Myers Briggs Princesses by LittleMsArtsy
Find your own type

PR's Tumblrdome
Sade Olutola
Acquired Stardust

Discoholic 🪩
Peter Solarz

JBB: An Artblog!
occasionally subtle
Monterey Bay Aquarium
wallacepolsom
styofa doing anything

No title available
noise dept.
No title available
No title available

Love Begins
tumblr dot com
Jules of Nature
d e v o n

@theartofmadeline
$LAYYYTER

seen from Canada
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Romania
seen from United States
seen from Brazil

seen from Singapore

seen from Australia
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Brazil
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Brazil

seen from United States
seen from United States
seen from Canada
@lefttotherite
Myers Briggs Princesses by LittleMsArtsy
Find your own type
ternyata benar, aku dengan cara pikirku yang seperti ini dan kamu dengan caramu yang seperti itu. Setelah itu semua, aku sadar kita saling melengkapi ya?
:)
By ARiA-Illustration
Via GMB Akash
“I never told my children what was my job. I never wanted them to feel shame because of me. When my youngest daughter asked me what I did. I used to tell her hesitantly, I was a labourer. Before I went to home I used to take bathe in public toilet so they did not get any hint of the work I was doing. I wanted my daughters to send to school, to educate them. I wanted them to stand with dignity in front of people. I never wanted anyone look down at them like everyone looked down at me. People always humiliated me. I invested every penny of my earning for my daughters’ education. I never bought a new shirt, used the money instead for buying books for them. Respect, which is all I wanted them to earn for me. I was a cleaner. The day before the last date of my daughter’s college admission, I could not manage to get her admission fees. I could not work that day. I was sitting beside the rubbish, was trying hard to hide my tears. I was unable to work that day. All my coworkers were looking at me but no one came to speak. I was failed, heartbroken and I had no idea how to face my daughter who would ask me about the admission fees once I back to home. I am born poor. Nothing good can happen with a poor person that was my belief. After work all cleaners came to me, sat beside and asked if I considered them as brothers. Before I could answer they handed their one day income in my hand. When I was refusing everyone they confronted by saying, ‘We will starve today if needed but our daughter has to go to college.’ I cannot reply them. That day I did not take shower. That day I went to house like a cleaner. My daughter is going to finish her University very soon. Three of them do not let me to work anymore. She has a part time job and three of them do tuition. But often she took me to my working place. Feed all my coworkers along me. They will laugh and ask her why she feed them so often. My daughter told them, ‘All of you starve for me that day so I can become what I am today, pray for me that I can feed you all, every day.‘ Now a days I do not feel, I am a poor man. Whoever has such children, how he can be poor. ” - Idris
gna reblog again bc i don’t think enough people realise the amount of sacrifices our parents have made/make for us
I see a lot of people say parents are the biggest dream killers, you ever considered that they kill their own dreams for us too?
Have you ever experienced that moment of crying so much because you missed the feeling of making sujood to Allah? Have you ever experienced that moment when you raise your hands for takbeerat and your tears just come running down just because you feel something inside you feels so much ease? Have you ever experienced being so lost that you almost lost hope but with one salah standing in salah, you’ve been recharged with imaan like never before? Have you ever missed praying and calling upon Allah that reading this makes you sob and cry already? Oh slave of Allah, this is your imaan telling you to come back to Allah. Indeed, it just takes one heartbeat to remember Allah. So what are you waiting for? Go Pray. ______ Have you ever wondered how the Sahabah felt when they testified the Shahada the first time in their lives? How they’ve finally found true guidance after years of misguidance? Every day we are called back with every Adhan, when will we answer? Come back. Pray again. Allah awaits for you.
Then from the 1950′s to today’s outfit for Snow White.
By ushi@ついった
Percayalah bahwa seburuk apapun hal di belakangmu yang telah terjadi, itu tidak mutlak menjadi nilai yang tertanam padamu. Setiap orang punya kesempatan yang sama, hanya saja ujian setiap orang itu berbeda. Ditakar pada kemampuannya masing-masing. Barangkali apa yang kita alami belum seberapa di banding yang lain. Kalau kita merasa ujian saat ini begitu berat, tandanya kita lebih kuat dari itu. Kalau ada orang yang tak bisa menerimamu karena masa lalu dan hal-hal buruk yang telah terjadi, bersyukurlah. Sebab lebih sulit menjalani suatu hubungan dalam penerimaan yang pura-pura. Kelak, akan ada yang cukup lapang hati dan pikirannya untuk menerimamu. Dan untuk bisa menemukannya, cobalah untuk melapangkan hati dan pikiranmu untuk menerima dirimu sendiri, jujur thdp apapun kondisinya, dan mensyukurinya.
Kurniawan Gunadi (via kurniawangunadi)
Perangkap
Semua orang yang kamu benci barangkali tidak tahu tentang kebencianmu. Sementara mereka menjalani hidupnya dengan leluasa, Kamu terperangkap dengan perasaan yang menyulitkan dirimu sendiri. Kebencian itu menggelapkan hati, menggelapkan pandanganmu dari kebahagiaan.
Dan orang yang kamu cintai juga mungkin sama sekali tidak tahu tentang rasa cintamu. Sementara mereka menjalani hidupnya dan kamu tidak ada di hatinya. Kamu tertawan dalam imajinasimu sendiri, kamu kesulitan membedakan mana kenyataan dan mana angan-angan. Dan itu membuatmu tidak beranjak kemana-mana sementara ia telah melangkah jauh.
©kurniawangunadi
Bosan itu bisa juga datang, bukan karena tak ada rasa cinta lagi. Tapi karena bosan menunggu seseorang yang TAK kunjung BERUSAHA untuk memapankan dirinya
Untuk dirinya saja tak berusaha, apalagi untuk orang sekitarnya *sigh*
Menemukan yang frekuesinya sama dengan kita itu susah-susah gampang.
June 2017
Tahun ini lebih banyak merenung, well secara gue kan jadi pengangguran. Merasa useless ketika sebuah ambisi tak tercapai. Tapi finally gue di terima di sana. Tempat yang dulu gue idamkan sewaktu SMA. Mungkin bagi Tuhan aku harus melewati pijakan ini dulu, sebelum melangkah lebih jauh ke cita-citaku sejak SD. Dan di bulan ini juga, kita udah menentukan tanggal untuk berjalan yang lebih terarah. At least, sudah tau goal nya mau kemana, jadi lebih serius lagi nabung or anything. Aaah udah ah ga tau mau nulis apalagi. . . . . . Dear, diriku di masa depan saat kau membaca ini lagi, selamat tertawa atau tersenyum. Aku percaya, kehidupan jauh lebih baik dan bahagia lagi saat itu :)
Ga semua orang kan di didik kayak kita? Jadi ngapain kesal?
Lebih Dulu Hidup
Entah gue yang telat mikir atau gimana. Tapi makin ke sini gue makin sadar sih kenapa kita harus nghormatin dan ngjaga perasaan orangtua. Semakin kesini, makin tau ga mudah untuk mengesampingkan ego demi seorang anak. Sebagai orang yang lebih dulu hidup dari seorang anak kecil (baik anak sendiri maupun anak orang), gue makin ngerti kenapa dulu ga boleh ini itu, seharusnya gini gitu. Ga mudah memang, di saat hati carut marut lalu datang seorang anak yang haus kasih sayang/ perhatian, di saat itu kita yang lebih dulu hidup ini harus bisa mengesampingkan ego atau perasaan yang tak enak tadi. Aah mom dad. Dulu mungkin anakmu ingin sekali cepat dewasa dan bisa mengatur hidup sendiri tanpa harus mendengarkan omelan sayang kalian. Tapi sekarang saat hal itu telah datang dan terjadi pada anakmu ini, ternyata tak mudah ya menjadi orang yang lebih dulu hidup dari generasi yang baru lahir.
What better than to end the BFF mini series by telling your best friend that he/she is stuck with you… forever! 😀
Like us on Facebook | Follow us on Twitter | Kate’s Instagram | HJ-Story Instagram | HJ-Store