883 days.
Bukan dalam rangka berhitung, apalagi menunggu. Hanya merenung, kemudian mengutip hikmah pada satu sampai delapan ratus delapan puluh tiga.

JVL
official daine visual archive

★
🩵 avery cochrane 🩵
Stranger Things

if i look back, i am lost
art blog(derogatory)
Claire Keane
noise dept.
EXPECTATIONS
almost home
KIROKAZE
Xuebing Du
todays bird
Mike Driver

tannertan36
I'd rather be in outer space 🛸
untitled
d e v o n

⁂
seen from Iraq
seen from Russia
seen from Lebanon

seen from Russia
seen from Chile

seen from Brazil
seen from Iraq

seen from Germany

seen from Malaysia
seen from Iraq
seen from United States
seen from Colombia

seen from India
seen from Brazil
seen from United States

seen from Canada

seen from Colombia
seen from United States
seen from Greece

seen from United States
@lyktaku
883 days.
Bukan dalam rangka berhitung, apalagi menunggu. Hanya merenung, kemudian mengutip hikmah pada satu sampai delapan ratus delapan puluh tiga.
Don't fall again.
10.07.2015
669: bye 670: hi 🙇
02.07.2015 10:16 Ada Yang Berubah
Entah ini penting atau tidak untuk kauketahui, aku tak perduli. Aku hanya ingin bilang, semuanya sudah berubah sekarang. Tentangmu, tentangku, pola pikirku, semuanya. Sudah berubah. Terkecuali, satu hal tentang aku, padamu. Aku tak perduli ini dinamakan deklarasi atau apa. Aku hanya ingin jujur, pada diriku sendiri. Selamat berjalan, selamat mengelana! Semoga baik dalam perjalanan sampai tujuan. Dari aku yang tak perduli --kecuali kau kenapa-napa. ---Tapi, aku berharap kau kenapa-napa. Kenapa-napa yang baik tentunya. Aku berharap kau melesat ke angkasa. Kau selami samudera. Bahkan kau bisa arungi semesta. Ya, aku berharap, kau, kenapa-napa.
Ada sebuah permintaan. Sudilah kiranya dikabulkan. Untuk Teteh q0rrya1na.tumblr.com dan liddinillaha.tumblr.com, bolehkah tumblr ini di unfollow? Mari kita bersambung temu di trilogiorionis.tumblr.com. Terima kasih! ;)
Permohonan
Tumblr. Aku menjadikannya sebagai pengganti diary yang harapannya hanya dikonsumsi pribadi. Namun aku sadar, ini media sosial. Semua orang berhak membacanya. Semua orang berhak menilainya. Dan silakan, aku tidak keberatan. Ini hidup aku. Ini tulisan suka-sukaku. Aku akan terus menulis. Tidak perduli seberapa banyak yang tidak menyukai, seberapa banyak jumlah followers yang mengapresiasi.
cdayunita (via citradianayunita)
Tidak peduli seberapa banyak yang mencaci dan mengatai apapun. Aku hanya ingin menulis. Di sini.
(via aksarannyta)
08.05.2015 06:31
Menelusuri jejak yang pernah kutapaki disini, bersama Lykta. Duhai diri, sesakit itu ya dulu? Maaf, sudah membuatmu terluka. Dan terima kasih sudah menemaniku terluka, duhai diri, duhai hati yang kuat. Duhai diri. Duhai hati, terima kasih sudah bersama-sama merasakan perasaan tak terdefinisikan ini. Perasaan yang sekarang aku ketahui sebagai salah satu cara Allah mendewasakanku, dalam banyak hal. Duhai diri, duhai hati. Terima kasih sudah rela ditempah dan tetap bertahan sampai sekarang. Terima kasih sudah banyak belajar ya. Selalulah sehat dan tenang. :) Aku yang sekarang? Jauh lebih baik. Tak perlu kukatakan, kau tentunya tau kan, wahai diri? Dan kau, hati, bahkan seringkali kau lebih tau dariku. Ini rahasia kita ya, diri, hati! Ah ya! Terkhusus untuk hati, ini tidak menjadi rahasia lagi, karena aku memaklumimu sebagai hati. Bukankah hati tak bisa berbohong dan selalu bisa berbicara dengan hati yang lain? Pada hati-hati yang lain yang sudah berbicara dengan hatiku, ini rahasia ya! ;) Selamat pagi, Lyktaku.
Karena sahabat tak mengenal pergi, yg ia tau adalah datang dan datang. Karena saudara tak putus dengan ukuran tahun, yg ia tau adalah selamanya. Tentangnya, aku berterimakasih pada Tuhan.. (at SODA Resto & Bar)
TENTANG IMPIAN DAN TUHAN YANG MAHA OKE
Empat tahun yang lalu, saya berkesempatan mengunjungi beberapa kota di Australia dalam program Young Moslem Leaders Exchange Program, hanya tiga minggu saja. Dalam kunjungan itu, banyak pengalaman berharga yang saya dapatkan. Tetapi yang paling berkesan adalah saat saya mengunjungi kampus-kampus besar di Melbourne, Canberra, dan Sydney. Saya begitu terpesona pada bagaimana sebuah institusi pendidikan dikelola, bagaimana atmosfer ilmu pengetahuan dirawat, dan bagaimana masa depan dipercayakan pada riset dan inovasi–sementara masa lalu begitu dihargai di museum dan perpustakaan-perpustakaan.
Waktu itu, di depan Opera House saya berkata pada seorang teman, “Suatu hari saya akan kembali ke negara ini untuk belajar!” Saya benar-benar mengatakannya sepenuh perasaan. Seolah-olah segalanya sudah tersedia buat saya, “Lihat saja nanti,” ujar saya sambil tersenyum.
Seolah menjadi doa, dengan serangkaian kejutan yang dipersiapkan Tuhan, impian saya pun terwujud. Dan kini saya benar-benar di Australia untuk melaniutkan kuliah saya di Monash University. Tak terasa sudah setahun lebih saya berada di sini.
Tuhan memang Maha Oke dan pikiran kita begitu penting ketika memprasangkakanNya. Jika kita katakan, “Ya Tuhan, aku ingin belajar di luar negeri dan aku yakin aku bisa!” Maka Tuhan akan menjawabnya, “Oke!”. Tetapi jika kita katakan, “Tuhan, aku ingin belajar di luar negeri, tapi kayaknya aku nggak akan lulus beasiswa, bahasa Inggrisku buruk, dan aku susah beradaptasi. Kayaknya nggak mungkin, deh, Tuhan!” Maka Tuhan pun akan menjawabnya sebagaimana pikiran kita telah menyangkanya, “Oke!”.
Demikianlah, tentang impian, Tuhan selalu Maha Oke, tergantung bagaimana kita mempersepsikan mampukah Tuhan mewujudkannya dan bisakan kita mengejarnya. Tentu saja Tuhan mampu, Tuhan Maha Kaya dan tak ada yang mustahil bagiNya. Sekarang tinggal kita, pikiran seperti apa yang kita miliki saat berdoa? Doa seperti apa yang kita ingin Tuhan menjawabnya sambil tersenyum, “Oke!”?
Jangan remehkan impian, jangan remehkan Tuhan! :)
Melbourne, 6 April 2015
FAHD PAHDEPIE
06.04.2015 06:26
lampionhijau akan tutup buku. Terima kasih, untuk semua kesempatan ini, tumblr. Terima kasih, sudah rela aku berantaki dengan prosa-prosa harapan, impian, rasa sakit, dan kekecewaan. Terima kasih, sudah mendengarkan. Cukup itu yang kau lakukan. Terima kasih, sudah memberiku ruang dan waktu untuk berpikir sendiri tentang apa yang kutulis. Tumblrku, lampionhijauku, jaga baik-baik kisah ini ya. Mungkin suatu saat nanti aku akan merindukan ini, ingin bernostalgia, dan akan mengunjungimu lagi. Pasti aku akan tersenyum ketika menjengukmu lagi nanti :)) Aku pindahan rumah dulu... See yaa. Duuuuh, rasanya berat ninggalin kamu. Duuuh... Ya udah yaa, kapan-kapan, kalau kangen, aku boleh ngacak-ngacak lagi ya. Dadaaah, lampionhijau. Dadah, Lykta. See yaa... :") With love, Your bestie.
21.04
pada kau, yang telah menghilang dari pandangan.
Kita akan sama-sama belajar,
bahwa yang terlewat akan meninggalkan kenangan,
dia telah memberimu banyak tawa,
dia membuatmu banyak merindu,
tapi kita akan sama-sama berjalan ke depan,
bersama atau masing-masing,
walau jujur saja aku masih sekali dua kali menengok ke belakang,
melihat apakah ada kau disana yang menunguku atau bersiap memanggilku,
aku tak tau bagaimana denganmu,
bukankah kau telah memilih jalan yang berbeda denganku?
namun kita akan sama-sama berharap,
di depan sana ada orang yang lebih baik dari orang yang telah kita lewatkan,
sepertimu atau bukan yang sepertimu.
Sebagai yang tak bisa menjadi siapa-siapamu, aku berharap semoga kau segera dipertemukan dengan seseorang yang benar bisa membahagiakanmu. Sungguh dengan begitu kiranya kaki ini akan lebih ringan menyusuri jalan selanjutanya.
(via jalansaja)
Pesan Anies Baswedan Untuk Mahasiswa
Selamat untuk Anda yang kini menjadi mahasiswa, Anda disebut maha atas kesiswaan Anda. Tanggungjawabnya tentu lebih besasr daripada anak-anak muda lainnya.
Di Indonesia ada jutaan anak masuk SD, tapi hanya ratusan ribu yang hari ini bisa kuliah. Itu artinya Anda berbeda dengan yang lain. Anda adalah sekelompok anak-anak muda yang punya kesempatan, untuk mengembangkan diri, untuk maju, meraih masa depan bukan hanya untuk Anda sendiri tapi untuk kemajuan Republik, untuk kemajuan bangsa.
Saya akan beri sedikit catatan di sini. Tolong jangan hanya belajar di dalam ruang kuliah. Kuliah Anda adalah di dalam ruang dan di luar ruang kuliah. Kalau Anda disebut sebagai aktivis, maka jangan hanya jadi aktivis di luar ruang kuliah, tapi juga aktivis di dalam ruang kelas.
Anda merugi jika hanya belajar di dalam kelas saja Bagi teman-teman yang ingin belajar hanya di dalam kelas saja, maka Anda akan masuk golongan orang yang merugi. Karena di ujung masa kuliah Anda hanya akan keluar membawa selembar kertas bertuliskan transkrip atau selembar kertas ijazah. Masa depan tidak bisa dibuat atau dibangun hanya dengan selembar kertas itu.
Anda harus menjadi manusia baru Anda harus menjadi pemimpin di Indonesia. Anak-anak muda yang kata-katanya, langkahnya bisa membuat perubahan dan itu artinya belajar dari sekarang.
Saya sering menganalogikan hidup pasca kuliah itu seperti berenang di lautan. Anda punya pilihan, mau belajar berenang saat sudah sampai ke laut atau mau belajar berenang di kolam renang? Kalau di kolam renang kedalamannya terukur, tekanannya terukur, suhunya terukur, arusnya juga terukur, dan di sana Anda bisa belajar berenang.
Atau Anda langsung terjun ke laut dan belajar berenang. Resikonya agak besar belajar berenang di tengah lautan. Kalau Anda belajar berenang di kolam renang resikonya jauh lebih terkontrol. Karena itu belajarlah “berenang”, belajar untuk memimpin, belajar menjadi bagian dari masyarakat ketika kuliah.
Anda bisa lihat nanti, mereka-mereka yang banyak memberikan kontribusi pada masyarakat, mereka yang berpengaruh, mereka yang bisa mendorong kemajuan adalah orang-orang yang pada masa mudanya tidak hanya meghabiskan waktu di dalam ruang kelas, tapi juga di luar kelas.
Jadilah pegiat, jadilah anak-anak yang aktif. Saya sering mengatakan IP yang tinggi akan mengantarkan Anda pada panggilan wawancara, titik.
Kepemimpinan Kemampuan komunikasi Kemampuan analitik
Hal-hal itu yang akan mengantarkan Anda ke masa depan.
Kalau dulu SD ke SMP Anda perlu nilai tinggi, untuk masuk SMA Anda juga perlu nilai, dan sekarang dari SMA masuk di kampus Anda juga harus punya nilai yang tinggi. Sesudah Anda lulus kuliah, fase berikutnya Anda butuh lebih dari sekadar nilai.
Jangan diartikan boleh mendapatkan IP rendah. Kalau IP Anda rendah, Anda bahkan tidak dipanggil wawancara. Jadi IP-nya harus tinggi, berapa minimal IP? Usul saya mumpung Anda baru kuliah, coba Anda cek kalau daftar beasiswa S2 berapa syarat IP minimalnya? Lalu Anda gunakan itu sebagai target.
Hari ini tidak ada yang bertanya IP Anda berapa? Misalnya saya tidak ada yang tanya IP saya berapa? Atau berapa lama kuliahnya? IP dan lama kuliah itu ditanyakan saat wisuda. Yang kuliahnya cepat, IP-nya tinggi senyumnya lebih lebar daripada yang tidak. Tapi dalam perjalanan ke depan yang dibutuhkan lebih dari itu.
Saya tidak ingin menganggap enteng pelajaran di kuliah. Pelajaran itu sangat penting. Tapi saya ingin Anda punya double track:
Track akademik Track kepemimpinan
Anda akan menjadi bagian dari dunia. Saya adalah mahasiswa dua puluh tahun lalu. Maka mahasiswa saat ini akan mengalami era 20 tahun akan datang
SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA
Tentang Mereka.
21.21
Banyak orang yang memperhatikanmu, lalu berkomentar tentangmu menurut sudut pandang mereka. Tak peduli kau menerimanya atau tidak, mereka akan terus menceritakan tentangmu, tentang kisahmu, tentang bagaimana kau berperilaku.
Bila satu dua orang berkomentar yang membuatmu tak nyaman berada di tengah-tengahnya, mengertilah. Mungkin mereka tak tau bagaimana menjadi dirimu, bagaimana kau berusaha menyembuhkan luka-luka di hati itu sendirian. Bagaimana kau tetap mampu bergerak meskipun tertatih, mungkin mereka tak tau sepanjang apa sujud-sujudmu, atau mungkin mereka tak tau seberapa sering kau meminta pertolongan Tuhan.
Maka tetaplah doakan saja kebaikan bagi mereka, toh mereka juga tak akan tau, kan.
Sayang, bukankah kita tak bisa membatasi apa-apa saja yang orang lain katakan? maka tetaplah berbuat baik, urusanmu dengan mereka adalah tentang kebaikan, tentang hidup yang bermakna.
Bagaimanapun kau, mereka yang berkomentar tak akan pernah tau bagaimana kau sampai pada posisi ini, tak pernah tau medan perjuangan yang bagiaman yang telah kau taklukan, mereka tak pernah tau apa yang telah kau korbankan hingga hari ini.
Kau adalah orang yang hebat, tetaplah berbuat baik walau kau tak selalu mendapati kebaikan
Ikut Pergi.
21.25
Sejak aku meminta kau pergi, nyatanya kau tak pernah benar-benar pergi semenjak aku memintanya. Tentu saja aku tau dengan sangat lama, karena kau tak pernah membiarkanku tau, mungkin hari ini aku sedang beruntung, karena senja tadi sore membiarkanku tau bahwa kau masih saja berdiri menatap ia.
Saat itu akulah yang telah pergi dari dirimu. Bahkan dari segala ceritamu. Namun pada saat itu juga, mungkin kau malah tak beranjak satu mili pun dari tempat kau pernah membuat aku merasa dilindungi. Mungkin kau malah menungguku kembali dengan mengumpulkan serpihan hati yang berserakan.
Entah aku harus bahagia atau malah bersedih melihat kau. Senja tadi, aku melihat kau lalu entah bagaimana dapat kujelaskan rasaku. Aku teramat lega kau baik-baik saja. Tapi seharusnya kau ikut pergi saja, bukankah kau tak pernah tau seberapa dalam lagi rasaku bila kau tetap berdiri disana.
Seorang lelaki tua (awam) mengira bahwa handphonenya rusak/tak berfungsi. Dibawanya hp itu untuk diperbaiki. Seorang pemuda bilang bahwa hp-nya itu tidak bermasalah sama sekali. Bapak tua pun bergumam kepada pemuda itu: "Lantas kenapa anak-anakku tidak ada yang menghubungiku?
@elmasrw - Dr Ahmad Isa al Mu’sharawi, ketua lajnah tashih al Quran di al Azhar, Doktor ilmu hadits Universitas al Azhar, Mesir. 19/01/2015 (via twitulama)
;(
(via air-sunyi)
: D
(via arbiadhiwijaya)
:’
(via estehmanistanpagula)
:’
(via fatimahkurniawan)
:(
Berpura-pura.
13.19
Akan kau lihat aku bersedih atas segala kesulitan yang aku hadapi, akan kau lihat aku termenung sendiri diantara senja atas segala pilihan hidup yang membuat aku bingung, bahkan akan kau lihat aku terisak dalam atas segala kekecewaan yang pernah ada pada hidupku.
Pada setiap kau melihat aku begitu, tetaplah berdiri di tempatmu, tak usah datang padaku untuk menguatkan, tak usah berusaha menghapus segala kesedihanku. Kau hanya perlu diam ditempatmu, mengabaikanku.
Mungkin aku terlihat menyedihkan kala itu, mungkin aku akan terlihat egois saat aku tak ingin ditolong olehmu atau siapapun. Namun itulah yang aku pinta padamu, biarkan aku sendiri mengingati hal-hal yang terjadi pada tiap detik yang berjalan. Siapalah aku ini, kenapa kau harus menolong membawa aku keluar dari kesakitan ini.
Maka kau, kuatkanlah dirimu sendiri untuk tak mendekati aku dengan kepura-puraan yang akan kau berikan padaku. Aku akan lebih tersakiti bila tau kau hanya berpura-pura menguatkan aku, aku akan lebih terisak bila tau bahwa kau hanya berpura-pura menyebut aku dalam doamu.
Kau hanya perlu diam saja ditempatmu agar kau tak usah berpura-pura peduli padaku, dan esok lusa akan kau lihat aku berdiri lebih kokoh daripada kemarin.