Pedanda istri (pendeta wanita) di Bali, awal abad ke-20
Diambil dari buku "Natuur en Menschen in Indië" karya Augusta de Wit terbitan tahun 1914. Buku ini bisa dibaca/diunduh dari Internet Archive.
seen from Canada
seen from Türkiye
seen from Germany

seen from United States

seen from United States

seen from Switzerland
seen from United States
seen from China

seen from United States

seen from Canada
seen from United States
seen from China

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Singapore
seen from United States

seen from Dominican Republic
seen from United States

seen from Canada

seen from United States
Pedanda istri (pendeta wanita) di Bali, awal abad ke-20
Diambil dari buku "Natuur en Menschen in Indië" karya Augusta de Wit terbitan tahun 1914. Buku ini bisa dibaca/diunduh dari Internet Archive.
PARA pendeta di Distrik II Silindung menyerukan pemerintah agar segera menutup operasional PT Toba Pulp Lestari (TPL). Pasalnya, perusahaan
PARA pendeta di Distrik II Silindung menyerukan pemerintah agar segera menutup operasional PT Toba Pulp Lestari (TPL). Pasalnya, perusahaan yang bergerak di bidang industri bubur kertas itu dinilai kerap menimbulkan konflik dengan masyarakat yang tinggal di sekitar areal tanaman eukaliptus.
“Sudah banyak terjadi bentrokan fisik antara masyarakat dan pihak perusahaan, sehingga warga merasa tidak nyaman dengan keberadaan TPL di kampung mereka. Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) sebagai gereja terbesar di Tanah Batak pun mengambil sikap tegas dalam persoalan ini,” ujar salah seorang pendeta yang tidak mau disebutkan namanya, Rabu ( 3/9).
“Kasihan masyarakat Batak, khususnya para petani yang terus dirugikan akibat sengketa lahan dengan perusahaan ini,” lanjutnya.
WALI Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa pendeta tidak hanya berperan sebagai penyampai pesan keagamaan, tetapi juga sebagai pem
WALI Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa pendeta tidak hanya berperan sebagai penyampai pesan keagamaan, tetapi juga sebagai pemimpin moral dan sosial yang berani menyuarakan kebenaran, keadilan, dan kasih Tuhan.
“Pendeta bukan hanya penyampai pesan di atas mimbar, tetapi pemimpin moral dan sosial yang diutus untuk menyuarakan kebenaran di tengah masyarakat,” ujar Farhan dalam Rapat Pendeta HKBP Distrik XVIII Jabartengdiy Tahun 2025, Senin (4/8).
Ia menekankan pentingnya peran gereja dan para pendeta dalam membangun peradaban yang bermartabat, terutama dengan menjunjung nilai etika, empati, dan kemanusiaan di tengah tantangan zaman.
Menurut Farhan, sebagai kota besar, Bandung menghadapi dinamika sosial yang kompleks. Ada lima isu serius yang menjadi perhatian: korupsi, perjudian dan narkoba, perdagangan manusia, kerusakan lingkungan, serta disintegrasi sosial.
Apa pendapat anda dengan pendeta?
Apakah pendeta itu harus membahagiakan semua orang dan memuaskan semua keinginan. Nyatanya, ini gak bisa. Saya 12 tahun jadi pendeta. Dan saya sadar gak akan bisa menyenangkan umat selalu. Saya harus menolak di tengah tuntutan yang banyak dan raut kesal dan kecewa membuat saya mempertanyakan diri dan kecukupan saya.
Saya rasa ini yang membuat banyak pendeta depresi. Akhirnya kami jadi kejar mengejar. Siapa yang paling dicintai dan disukai. Ada teman saya yang 24 jam ada buat jemaat. Bahkan dia sudah ada di pagi buta buat jemaat. Tp ada juga teman saya yang santuy, dia asik aja datang belakangan pas pesta jemaat dan tetep bisa ketawa.
Ini bikin saya belajar sesuatu. Bahwa jemaat seringkali berharap terlalu tinggi dari pendeta karena pendeta sendiri beberapa ada yang kesusahan merasa cukup. Menaruh tuntutan terlalu tinggi pada dirinya sendiri. Dan ini semua adalah siklus kepemimpinan yang salah yang mengakar dari zaman ke zaman.
Sejak lama, saya sudah mengenal dan belajar bahwa konsep teologi hamba Allah sudah tak lagi relevan. Dosen STFT Jakarta, Joas Adiprasetya pernah mengkritik bahwa relasi stereotype sebagai hamba hanya akan meniadikan pastor atau pendeta yang menyamar jadi hamba malah kemudian menjadi tuan terselubung dalam relasi. Sehingga rentan menindas dan menyingkirkan. Akhirnya stigma hamba jadi keliatan bagus di luar tapi sangat oligarkis di dalam. Si pendeta keliatan mengayomi tapi sebenarnya menguasai dan gak ingin dibantah. Lalu berjalan sendirian mengalahkan yang lain.
Saya melihat ada dua tipe pendeta gak bahagia model begini. Dia memanfaatkan umat demi kepentingannya. Berucap semua bagi umat padahal ingin mencari keuntungan. Entah uang atau fasilitas. Tipe kedua berucap bahwa umat adalah segala galanya dan bicara soal kasih di mana mana tapi kehilangan suara kenabian dan daya didik. Umat nya jadi umat yang gampang tersipu dan terayu, suka dipuji, besar kepala dan akhirnya berantem sendiri. Sering mereka ga sadar sudah dibawa kaya gini sama pemimpinnnya.
Tulisan saya ini bukannya sinis dan nyinyir. Ada rekan pendeta yang saya kritik bilang saya sinis dan iri tp enggak kok. Saya cuman kuatir dengan masa depan gereja dan umat kalau para pendetanya gak bertobat.
Penting menjadi seorang pendeta yang mengenal dirinya sendiri. Yang sadar bahwa dia bukan temannya dan dia bisa menerima dirinya sendiri. Apa adanya dengan masa lalu dan kekurangannya. Sehingga dia gak tumbuh jadi pendeta yang memanfaatkan umat untuk menutupi dan memuaskan dirinya.
Penting jadi pendeta yang mensyukuri keluarga dan temannya. Ada pendeta yang bilang jemaat segalanya tapi akhirnya jadi annoying banget karena keluarganya berantakan. Ada juga yang kotbah soal sahabat tapi setiap sahabatnya bikin apa apa dianya malah nyinyir dan ngetawain mencibir. Ada yang ngerasa dia lebih tua jadi harus dihormati sama yunior2nya. Oh my God! Emangnya kita ini apaan guys!
Semua drama ini akan bikin umat jadi nelangsa. Makanya saya suka berdiam diri aja dan masuk pada diri saya. Melakukan mindfullness alias meditasi. Saya mencoba mendengarkan Allah dan berdiam diri. Gak mau terpengaruh hiruk pikuk dunia dan menemukan bahwa makna bahagia jadi pendeta sesungguhnya sudah ada dalam diri dan hati kita masing masing.
Makna bahagia itu ada dalam Kristus yang mencintai kita dan memberi limpahan cinta sehingga kita bisa terus mencinta. Maka saya terus berefleksi apakah semua pengabdian dan pelayanan ini membawa saya lebih bahagia, tulus dan jujur dalam mengasihi Dia atau sebaliknya menjadi topeng lekat yang membuat saya lelah dan terkuras. Dan dunia pun terus berputar. Saya tetap menyeruput kopi dan bermeditasi.
Saya ingat di jemaat ada umat yang hatinya tulus dan mengabdi. Bukankah kita malu sebagai pendeta berantem sana sini berjuang memjadi yang terbaik dan terpopuler. Maka saya gak mau ngoyo. Semampu dan secukup saya. Saya bukan Allah. Dan umat diberi kesempatan menolong saya mewujudkan persekutuan yang sehat, tulus dan bersyukur.
Udah ah
Cabuli Siswa SMA, Oknum Pendeta di Ketapang Dilaporkan Istri ke Polisi
Cabuli Siswa SMA, Oknum Pendeta di Ketapang Dilaporkan Istri ke Polisi
KALBAR SATU, Ketapang – Karena ulahnya yang tak senonoh cabuli Siswa SMA, oknum Pendeta di Ketapang dilaporkan Istri ke Polisi. Belum lama ini, seorang istri berinisial PB(51) melaporkan suaminya GAK (59) ke pihak berwajib karena ketahuan melakukan asusila disebuah kamar dengan gadis yang masih Pelajar SMA. Diketahui suaminya yang adalah pendeta di Kecamatan Jelai Hulu, Kabupaten Ketapang. GAK…
View On WordPress
Kasus Dugaan Perselingkuhan Pendeta Dan Polwan Yang Digerebek Di Pastori, Polda Maluku Buka Suara
Kasus Dugaan Perselingkuhan Pendeta Dan Polwan Yang Digerebek Di Pastori, Polda Maluku Buka Suara
Ambon – Brigadir HH, anggota polisi (Bulwan), disergap Polda Maluku atas tuduhan zina dengan pria lain. Polda Maluku Pendeta SA Rabu (27 April 2022) sekitar pukul 23.00 WIB malam di rumah dinas Bupati Ambon Sirimau atau di dalam Mansi. Polda Maluku menyatakan akan mengambil tindakan tegas terhadap dugaan perzinaan polwan tersebut. slot gacor gampang menang Kepolisian Daerah (Bolda) Maluku telah…
View On WordPress
Cerita Adik Tingkat Pendeta Saifuddin Sungguh Mengejutkan, dia Suka Kebiri Kucing Sampai Meronta-ronta
Cerita Adik Tingkat Pendeta Saifuddin Sungguh Mengejutkan, dia Suka Kebiri Kucing Sampai Meronta-ronta
Pendeta Saifudin Ibrahim saat ini banyak diperbincangkan publik karena ucapannya yang disebut kontroversi meminta Menag Yaqut Cholil Qoumas untuk menghapus 300 ayat Alquran yang disebut sumber radikalisme menurutnya. Bahkan pernyataannya ini mendapatkan respon langsung dari Menko polhukam Mahfud MD. Mahfud MD meminta polisi agar menangkap pendeta Saifudin Ibrahim dan menonaktifkan akun…
View On WordPress
Pendeta Junaedi Salat: 90 Persen Orang Islam di Indonesia Itu Bodoh Semua!
Pendeta Junaedi Salat: 90 Persen Orang Islam di Indonesia Itu Bodoh Semua!
Beredar video lawas Pendeta Junaedi Salat sebut 90 persen orang islam di Indonesia itu bodoh semua. Pernyataan itu disampaikannya di hadapan umat kristen, kemudian video itu viral. Berdasarkan keterangan Pendeta Junaedi Salat, ia merupakan orang islam yang pindah agama menjadi kristen. Dalam video tersebut terlihat Pendeta Junaedi Salat mengenakan baju dan celana berwarna hitam, serta songkok…
View On WordPress