“Lelah karena sendiri lebih baik ketimbang lelah karena menekuk hati oleh sebab mencintai seseorang yg tidak melihatmu sama sekali.”
— (via mbeeer)
Sweet Seals For You, Always

Kiana Khansmith
official daine visual archive
No title available
$LAYYYTER

if i look back, i am lost
KIROKAZE

No title available

shark vs the universe
Cookie Run:Kingdom Official!
Interview Vampire Daily

Jar Jar Binks Fan Club
occasionally subtle
Color Me Curious
No title available

Origami Around
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr
Doug Jones

blake kathryn
The Stonewall Inn
seen from Vietnam
seen from T1
seen from Malta
seen from France

seen from United Kingdom
seen from Italy
seen from Colombia
seen from Egypt

seen from Indonesia

seen from Malaysia

seen from Australia

seen from United States

seen from Indonesia
seen from Greece
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Germany
@langitadalahbatasnya
“Lelah karena sendiri lebih baik ketimbang lelah karena menekuk hati oleh sebab mencintai seseorang yg tidak melihatmu sama sekali.”
— (via mbeeer)
“Aku rindu ketika kopi kita semakin dingin, namun percakapan kita semakin menghangat.”
— (via mbeeer)
Aku merindunya yang selalu ada, sebab kini ia tidak, ia bahkan lebih bebas dari angin malam ini sekarang .
Dan tak ada yang mampu kulakukan sekarang, sebab ku tak pernah belajar menjadimu disaat ku mampu. Apakah ini penyesalan? Jelas. Jangan bertindak seolah kau tak memahaminya.
I love you so my patents
Ya Allah, aku cinta orang tuaku.
Sungguh. Dan sangat.
Bagaimanapun mereka.
Aku sungguh mencintai mereka.
Lancarkanlah jalan dan keinginan mereka ya Allah.
Gampang kan pula lah jalan anak-anak mereka ini untuk selalu berusaha membahagiakan mereka sebagaiman halnya mereka dulu dengan sekuat tenaga mereka bahkan tanpa lelah.
Jauhkanlah mereka dari nerakamu ya Allah.
Setiap manusia itu memiliki rasa khawatirnya sendiri-sendiri. Ada yang dengan mudahnya bisa meredakannya sendirian, namun juga ada yang sering berlebihan dan tak bisa meredamnya sendirian.
Kamu tidak bisa menyalahkannya. Karena ia hanya menjadi dirinya sendiri.
Ia bukan tak pernah berusaha, namun ia masih berusaha untuk mencoba meredakan dirinya sendiri. Namun rupanya, ia butuh bantuan.
Jangan kau perparah dengan menghujaninya dengan kata sindiran atau tekanan. Ia akan pecah bila kau lakukan itu. Mungkin kau tidak tau, karena ia akan berusaha terlihat baik-baik saja. Tapi di balik itu, ia hampir saja mengorbankan dirinya sendiri.
Tak semua orang memiliki kadar kekuatan yang sama dalam menghadapi tekanan.
Ia tak pernah memaksa untuk dimengerti, ia hanya ingin kau menggunakan kata-kata yang baik dan cenderung memotivasi, bukan merendahkan dan menyalahkan seolah-olah kau tak pernah berbuat salah juga yang paling benar.
Mengapa tak pernah kita coba untuk memposisikan diri sebagai orang lain? Yang mungkin saja tidak bisa kita mengerti resahnya, tak dapat kita rasakan bebannya, dan tak sanggup kita pahami pikirannya.
Allah tak pernah menciptakan sesuatu sia-sia. Dan mungkin kau diciptakan untuk melengkapinya, yang mungkin tidak pernah kau sadari.
Sudahkah mendengarkan cerita seseorang hari ini? Sekali-kali coba hubungi ia duluan, mungkin sahabat atau temanmu, kau tak akan pernah tau bila tidak bertanya. Barangkali, ia butuh dirimu untuk mendengarkannya karena harinya begitu sulit.
Terkadang, pemberian sebuah waktu itu lebih dari berharga daripada sekedar hadiah berupa barang, karena waktu yang diberikan itu tidak akan bisa kembali ataupun diulang lagi.
Cobalah hargai kehadiran seseorang yang mencoba bertanya akan keadaanmu hari ini.
Malang, 14 Juni 2018. Ketika berada dalam suasana rumah yang begitu tenang dan menyejukkan.
A note for you-wherever you are.
Biarkan Allah mengabulkan doamu dengan caraNYA. Bukan cara yang kamu mau
“Jika aku berkata aku tidak cinta, kau tau aku adalah pembohong paling besar di dunia. Namun selama kau masih memilihnya, aku tidak mau kita terlalu jauh hingga pada akhirnya hanya aku yang akan terluka; sedangkan kau tetap bersamanya.”
— (via mbeeer)
“Kemarilah, kita bercakap-cakap seperti dulu lagi. Ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan padamu sekarang, perihal siapa aku, siapa kita, dan tentang kenapa menyapa rasa-rasanya menjadi begitu berat?”
— (via mbeeer)
Kangen masa lebih sering jalan-jalannya daripada diam di kasur rs doang.
Percayalah berbaring, makan, tidur, dan menonton tv seharian itu membosankan
Hari Bahagia
Ingin sekali sebenarnya dapat menghadiri setiap 'hari bahagia' orang-orang terdekatku.
Namun apalah daya. Manusia hanya mampu berencana bukan?
Sudah tidak terhitung berapa pernikahan teman dekat yang saya lewatkan.
Entah karena jaga atau memang karena jarak. Dan alasan terakhirlah yang paling menyedihkan.
Maafkan daku teman-teman. Bukan inginku. Mungkin belum jodoh kita.
Percayalah, akupun ingin hadir. Melihatmu di hari tercantikmu. Percayalah, bukan ku tidak mengusahakan. Hanya saja ku terlalu banyak berpikir. Hingga terlambat mengambil keputusan.
“Aku menulis karena mengingatmu. Kemudian kau membaca, lalu mengingatnya. Sejauh itukah kita?”
— (via mbeeer)
Gak ada angin, Gak ada hujan, Gak ada badai.
Adanya ke khawatiran.
Mungkin terkadang saya harus memulai ke-random-an seperti ini.
Se-simple agar kamu tidak mudah datang dan pergi semaumu.
Agar kamu tahu bahwa saya siap kamu tinggal kapanpun.
Tak usah khawatir tentang apa yang akan terjadi kelak.
Biar itu menjadi urusan saya dan hati saya.
Terimakasih bila kau sempat khawatir. Tidak pun tak apa.
Jika kelak esok kau pergi.
Tapi tak mengapa jika ternyata kau memilih untuk pergi. Setelah ku lagi lagi harus mengalami pahitnya apa yang telah kulalui.
Tak mengapa.
Aku biasa sendiri.
Nanti ku jelaskan padaa ibuku tentang keusaian kau dan aku. Nanti ku minta ibuku untuk berhenti menanyakan kabarmu. Nanti ku sampaikan pada ibuku, bukan kamu pelakunya. Kamu akan nampak baik baik saja dan anggap saja aku tersangka walau ternyata kau yang lebih dulu pergi tanpa sedikitpun berniat kembali.
Tak apa.
Tak apa.
Fase denial menuju acceptance yang dibuat kubler ross bisa kulalui dengan mudah.
Tak apa.
Tak usah kau hiraukan ingatanku. Aku pernah terlihat dalam pandanganmu pun sudah cukup buatku bahagia. Tak usah kau hiraukan aku. Tak apa.
Aku bilang tak apa.
Sungguh.
Aaku tak perlu tahu apa alasanmu. Aku memang tak cukup baik. Aku tak cukup pintar. Rupaku tak dapat kau banggakan. Aku tak cukup mampu untuk menyamaimu. Itu sebabnya ku tak mungkin mendampingimu.
Tak apa.
Sungguh.
Aku akan baik baik saja.
Aku kuat.
Perempuan cengeng yang menangis saat melihat trailer film itu lebih kuat dari yang kamu kira. Perempuan perasa yang selalu merasa tak enak itu lebih kuat dari yang kamu kira.
Sama halnya dengan aku yang tak akan menghiraukan alasan kepergianmu ketika kamu lebih bahagia tak bersamaku, aku juga ingin tak dihiraukan jika kelak memang aku pecundang lemah yang terus berkutat dengan kesedihanku.
Tak apa.
Tak apa.
Tak apa.
Aku biasa sendiri.
Aku biasa memutuskan segalanya tanpa diskusi.
Aku bisa tak ditemani.
Aku bisa.
Aku bisa.
—
Terimakasih sudah mampir. Kemudian meninggalkan luka sebagai souvenir.
—
Tak usah pamit. Hanya membuat semuanya semakin rumit.
—
Bandung, 21 Juni 2018
Hati hati, mudahmudahan kamu yang terakhir menyakiti.
"Tak usah pamit. Hanya membuat semuanya semakin rumit."
Mungkin itu tujuanmu, pergi begitu saja tanpa kata padaku. Agar aku tidak rumit dengan perasaanku. Agar aku dengan mudah membencimu kan? Agar aku tidak bersusah mencari tahu tentangmu dan mengusaikannya disini. Bukan begitu?
Kita anggap saja begitu.
Ini jamu. Rasanya hanya satu. Pahit. Walaupun telah dicampur madu. Mereka tidak dapat menyatu. Rasanya menjadi pahit dan manis. Secara terpisah.
Happywedding
Aku mendapat kabar. Bahwa kamu akan segera menikah.
Dari ke-kepo-anku dan juga kebaikan hatimu berbagi kabar bahagiamu.
Entah aku harus berekspresi apa.
Jelas aku akan memberikanmu selamat.
Aku tidak se-naif dan se-jahat itu mendoakanmu yang tidak tidak.
Cukuplah.
Biarlah kita bahagia dengan cara masing-masing.
Mungkin bahagiamu yang lebih dahulu sampai.
Tak mengapa.
Itu berarti kau telah berubah menjadi yang lebih baik. Dan tentu itu hal yang baik.
Aku sedang berada di titik terbawahku sekarang. Dan kau sedang berada di titik terbahagiamu.
Tak apa.
Semua tentu memiliki masanya. Tak ada yang perlu dipertanyakan apalagi dipaksakan.
Berbahagialah.
Semoga kebahagiaanpun segera menemuiku.
Bukankah kita semua akan berbahagia? Perbanyaklah berdoa anak muda.
Agar hidupmu sesuai inginmu.
“Konsekuensi dari berdoa itu adalah dikabulkan”
—
Urusan bagaimana nanti cara Allah mengabulkannya biarkan waktu yang akan menjawabnya.
Allah membiarkan kita untuk berdoa dengan cara kita, mengapa tak terima jika Allah menjawab doa kita dengan caraNya? p.s: kutipan terakhir dikutip dengan penyuntingan dari novel “Kala” karya @hujanmimpi x @eleftheriawords