Dipikir-pikir, kasihan sekali orang-orang yang hatinya dipenuhi rasa benci dan pendendam. Menyimpan bara sekian lama dalam hati, menyimpan semua hal buruk itu seorang diri. Sementara orang yang tak disukainya, melupakan semua hal buruk yang terjadi. Apalagi, jika kesalahan itu bukan berasal dari orang lain, melainkan tersebab oleh diri sendiri. Diri sendiri yang kerasa kepala dan merasa benar. Sungguh kasihan.
Dipikir-pikir, kasihan sekali orang yang hidupnya penuh dengan prasangka dan kecurigaan. Susah membangun kepercayaan kepada orang lain. Hidupnya kesepian, mudah kehilangan dan menghilangkan orang-orang yang ingin percaya padanya, tapi hanya karena kesalahan setitik, dihapus semua kebaikan-kebaikan yang pernah terjadi. Diputus pertemanannya. Pasti sulit sekali hidupnya yang tak percaya siapapun.
Dipikir-pikir, kasihan sekali orang yang hidupnya penuh dengan amarah. Merasa menjadi korban dari semua kondisi hidup, mungkin disebabkan oleh trauma dari keluarganya, dari orang-orang terdekatnya di masa lalu. Hingga, untuk merasakan bahagia saja tidak bisa. Isinya hanya marah-marah, mudah marah. Pasti sesak sekali hidupnya.
Dipikir-pikir lagi, kalau ketemu dengan orang-orang yang seperti itu. Memang ada rasa kesal, rasa marah, rasa kecewa yang mungkin akan muncul. Akan tetapi, berujung pada rasa kasihan karena betapa hidupnya sulit tenang, sulit bahagia, setiap hari harus bergulat pada pikirannya sendiri, tidak mampu menerima kenyataan bahwa dirinya terluka dan sangat mudah melukai orang-orang disekitarnya. Hingga akhirnya, dia pun ditinggalkan, dijauhi.
Dipikir-pikir lagi, memiliki pikiran yang tenang itu rasanya berharga sekali. Hidup yang penuh interaksi dilema dengan banyak manusia, bisa lebih mudah dijalani karena bisa lebih tenang dan tidak reaktif. Kadang, arus kehidupan yang deras ini bukan untuk kita lawan sekuat tenaga. Malah nanti kita kehabisan tenaga.
Setelah dipikir-pikir semakin mendalam, makin banyak-banyak berdoa agar diberikan ketenangan jiwa. Jika ada luka dan trauma di dalam diri, semoga itu tidak melukai orang lain. Jika itu melukai orang lain, aku tidak merasa terlalu tinggi hati untuk meminta maaf duluan :)