Pizza... Love... Love... Love... Love...
YOU ARE THE REASON

Janaina Medeiros

@theartofmadeline
Today's Document
KIROKAZE
tumblr dot com

No title available
🪼
styofa doing anything
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Lint Roller? I Barely Know Her
NASA
No title available
Cosmic Funnies
Monterey Bay Aquarium
No title available
Sade Olutola
Claire Keane

No title available

seen from United Kingdom

seen from South Africa

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from France

seen from United States
seen from India
seen from United Kingdom
seen from Argentina
seen from United States

seen from United States
seen from Croatia
seen from Mexico
seen from United States
seen from United States
seen from France

seen from Türkiye

seen from United States
@maranathafeby
Pizza... Love... Love... Love... Love...
The Book of Forbidden Feelings by Lala Bohang
Happy Sunday, ppl💚
“Everything that we see is a shadow cast by that which we do not see.” — Jr.Martin Luther King
Buah apalagi yang cantik untuk di potret?
Cantik, lembut, berperasaan !
Berapa banyak dari yang kita minta yang kemudian dikabulkan? Dan berapa banyak dari yang tidak kita minta tapi tetap diberikan? Bukankah jauh lebih banyak hal yang dapat disyukuri daripada satu-dua masalah yang sedang kita keluhkan?
Kurniawan Gunadi (via kurniawangunadi)
Kadang hidup emang segemes itu.
Pratiwi, peserta UN tingkat SMP tahun 2016
Manusia menginjak tanah dan memandang langit. Tingkahnya juga sekotor tanah dan setinggi langit.
Thelly si manusia.
Selain menjadi banyak, baju kotor yang ditumpuk terus menerus akan menjadi bau.
Pdt. Gilbert Lumoindong
Tujuan saya membaca adalah untuk menambah ilmu, bukan untuk mengorek masalalu, dan tujuan saya menulis adalah untuk menguak esensi yang tersembunyi dari setiap tragedi, bukan untuk menghidupkan yang mati.
(via a-hap)
Karma
Suatu hari nanti, kau akan mencarinya. Yang dulu selalu ada–kapanpun dan dimanapun, yang selalu terima hari burukmu. Namun sayang, seluruh mimpinya berguguran, kau memilih pergi.
Suatu hari nanti, kau akan sadar kalau kau salah. Dalam rentang waktu itu, dia memang tak bisa karena belum terbiasa tanpamu. Dia menanti tapi kau tak ingin kembali.
Suatu hari nanti, kau akan merenungi hal yang belum sempat kau selesaikan dan kau butuh dia–untuk membagi segalanya, seperti dulu. Jiwamu hampa dan kau rindu dia.
Lalu, kau ingat dia, tempat biasa kalian berjumpa, leluconnya yang membuat matamu berair, obrolan yang mengundang kehangatan yang menjalar hingga ke ulu hatimu.
Kau ingat, betapa dia selalu menyemangatimu saat kau merasa payah. Dia menyayangimu, tapi kau baru menyadari sekarang. Kau akhirnya merasakan seluruh kecewa yang dia rasakan. Tapi kau terlalu malu untuk mengakuinya.
Darinya, kau akan belajar: untuk tidak melukai siapapun dengan alasan yang paling bisa dia maklumin sekalipun. Kau harus tau, tidak semua luka bisa disembuhkan begitu saja.
Karena bisa jadi, di hidupmu–hanya dia satu-satunya yang sanggup memahamimu.
Mengapa harus mencabuti rumput ini, bukankah ia akan tumbuh dan tumbuh lagi? Karena jika tidak dicabut, dia akan semakin banyak dan semakin sukar dibersihkan. Begitu juga dengan amarah, kebencian, kekecewaan.
Suatu waktu saat aku mencabut rumput di halaman dengan ibuku (via kujagabulanbersinaruntukmu)