Musibah paling menyedihkan bukanlah perasaan yang dikorbankan, melainkan waktu yang disembelih oleh kesia-siaan.
Taufik Aulia
Today's Document
I'd rather be in outer space 🛸

@theartofmadeline

Discoholic 🪩
YOU ARE THE REASON
RMH

roma★
Jules of Nature
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

No title available
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

#extradirty
he wasn't even looking at me and he found me
The Bowery Presents
$LAYYYTER
untitled

titsay
TVSTRANGERTHINGS
trying on a metaphor

blake kathryn
seen from United Kingdom
seen from Canada

seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Indonesia
seen from Netherlands

seen from United States
seen from United States
seen from Italy

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Germany

seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Germany
seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye
@maharomantis
Musibah paling menyedihkan bukanlah perasaan yang dikorbankan, melainkan waktu yang disembelih oleh kesia-siaan.
Taufik Aulia
Kembang ayu mekar ditimang-timang nan malang
Cita-cita
kata Joko Pinurbo perihal cita-cita saat kau sudah punya rumah, ialah pulang kerumah sebelum senja agar bisa meneguk teh berdua bersama disebelah cendela.
Nyatanya, senja tetaplah senja, sebentar adanya, rumah seperti sekedar serupa penginapan, melihatku kala malam, bahkan kadang kita tak pernah berjumpa bersama dengan malam, setiap waktu adalah siang.
Sebab,
Kau pulang saat rumah telah serupa lorong jembatan yang tak punya aliran listrik, mata telah berjumpa lelap, dan kita tak jua saling tatap bertemu dekap.
Yakinkah? Bahwa kau sudah punya rumah? Atau kau hanya mengaku-ngaku sudah punya rumah?
Jadi? Apa sebenernya cita-citamu?
“Kita sama-sama tau meski kita sama-sama terdiam. Pertemuan-pertemuan ini tak lebih dari cara licik yang kita tempuh untuk bisa bersama lebih lama. Aku mencintaimu, akan selalu begitu. Terucap atau tidak, tetap; Aku mencintaimu.”
— (via mbeeer)
“Kita sama-sama tau meski kita sama-sama terdiam. Pertemuan-pertemuan ini tak lebih dari cara licik yang kita tempuh untuk bisa bersama lebih lama. Aku mencintaimu, akan selalu begitu. Terucap atau tidak, tetap; Aku mencintaimu.”
— (via mbeeer)
perkara sembuh itu mudah, tinggal kita saja, mau atau tidak memulai upaya untuk sembuh dari sakit itu sendiri.
Tanyakan pada hatimu, periksa pikiranmu, jika kau mencintai dirimu sendiri, seharusnya kau segera berdamai dengan segala permasalahan. Kemudian sepakat untuk mengikhlaskan, dan memulai usaha untuk kembali tumbuh dengan bahagia dan sehat.
maharomantis, 2020
#Jember,Juni
“Aku tak menyangka akan mencintaimu sebegitu dalamnya seperti ini. Dan aku tak mengira akan terus memikirkanmu sesering ini.”
— (via mbeeer)
Ada banyak hal yang perlu dibenahi
Sajak yang perlu direvisi
Judul yang perlu diganti
Halaman yang perlu ditata lagi
Ego yang perlu dikurangi
Pikiran yang perlu disterilisasi
Dan
Hati yang telah dihuni kemudian perlu terus dirawat dicintai 🌷
Hidup akan selalu menyuguhkan hidangan terbaik untuk kita, manis maupun pahit. Bahkan "kita yang pernah" dihadapkan dengan pahitnya kecewa kemarin, bisa jadi hari ini akan dihadapkan dengan kecewa lagi. Namun rausah risau, sebab kecewa sepaket dengan bahagia. Tak apa, tuhan sedang mendidik kita menjadi manusia yang sabar dan tabah. https://www.instagram.com/p/CA19XPxJww7/?igshid=1inzc1zpqmr2y
“Perempuan itu ketika marah justru ia akan diam. Semakin dalam lukanya ia akan dingin, kaku dan semakin membisu. Bukan karena tak memaafkan. Tapi lebih kepada ia takut menyakiti lebih dalam. Ia memeluk luka dan kesakitannya sendiri, ia telan sendiri semua rasa pilunya.”
— kata Bapak, dibalik diamnya seorang perempuan, ia hanya ingin waktumu yang lebih lama dari biasanya; hanya ingin perhatianmu yang lebih hangat dari sebelumnya. Jangan malah didiemin-apalagi dicuekin, dia pasti tidak akan suka, dia pasti akan sangat membeku, dia pasti akan sangat terluka.
Bapak emang paling baik (:(
Terkadang aku benci harus menjadi seseorang yang dicintai.
Aku benci harus dispesialkan
Sebab, akan ada banyak sakit yang tercipta dari cinta itu sendiri, itu kenapa aku benci menjadi seseorang yang dicintai.
Bagaimana tidak? Sejauh waktu berdetak hingga sekian taun, aku adalah nafas kehidupan yang selalu ingin memberi kebahagiaan.
Meski aku tau, itu adalah hal yang sangat mustahil.
Cukup menyalahkanku perihal cinta.
Aku tau, sebagian dari kalian akan mengatakan bahwa " cinta yang sesungguhnya akan menghadirkan kebahagiaan bukan kesedihan "
Kita ini hanya manusia biasa, tidak selamanya benar, tidak selamanya ikhlas, tidak selamanya juga salah. Kita hidup berdampingan dengan banyak hal dan kejadian, pun dengan banyak orang.
Akan selalu ada bahagia, luka, dan tawa silih berganti hadir.
Tapi, satu hal yang paling menyakitkan bagiku adalah, saat aku harus melihat seseorang sakit sebab aku, tanpa atau dengan sepengetahuanku.
Lantas apakah aku tidak mencintai? Ya aku mencintai, namun cukup bagiku untuk menyimpan segala sakit dan cinta itu sendiri
Tak perlu seorangpun tau, termasuk kau. Orang yang aku cintai.
(:(
Bising : Selalu Menghindar
Ketakutan-ketakutan seolah tidak sewajarnya ada, meski kenyataannya telah kujalani sebagai realita. Kukira, apa kata orang tentang kehidupan setelah kuliah, dunia kerja, pernikahan, dan semua hal yang ada di dunia orang dewasa itu hanya sebuah dongeng. Bagiku yang waktu itu masih remaja dengan penuh ambisi dan idealisme.
Kuliahku dulu tak perlu pusing memikirkan bagaimana membayarnya, termasuk untuk menunjang aktivitas kuliah dan mainku. Orang tua selalu mengirimnya setiap bulan, selalu lebih dari cukup. Kini aku berjibaku dengan segala bentuk berkas-berkas, layar komputer, deadline, hanya untuk mengumpulkan uang untuk menunjang kehidupanku sendiri; beli makan, bayar tagihan bulanan, bayar cicilan, dan buat jajan. Kadang dan seringnya, tak ada tabungan.
Pernikahanku, saat ada masalah. Tak ada orang tua yang siaga, yang aku bisa merengek untuk meminta perlindungannya, bantuannya. Kini aku harus menghadapinya, keruhnya hubungan rumah tangga karena bermacam-macam sebab; komunikasi, finansial, hubungan dengan mertua, semuanya menjadi satu. Kukira pernikahan itu akan indah setiap hari, nyatanya aku lebih betah di kantor dibanding di rumah. Memang ada yang salah, tapi aku tak punya cukup keberanian untuk memperbaikinya. Semakin rumit.
Pekerjaanku ini tak ada dalam bayangku sama sekali. Idealisme itu runtuh dibenturkan pada kenyataan selepas kuliah, tak satupun lamaran di pekerjaan impianku diterima. Aku terpaksa mengambil apa yang ada di depan mata, tak mampu memperjuangkannya lebih lama dan lebih kuat. Aku butuh uang untuk mempertahankan harga diriku di depan orang tua, keluarga besar, dan orang lain. Kini, pekerjaan itu kujalani bertahun. Hingga aku lupa dengan tujuanku. Hingga tak bersisa lagi keinginan dan keberanian untuk memperjuangkannya. Karena jika aku keluar, konsekuensinya tak lagi mampu ku tanggung sendiri. Ada keluarga yang harus kunafkahi.
Apakah keadaan ini akan terus menerus kujalani? Padahal aku tahu jawabannya. Tapi aku tak punya nyali. Entah kemana, kekuatan dan keberanian yang kumiliki semasa dulu. Mungkin ini rasanya, hidup dalam ketakutan dan kekhawatiran. Dan aku hanya menghindarinya. ©kurniawangunadi
jika kau memintaku untuk berhenti memikirkan setiap hal yang berhubungan denganmu, itu berati kau memintaku untuk melupakanmu.
cinta dan hati tak sebercanda itu.
Kadang-kadang saya ingjn merasa lepas dan menjadi apa adanya.
Kadang-kadang saya sedang ingin diam dengan tatapan kosong tanpa perlu diusik siapa-siapa.
Kadang-kadang saya sedang ingin menghilang dan menjadi tidak peduli pada banyak hal tanpa karena.
Kadang-kadang saya tidak tahu bagaimana menegakkan diri saya. Untuk sekedar tegak saya sedang payah, apalagi untuk menyenangkan pikiran seluruh orang.
Dan lagi
Kepada sajak segala amarah pulang,
Semua resah mengumpat,
Bersembunyi dibalik diksi dan majas,
Jangan lupa sambat hari ini
jika memang barangkali aku adalah iklan itu sendiri dalam hidup siapapun dihadirkan tuhan hanya untuk membawa perubahan lalu di tarik lagi pulang bahkan berjalan lurus sampai entah kapan bertemu dengan rumah persinggahan tetap semoga, ihlas di jadikan menjadi teman sejati semoga hati di lapangkan melebihi lautan langit
aku sempat mengajukan banyak sekali rentetan pertanyaan pertanyaan yang sangat perlu dipertemukan dengan jawaban.
sampai setelah beberapa menit kemudian aku sadar, bahwa tidak semua pertanyaan butuh jawaban. kadang ada beberapa hal yang sifatnya sementara, sekedar iklan, tanpa jawaban.
maka, pada pertanyaan apapun yang di hidangkan, semoga sabar adalah penawar paling kuat untuk menemani puasa dari rasa penasaran.