Pasangan mendukung, apa masalahnya?
Masalahnya di medan perang ini ternyata bikin gue ga bisa membedakan mana yang beneran simpati atau enggak
we're not kids anymore.

oozey mess
he wasn't even looking at me and he found me
RMH
Monterey Bay Aquarium
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
NASA
Keni

Origami Around
d e v o n
todays bird
AnasAbdin
hello vonnie
TVSTRANGERTHINGS
KIROKAZE
occasionally subtle
ojovivo
trying on a metaphor
Stranger Things
styofa doing anything

seen from Bolivia

seen from Italy
seen from United States
seen from Italy

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Romania
@lontongmaniss
Pasangan mendukung, apa masalahnya?
Masalahnya di medan perang ini ternyata bikin gue ga bisa membedakan mana yang beneran simpati atau enggak
If I asked about what do I miss when I was a university student, trust me, you better be prepared of the endless list I created.
There are so many of moments I have to grateful for the precious memories I created back then, there are so many that I can’t remember it at once, and this moment is unexceptional. But I don’t want to let it slide this time.
One day, I joined an NGO and I had met a lot of people, who, are very amazing and took care of me nicely, figuratively, of course. Two of them are my “mbak(s)” that I really adore and aspire to be like them.
I call them mbak sofi and mbakinun. They are two woman with brilliant minds. They know how to act in front of the table and the most important thing is they know how to have fun.
And for the sake of my limited lexicon, let me tell you the story with bahasa indonesia.
Bertemu dengan mbak2 yang luar biasa ini merupakan momen yang aku syukuri dalam hidup. Mereka ngajarin aku bagaimana cara mengambil sudut pandang yang menyeluruh, mengerti dan menghargai setiap pilihan orang lain (meskipun berbeda dengan pilihan kita), dan juga bagaimana menyampaikan apa yang ada di kepala dengan terstruktur dan mudah dipahami.
Bahkan pernah ada di satu titik tertentu aku “mengikuti” cara mereka bicara dan pembawaan mereka karena aku merasa penyampaian yang mereka sangat mudah dipahami. Meskipun ya tentu saja pembawaanku ga bisa disandingkan dengan orang2 ini.
Mungkin catatan ini akan menjadi catatan pengakuan dosa dan perasaan yang selama ini aku ga pernah ungkapkan kepada mbak2 hebatku ini. (Dan kita sudah mengawalinya dengan pengakuan dosa pertama di atas hehe)
Pengakuan dosa lainnya adalah aku pernah diam-diam mengamini tidak akan menikah sampai mbak-mbakku menikah duluan, sehingga aku bisa tau kriteria suami seperti apa yang mereka pilih. Dengan begitu aku juga bisa “mengikuti” apa yang mereka pikir baik. Karena menurut hematku, mbak2ku ini pasti akan memilih orang terbaik untuk mereka nantinya. Dan aku tentu juga mau memilih orang terbaik untukku kelak.
Oke, mungkin cukup untuk pengakuan dosanya.
Momen yang ga terlupakan olehku adalah saat salah satu dari mbak ini membuat grup line bernama “absurdism is a must”.
Entah bagaimana, tapi yang pastinya karena kami memiliki kesamaan selera humor—yang orang-orang sebut receh—grup ini tercipta.
Kami share gambar2 meme di grup itu yang menurut kami layak ditertawakan. Untuk hal ini, aku yakin aku juara satu pengirim meme paling lucu.
Kadang kami juga melempar pendapat untuk satu fenomena atau kondisi yang terjadi di sekitar kami, biasanya lalu akan berakhir dengan pertukaran ideologi dan pandangan hidup. Untuk satu ini, aku relakan podiumku untuk mereka berdua.
Kadang pula kami janjian untuk sekedar jalan-jalan atau makan bersama.
Sampai sekarang aku masih ingat bagaimana aku sama mbaksofi menertawakan momen2 lucu saat kami naik gunung Semeru untuk pertama kalinya.
Akupun masih ingat jelas bagaimana mbakinun dan aku tertawa bersama saat aku jaili pesannya yang ingin dikirim ke dosen.
Terkadang, kenangan ini yang membuatku merasa bahwa life was not that hard, life is going to be not that hard.
Ngebaca webtoon kisah anak sekolah, rasanya seru banget
I wonder apakah dulu kisah sekolahku kyk gitu juga ya
Kira-kira aku mau gak ya balik ke masa sekolah? Apakah akan seseru itu juga?
Tapi kayaknya lebih seru kalau kisah sekolahku yg udh ada terus dibikin webtoon gt ya? Tp apa ada yg baca ya? Siapa yg mau baca? Akukan belum jd siapa-siapa
Tapi kalau kelak nanti aku akan jadi siapa-siapa, apakah aku masih bisa inget kenanganku pas sekolah dulu ya?
Untuk ingat apa yg kucapai setauhun terakhir aja aku hrs buka linkedin dulu
Hmm
Pernah
Pernah ada di masa percaya begitu utuh, lalu luluh, kemudian hancur dan lebur
Berada dalam perjalanan mencari nyaman
Kecewa atas pengharapan
Segala hal yang rasanya bisa dirasa mungkin
Kemungkinan yang terlalu lama dialihkan
Terlalu lama ditolak
Tidak diterima
Ditinggalkan
Hingga akhirnya menyerah dan memutuskan ingin sendiri
Entah sampai kapan
dan kapan bisa berarti selamanya
Pernah ada di masa percaya begitu utuh lalu luluh kemudian hancur dan lebur
Menyerok keping dan puing yang susah payah disembuhkan
Dikira yang ke sekian kali tak akan sakit
Dikira terbiasa sakit bisa membuat kebas
Tapi ternyata tak ada rumus pasti
Tidak bisa dipelajari
Tidak bisa diajari
Tidak bisa—
diformulasikan
—athrsyna,
Jakarta, 15 Desember 2022
this is not wasted time. time spent healing and growing and letting yourself feel all the things is never wasted.
16 Mei 2022
Bagaimana mungkin kamu merasa kalah padahal kamu tidak berjuang?
Kurniawan Gunadi (via kurniawangunadi)
Am i worthy enough
Jika dunia memang penuh dengan si jahat, apakah artinya tidak ada tempat untuk si baik?
Would you love you if you met you?
She was a rainbow but he was color blind
Sebuah syarat
Jelaskan padaku apa syaratnya untuk menjadi kita?
Saat aku yakini hal hal yg kita rasakan adalah sama
Masihkah kurang?
Saat aku merasa yang punya rasa tidak hanya aku
Atau kubuat sederhana aja,
Jelaskanlah padaku, apa artinya kita?
Setelah ternyata kau dan aku hanya bersama namun tak pernah saling merasa.
"cemburu hanya untuk orang yang tidak percaya diri"
Jelaskan padaku, manusia mana yang bisa-bisanya percaya diri saat sikapmu seperti ini?
Kecuali dia mengidap penyakit narsistik berlebihan.
What if I dive deep? Will you come in after me?
Kita adalah kepingan puzzle
Yang sayangnya bukan aku yg melengkapimu
©Lontongmaniss
Mulyosari, Sebelas Februari 2020
Sejatinya aku tak butuh kalimat indah kamu,
Untuk apa? Untuk mengundang kembali keluguanku yang dulu? Rasanya cukup hal itu kujadikan kenangan saja. Boleh kan?
©Lontongmaniss
Keputih, Sebelas Februari 2020
Halo, kamu apa kabar?
©Lontongmaniss
Surabaya, Sepuluh Februari 2020