Di 2019, aku...
...belajar untuk menerima segala kekurangan yang ada di diriku tanpa merasa sedih karena memilikinya. Aku belajar mencintai diriku apa adanya. Mungkin hal ini pula yang membuatku dikelilingi oleh orang-orang yang baik, yang melalui mereka aku mulai paham bahwa manusia punya kelebihan dan kekurangan yang Allah titipkan. Kekurangan membuat mereka tak melulu tinggi hati, kelebihan membuat mereka tak melulu rendah diri. Setiap orang itu unik dengan kekurangan yang mereka miliki. Begitu pula denganku.
...berusaha untuk tidak terus melimpahkan kesalahan kepada orang lain. Aku yang dulu paling enggan mengakui kesalahan kecuali aku benar-benar sadar bahwa kesalahan itu aku yang buat. Tingkat defensifku tinggi sekali apalagi kalau ada yang menyadarkanku bahwa aku salah. Aku yang dulu akan mencari-cari alasan agar kesalahan itu tidak ditimpakan sepenuhnya kepadaku. Namun, sifat itu terlalu buruk untuk kupertahankan maka aku berusaha untuk melepaskan diri dari jeruji pikiran ini, yang membuat pikiranku tertutup dan tak mau melihat sudut pandang orang lain.
...mencoba untuk lebih mendedikasikan waktuku untuk keluarga. Aku sadar orang tuaku semakin menua dan adik-adikku mulai beranjak remaja. Sudah cukup aku menghabiskan waktu SMA dan kuliahku dengan menyibukkan diri melalui organisasi dan/atau kepanitiaan sehingga satu-satunya waktu luangku ketika sedang di rumah kuhabiskan dengan tidur, sampai-sampai ibuku pernah berkata "Rumah bagi kamu cuma buat tempat numpang tidur". Semester 8 menjadi momenku untuk menutup waktu kuliah dengan beristirahat di rumah lebih banyak sambil menggarap tugas akhir (TA).
...melakukan hal yang tak pernah terpikirkan olehku untuk melakukannya: menjual ulang produk kosmetik dan skincare salah satu brand lokal dengan cara memanfaatkan momen diskon besar di salah satu e-commerce. Awalnya aku hanya iseng, pun laba yang didapat tidak akan begitu besar, kurasa. Namun, laba dari penjualan tersebut ternyata cukup untuk menutup biaya pembelian kosmetik "ekstra" (seperti contour, highlight, concealer, eye shadow, eyeliner, maskara, dan beberapa kuas wajah) untuk wisuda karena aku memutuskan untuk tidak menggunakan jasa rias wajah. Hal ini tergolong nekat karena aku baru (mau) belajar merias wajah di awal tahun 2019 sedangkan aku wisuda di pertengahan tahun 2019.
...melampaui batas kekhawatiranku terkait bepergian keluar kota tanpa keluarga: aku pergi ke Yogyakarta dengan menaiki kereta antarkota untuk mendatangi momen wisuda salah satu sahabatku dari masa SMP, berdua saja dengan sahabatku yang satunya lagi. Ini adalah pengalaman pertamaku menaiki kereta antarkota. Awalnya hanya berupa ide basa-basi yang gila, tetapi ternyata terwujud juga. Padahal saat itu, 2 minggu lagi merupakan tanggal wisudaku dan kedua orang tuaku sedang tidak di rumah karena sedang menunaikan ibadah haji. Maka dari itu, kami hanya menghabiskan 3 hari setengah di Yogyakarta lalu kami langsung pulang, sedangkan sahabatku yang diwisuda melanjutkan jalan-jalan dengan keluarganya di Yogyakarta. Sebenarnya liburannya terasa tanggung sekali, walau kami sempat bepergian ke beberapa tempat wisata di Yogyakarta.
...keluar dari zona nyamanku dalam hal kesukaan: mendatangi konser musik. Aku yang dulu dikenal tidak suka berada di tengah kerumunan yang membuat sesak. Pengalaman ini sungguh tak terlupakan berhubung konser pertamaku ini merupakan konser EXO, salah satu boyband asal Korea, yang terkenal akan keramaian dan kepadatannya. Aku pun terkejut ketika aku berhasil memenangi perang tiketnya, walau bukan di posisi yang aku inginkan awalnya. Kenekatan ini kulakukan bahkan tanpa tahu-menahu transportasi apa yang harus aku gunakan untuk ke ICE BSD? Bagaimana jika nanti di sana aku sendirian sedangkan aku harus menitipkan barangku untuk salat? Bagaimana kalau konsernya selesai pukul 21.00? Apakah aku harus mencari tempat menginap atau memaksakan diri untuk pulang? Hingga pada akhirnya aku menemukan satu adik kelasku, yang memang merupakan penggemar EXO dari lama, yang juga berhasil membeli tiket konsernya. Walau kami berbeda section, setidaknya aku bisa tenang karena ada barengan untuk ke sana. Diriku 5 tahun yang lalu pasti tidak akan percaya dengan apa yang kulakukan ini, hahaha. Sungguh, sampai saat ini pun aku masih heran mengapa aku bisa nekat padahal uangku saat itu pas-pasan untuk membeli tiketnya.
Here to the upcoming challenges that I'm definitely going to face in 2020. Let's go 😎














