Bolehkah Kita Berkenalan..
Di jaman yang modern ini, orang dapat dengan mudah berhubungan dan berteman dengan siapapun. Banyak orang memiliki teman-teman baru dan memperluas eksistensi diri.
Adapun Tony, seorang pria biasa yang berasal dari Indonesia dan saat ini merupakan seorang pengangguran. Sebenarnya Tony sendiri ingin membuka wirausaha dan hal ini dikarenakan ia tidak ingin membebani kedua Orang Tua nya dan agar mereka bisa lebih fokus untuk membiayai kuliah Adik nya.
Suatu ketika Tony mendapat tawaran pekerjaan di China dan ia harus pergi kesana untuk wawancara. Akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke China dan sesampai nya disana, ia langsung pergi menuju hotel untuk beristirahat. Di dalam hotel, Tony kembali berpikir apakah ini yang ia inginkan ? Apakah ini yang ia harapkan dari kehidupannya yang menyedihkan ?
Kemudian setelah mempersiapkan diri untuk wawancara besok, di waktu senggang-nya ia mencoba membuka suatu website media sosial dimana ia dapat berinteraksi dengan orang asing dan dengan identitas yang dirahasiakan. Ketika mencoba-coba ternyata ia tidak menemukan lawan bicara yang pas, kebanyakan hanyalah orang-orang iseng yang bermain-main di website itu.
Ia hanya terus me-refresh halaman websitenya dan sampai suatu ketika ada seseorang yang sepertinya cukup menarik dan bisa menjadi lawan bicara yang pas untuk Tony.
“Good Night”, tulis orang asing itu.
“Good Night too, how are u?”, balas Tony
“ Good and well, are u chinese?” Jawab orang asing itu menanyakan apakah Tony merupakan orang asli China.
Kemudian Tony menjawab, “oh no, i am indonesian are u indonesian too?”
Tiba-tiba orang asing itu memberi balasan dengan bahasa indonesia, “astagaa benarkah? Aku juga orang Indonesiaa.”
Tony cukup terkejut dan senang karena bisa berinteraksi dengan sesama orang Indonesia sampai akhirnya mereka terus melanjutkan pembicaraan mereka dan mulai semakin intim.
Orang asing itu tiba-tiba bertanya, “apa yang akan kamu lakukan bila kamu bertemu dengan ku?”
Membaca pertanyaan itu membuat Tony berimajinasi tinggi dan ia membayangkan bila orang asing itu perempuan. Kemudian ia menjawab, “bila kita bertemu, aku ingin mengajakmu jalan-jalan dikota, makan dan nonton bersama lalu menaiki kapal indah dan bersenang-senang bersama”.
Setelah balasan ia kirim, Tony terus-terusan berpikir apakah ia memberi jawaban yang tepat atau tidak dan khawatir apabila orang asing itu tidak tertarik lagi untuk berbicara lagi dengan dia.
Beberapa menit kemudian orang asing itu membalas, “ apakah itu bayangan terliar mu? Haha :D”.
Tony cukup lega ternyata percakapan mereka masih bertahan kemudian ia membalas, “lalu apa kamu lebih tau yang lebih liar lagi? Hmm”
Orang asing itu kemudian menjawab, “bila kita bertemu, kita bisa keliling dunia, ber-eksplorasi ke tempat yang belum pernah kita tuju dan kita bisa menaklukan duniaaa”.
Melihat jawaban orang asing itu, Tony berpikir betapa bebasnya jika ia bisa seperti itu dan akhirnya ia mulai berpikir kembali akan pilihan kehidupannya itu.
Dan ternyata percakapan mereka begitu lama dan sampai dini hari, Tony kemudian berkata bahwa ia senang sekali bisa bercakap-cakap dengan orang asing itu dan orang asing itu juga cukup senang pula.
Akhirnya orang asing itu berkata, “semoga kamu bisa menikmati kehidupanmu dan tidak menyesali nya”.
Kata-kata itu memberi semangat dan harapan untuk Tony dan ia menyadari bahwa bila ia tidak bisa menikmati kehidupannya bagaimana ia bisa hidup bahagia dan berguna bagi sesama nya.
Akhirnya mereka saling mengucapkan salam perpisahan dan sebelum berpisah ia menanyakan nama orang asing itu.
“ Apakah aku boleh tau nama mu?”, tanya Tony.
“Bolehh namaku Naomi Vesiana semoga kita bisa bertemu”.
“ Wow nama yang bagus, namaku Tony Hidayat. Salam kenal dan Selamat beristirahat”, Balas Tony.
“Sama-sama dan selamat beristirahat juga Tony”, jawab Naomi.
Setelah menutup laptop nya Tony akhirnya berpikir bahwa tidak seharusnya ia berada di China dan ia bisa kembali ke Indonesia untuk berwirausaha sesuai dengan yang ia inginkan.
Setelah berkemas, segera ia turun dan keluar dari hotel mencari taksi menuju bandara. Tidak sengaja ia akhirnya menemukan taksi dan segera masuk ke dalam taksi tersebut. Tiba-tiba ia kaget dan ternyata taksi tersebut sudah ditumpangi oleh seorang perempuan.
Perempuan itu hanya tersenyum dan dengan sopan bertanya, “ umm, where are you going sir?”, tanya perempuan itu dengan bahasa inggrisnya, mungkin ia tau bahwa Tony adalah orang asing disitu.
Tony dengan cukup malu menjawab, “forgive me miss err mam i am sorry, i thougt there are no passenger in here…maaf ehh i am sorryy”, jawab Tony dan secara tak sengaja menyelipkan kata maaf.
Perempuan itu kemudian mengetahui kata maaf itu dan kemudian langsung menjawab dengan bahasa indonesia pula, “ ohh anda orang indonesia ? Tujuan anda mau kemana?”
Tony kaget mendengar perempuan itu tiba-tiba berkata dengan bahasa negaranya. Ia cukup beruntung bisa bertemu lagi dengan orang yang berbahasa indonesia.
Tony menjawab, “astaga anda orang Indonesia juga haha saya mau ke bandara dan pulang ke Indonesia” .
Perempuan itu menjawab, “wah kebetulan sekali saya juga akan ke bandara dan menuju ke Indonesia, mungkin kita bisa membagi ongkos nya dan bersama-sama ke bandara, ini juga sudah dini hari”.
Mendengar hal itu, Tony merasa cukup beruntung dan menjawab, “ ohh tidak masalah, saya sangat berterimakasih haha mungkin kita bisa saling berkenalan, nama saya Tony Hidayat dan nama andaa..”
Perempuan itu dengan senyum manisnya menjawab, “Ohh nama saya Naomi Vesiana dan salam kenal juga Tony.”
Sesaat kemudian mereka terdiam dan beberapa detik kemudian mereka mulai tersenyum……