Belajar Fokus dari Said Al Hudri
Di suatu peperangan, Rasul menyuruh seorang sahabatnya bertugas menjaga pasukan kaum muslimin. Said Al Hudri nama sahabat itu. Malam itu ia akan berjaga dan memastikan pasukan selamat dari ancaman musuh. Sembari menjaga, ia shalat di antara semak belukar. Ia memilih surat Al-Kahfi setelah membaca Al-Fatihah.
Di tengah bacaan Al-Kahfinya, seorang musuh melepaskan anak panahnya dan jatuh tepat di jantung Said Al Hudri. Anehnya, ia tidak merasakan sakit sedikitpun sehingga ia meneruskan bacaan Al-Kahfinya. Musuh itu pun melepaskan anak panah yang kedua dan jatuh tak jauh dari anak panah yang pertama. Darah mulai merembes di pakaian Said Al Hudri, tapi ia tetap tidak merasakan sakit. Ia sangat menikmati surat yang tengah dibacanya.
Begitu terus sampai ada sembilan atau sepuluh anak panah yang tertancap di badannya. Andai ia tidak ingat bahwa ia sedang menjaga pasukan kaum muslimin, pasti ia teruskan bacaan Al-Kahfinya sampai selesai. Tapi karena ia sadar bahwa ia mengemban amanah Rasul untuk menjaga pasukan dan ia tidak ingin musuh ini mengira pasukan muslimin lalai dari penjagaan, ia pun ruku’.
Saat ruku’ itulah Said Al Hudri bergerak dan musuh itu baru tersadar bahwa yang dipanahnya dari tadi adalah manusia. Musuh itu pun lari dan tidak jadi melakukan penyerangan malam itu.
Ternyata, kenikmatan beribadah itu bisa mengalahkan rasa sakit yang demikian hebat. Ternyata, khusyuk dalam shalat dan meresapi setiap bacaan itu bukan hal yang mustahil.
Menariknya, jika kita resapi, khusyuk dalam shalat ini adalah latihan untuk bisa fokus dalam melakukan semua jenis perbuatan baik dalam kehidupan sehari-hari, seperti fokus dalam belajar, menulis, membaca, dll.
Semoga kita bisa belajar fokus dan menikmati setiap perbuatan baik yang kita lakukan dari Said Al Hudri.
Bismillah untuk hari yang indah. Alhamdulillah untuk nikmat yang tak pernah putus. Ya Allah, jangan biarkan hamba ini sombong dan terus leka dengan dunya.
Amin ya Rabbal Alamin ❤
Mempersiapkan Dirimu
Terlebih dahulu memantaskan drimu; sebelum dipantaskan.
Ada ungkapan yang mengatakan bahwa : “Laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik pula; begitupun sebaliknya.”
Janganlah membesarkan hatimu bahwa kamu adalah manusia yang terbaik; tetapi teruslah memperbaiki diri melalui pendapat-pendapat orang lain mengenai hidupmu; sebab mereka-lah yang melihat pantulan cermin mengenai dirimu. Kamu akan merasa bahwa kamu adalah manusia yang terbaik, jika kamu berdiri sendiri pada cermin itu; namun belum tentu bagi orang lain.
Ambil-lah nasihat yang baik untuk dirimu. Terkadang orang yang membencimu adalah orang yang paling memperhatikan sisi burukmu; berterimakasihlah kepada mereka sebab; dengan begitu kamu dapat mengkoreksi sekaligus kamu pun semakin dilatih untuk menjadi pribadi yang lebih sabar dan memahami bahwa semua ini ada maksud baik dari Sang Pencipta untuk hidupmu di masa depan.
Sekali lagi, teruslah memperbaiki diri hingga kamu dipantaskan oleh Sang Maha menjadi pendamping hidup bagi seseorang.
#SelfReminder
Al-kaaba
Analogi Hati.
Menjaga hati tidak akan membuatmu kesepian. justru dengan menjaga hatimu, kamu akan memperoleh sesuatu, yang tidak akan di dapatkan dari hati yang selalu terbuka.
Selalu membuka hati pun juga tidak menjamin mendapatkan yang lebih baik, justru dengan selalu membuka hati, kamu akan di pandang tidak baik.
Menjaga hati memang tidak menjamin kebahagiaan. Tetapi percayalah dengan menjaga hati, kamu akan semakin jauh dari godaan.
Dan siapa yang menjauhi godaan, maka sudah di jamin ia akan di sayang dan berhak memperoleh hadiah dari tuhan.
Bukankah hati yang terjaga akan di pertemukan dengan hati yang terjaga pula.
-udiennasionalis
Don’t ask Allah for happiness. Ask Allah for peace. You can’t find happiness during sadness but surely, you could be peaceful in the saddest of moments, darkest of places and wildest of storms.
Subhanallah, walhamdullilah, wala ilaha illallah, wallahu akbar.
By reading this a tree in paradise has been planted for you.
Alhamdulillah. Untuk semua rasa-rasa dan doa-doa yang sampai dan hajat-hajat yang telah, sedang dan akan tertunai, untuk diri serta semua yang tersayang.
– Syukur selalu. Semua kita ada, adalah dengan izin-Nya. Jadilah seorang yang bersyukur dengan menjadi seorang yang mudah berterima kasih, bersedekah, tidak riak dan bersederhana. Insya-Allah Allah akan tambah lagi nikmat dan permudahkan jalan rezeki kita. ❤
Arnamee
“Kapan nikah?”
“Jawabnya ada di ujung langit.”
“Siapa calonnya?”
“Anak yang tangkas dan juga pemberani.”
— Taufik Aulia
Media sosial bukanlah tempatmu mengeluhkan masalah dan hidupmu. Buat apa ada orang-orang yang menyayangimu kalau pada akhirnya segala kekesalan dan kekalutan itu kamu tumpahkan ke banyak orang di media sosial? Setidaknya jangan bagikan masalahmu sebagai keluhan yang murni karena akan banyak orang yang tak peduli. Tapi berpikirlah dulu, tentang apa hikmah di dalamnya. Tapi berpikirlah dulu, tentang inspirasi di baliknya. Karena, kebanyakan orang hanya peduli pada apa yang berguna bagi dirinya.
— Taufik Aulia
Ironi itu, mengaku takut neraka dan adzab kubur, tapi sesubuh ini kita dengan sangat berani masih pulas di tempat tidur.
— Taufik Aulia