Resensi Buku Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken
Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken
Penulis : Jostein Gaarder & Klaus Hagerup
Penerjemah: Ridwana Saleh
Penyunting: Andityas Prabantoro
“Aku Tahu setiap kali aku membuka sebuah buku, aku akan bisa menguak sepetak langit. Dan jika aku membaca sebuah kalimat baru, aku akan sedikit lebih banyak tahu dibandingkan sebelumnya. Dan segala yang kubaca akan membuat dunia dan diriku menjadi lebih besar dan luas.”
Berbeda!! Satu kata yang tepat setelah membaca buku ini. Novel ini berkisah tentang dua saudara sepupu yang baru saja menyelesaikan liburan musim panas mereka. Mereka yang tinggal di Norwegia namun berbeda kota, Berit di Oslo dan Nils di Fjaerland berusaha mencari cara supaya tetap saling berkomunikasi dan mereka memutuskan bertukar dengan cara yang tidak biasa, melalui buku-surat. Buku-surat inilah yang bolak-balik Olso-Fjaerland via pos.
Melalui buku-surat itu Berit dan Nils saling bercerita tentang sekolah, kehidupan, buku yang sedang mereka baca dan yang paling menarik perhatian mereka adalah seorang wanita misterius yang ditemui Nils saat membeli buku yang kosong untuk buku-surat, wanita misterius itu bernama Bibbi Bokken.
“Saat aku masuk ke sebuah toko buku di Sogndal, ia ada di sana. Ia menelusuri rak-rak buku dan memandangi buku-buku itu. Dan Berit, ia ngiler! Iya, tak bisa kuungkapkan dengan kalimat lain, perempuan itu berada dalam toko buku dan ngiler, seolah buku-buku itu terbuat dari cokelat atau marzipan.” (hal. 11)
Mereka mulai menyelidiki wanita misterius itu layaknya detektif untuk menguak jati diri wanita yang sangat tergila-gila dengan buku. Semakin sering bertukar kabar melalui buku-surat, mereka sempat dihinggapi masalah saling tidak percaya satu sama lain. Karena masalah tersebut, dibuatlah peraturan dalam berkirim buku-surat:
Dilarang berbohong dalam buku-surat.
Dilarang berprasangka pihak lain berbohong.
Berit dan Nils mendapat banyak informasi-informasi “aneh” tentang Bibbi Bokken. Bahkan Pak Bruun dan istrinya, salah seorang guru di sekolah Nils ikut dicurigai terlibat dalam misteri yang mereka selidiki ini. Apalagi kemunculan seorang lelaki berkepala plontos yang memiliki senyum yang mengerikan, namanya Smiley. Berit dan Nils sangat yakin orang-orang yang mereka curigai sedang mengincar buku-surat mereka.
FYI, wanita misterius yang bernama Bibbi Bokken adalah seorang Bibliografer. Bibliografer adalah orang yang mengumpulkan semua buku yang pernah ditulis di dunia ini.
Di Bab kedua, Berit dan Nils pelan-pelan mulai bisa menguak rahasia Bibbi Bokken dan teman-temannya. Namun mereka sangat terkejut, karena kenyataannya Bibbi Bokken tidak seperti yang mereka kira selama ini.
Walau buku ini hanya 2 Bab, namun menurut saya pribadi membuat kita benar-benar merasakan dan menikmati kehidupan dan sejarah yang ada di Norwegia. Saya juga jadi belajar tentang Klasifikasi Desimal Dewey yang sering dipakai untuk menandai buku-buku di perpustakaan di seluruh dunia.