BUKAN TIPS, CUMA CERITA TENTANG TOEFL ITP
Bagi temen-temen yang lagi studi atau mengejar cita-cita untuk lanjut studi (baca: scholarships hunter) mungkin TOEFL, IELTS dan sejenisnya jadi satu hal yang paling dikejar/diusahakan selain jawaban dari calon. I mean calon universitas tujuan. Atau yaa calon yang lain..
Nah saya ingin bercerita sedikit, eh agak panjang sih- tentang TOEFL, bukan berarti saya expert soal ini karena skor saya juga masih jauuh dr excellent ehe… Tapi sekedar pengen berbagi cerita aja, siapa tau bermanfaat buat kamu. Nah, kamu, selamat membaca ya :D
Tentu sudah gak asing kan dengan istilah TOEFL, yap singkatnya tes kemampuan bahasa inggris. TOEFL ini ada beberapa jenis, nah yang akan saya bahas disini adalah TOEFL ITP atau Institutional Testing Program. Karena sifatnya yang Institutional ini, TOEFL ITP biasanya hanya digunakan untuk kepentingan internal organisasi misalnya untuk persyaratan administrasi pendaftar S2 atau S3 dalam negeri. Kalau yang luar negeri prefer untuk ambil IELTS karena lebih diterima secara global, walaupun beberapa masih menerima TOEFL. Beberapa perusahaan atau pekerjaan juga kadang mensyaratkan sertifikat TOEFL ITP untuk syarat kelengkapan administrasi.
TOEFL ITP ini tes terstandar di bawah ETS (English Testing Service), jadi tes dan interpretasi hasilnya sudah terstandar secara internasional. Oleh karenanya, biaya tes yang ditetapkan mengikuti nilai dollar Amerika yang kalau dikonversi ke rupiah berkisar antara 450-550 ribu, tergantung tempat dan lembaga tesnya. Oiya kita bisa ambil tesnya di berbagai kota di Indonesia. Pas saya, ambil di Bandung tepatnya di English First Cipaganti. Kemampuan bahasa Inggris yang dites terdiri dari Listening, Structure and Written Expression, dan Reading, tanpa writing, speaking..
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Waktu
Sesuaikan dengan jadwal kapan sertifikat TOEFL ITP kamu dibutuhkan. Lebih cepat siap lebih baik. Perkirakan kapan harus siap-siap, kapan harus belajar entah les atau otodidak, atau belajar sama temen atau siapa gitu, yaa yang bikin kamu lebih nyaman dan semangat ajalah :x. Cari tau info pelaksanaan TOEFL ITP di lembaga terdekat kota kamu. Biasanya pendaftaran dilakukan maksimal h-seminggu tes, bisa lebih cepat/lambat. Hasil keluar sekitar 2 minggu sejak hari tes (di lembaga bahasa Univ Sanata Dharma, Jogja sepertinya bisa 1 minggu).
2. Kenali Sejauh Mana Level Kemampuanmu
Kita bisa ikut simulasi-simulasi TOEFL. Cari aja lembaga-lembaga tes yang ngadain simulasi TOEFL secara gratis ehehe. Kalau di jogja bisa ikut di SWIFT tapi biasanya masuk waiting list. Ya maklum namanya juga gratisan. Tapi gapapa lumayan kita jadi tau sejauh mana kemampuan kita, berapa skor yang harus dikejar, kurangnya dimana, supaya bisa diperbaiki. Kita juga bisa sekalian latian biar akrab sama soal2 tesnya. Sekali lagi, perhatikan waktu. Jangan dinanti-nanti, ndak keduluan orang. Pedih ‘_’)/
3. Perbekalan (Bahan belajar)
Practice makes perfect! Kalau menurutku TOEFL itu pembiasaan. Dan kamu harus ikhlas dulu menerima si TOEFL supaya otak mudah mencerna hati mudah menerima dan memahami. Jangan pasang mindset TOEFL itu susah, grammar itu apaan sih ribet, listening ngomong apaan si itu bule..jangan, kelem..kenali dulu, ntar lama-lama juga suka. Dan..jangan cepet nyerah lalu berhenti, yaa? :)
Nah untuk buku, ada beberapa yang recommended untuk yang pemula kayak saya: a) Basic English Grammar, b) Fundamental of English Grammar, c) Understanding and Using English Grammar ketiga-tiganya dari Betty Schrampfer Azar. d) Longman Complete Course for the TOEFL Test: Preparation for the Computer and Paper Test. Official Guide dari ETS juga bisa didownload gratis ebooknya. Simulasi tes online juga banyak kok. Untuk menjaga otak dari overheat, belajarnya bisa diselingi dengan dengerin lagu-lagu bahasa inggris, nonton film, atau download App simulasi tes di Playstore yang modelnya udah macem-macem bebas download, supaya kamu ga gampang jenuh. Kalau masih jenuh juga yaa mungkin kita perlu udahan dulu. Istirahat maksudnya :/
4. Tempat dan Biaya
Cari informasi tempat terdekat dimana kamu berada. Beberapa Universitas juga biasanya menyelenggarakan tes TOEFL ITP jadi kepoin aja info di pusat bahasa Univ kamu. Di Jogja itu ada di UNY, UGM, UII, Sanata Dharma. Bandung ada di UPI, ITB, UNPAD, POLBAN. Di kota-kota tertentu (di luar universitas) juga ada lembaga yang menyelenggarakan, Jogja (EF, ELTI, SWIFT, dll), Bandung (EF semua cabang, BLCI), Cirebon (EF), di kota-kota lain tentunya masih ada. Biayanya ya itu tadi, sekitar 450-550 ribu rupiah. Pokoknya kepoin aja semua info itu, terutama jadwalnya. Karena biasanya pelaksanaannya gak sesering tes bahasa inggris untuk keperluan internal kampus. Ada memang yang tiap minggu menyelanggarakan, 2x sebulan, 1x sebulan, atau bahkan gak tentu tergantung kuota peserta terpenuhi/mencukupi atau belum. Nah manfaatkan teknologi, kepoin deh biasanya tiap lembaga udah punya akun sosmed. Stalking, jangan kepoin masa lalu muluk..
5. Jaga Kondisi
Pelaksanaan tes sekitar 2 jam, tanpa jeda istirahat. Jadi usahakan kamu dalam keadaan sehat lahir batin supaya hasilnya maksimal. Sarapan dulu, berdoa dulu. Jangan lupa bawa alat tulis dan identitas diri. Oiya air minum juga boleh. Perhatikan jarak tempuh ke lokasi, jangan sampe telat karena nyasar dan kecapean. Datanglah lebih awal supaya mood kamu bagus, gak ngrasa tergesa-gesa dan bisa menyiapkan ini itu dulu.
Apa lagi ya, hm itu dulu kali ya. Jadi itulah tulisan ala-ala berdasarkan pengalaman pribadi. Kalau ada kesamaan cerita, kemiripan tokoh, kesamaan rasa semata-mata kehendak Allah karena gak ada yang kebetulan.
Semoga ada manfaat yang bisa diambil. Yay! Have a nice day. Salam.