Mencintai seseorang bisa membuatmu melakukan apapun agar bisa dicintai kembali olehnya. Seolah olah itu wajar, tapi terkadang malah membuatmu tampak ambisius untuk memilikinya. Padahal itu bukan cinta yang sejati, tapi hasrat untuk mendapatkan apa yang kamu mau.
Jika kamu merasa sudah menemukan orang yang tepat dan yakin tak mau memilih orang lain selain dia, berikut beberapa hal yang bisa jadi bahan refleksi
1. Cinta yang tulus gak memaksa, cinta ambisius memakai banyak cara
Ya tentu tak ada salahnya memakai banyak cara untuk memiliki orang yang kamu sayangi. Itu wajar wajar aja, sebab hati seseorang akan luluh kalau mengetahui ada orang yang berjuang ekstra untuk mendapatkan dirinya.
Tapi kamu bisa terjebak pada hasrat agar berhasil mendapatkannya, bukan fokus pada mencurahkan cintamu. Bisa jadi kamu menawarkan kebaikan, memberi perhatian kepadanya, atau menghiburnya di kala ia sedih. Semua itu adalah usahamu untuk mendapatkan timbal balik dari perasaanmu.
Lalu kalau sudah memilikinya apakah cintamu bisa mempertahankannya ? Kalau dia mau kamu miliki karena merasa iba melihatmu berjuang, apakah dia juga mencintamu sama sepertimu ??
Cinta yang tulus akan selalu memberi, memperhatikan, menyayangi, ngga gampang marah, dan nggak memaksa. Jika akhirnya dia pun mencintamu dengan tulus, itu adalah anugerah.
2. Cinta yang tulus gak mudah kecewa, cinta ambisius sebaliknya
Saat harapanmu tak sesuai dengan kenyataan, kamu pasti kecewa. Misalnya kamu mengirim sebuah lagu yang kamu nyanyikan untuk nya supaya dia merasakan bahwa kamu sungguh menyukainya. Tapi akhirnya dia mengabaikan kirimanmu dan tak memberi respons. Jika kamu sangat kecewa, itu artinya cintamu ambisius. Kalau sebaliknya, cintamu sangat tulus.
Memang nggak ada orang yang mau diabaikan, semua orang ingin dihargai. Tapi perhatikan lagi niatmu dan cintamu, apakah mencintainya harus selalu mendapatkan respons ? Tak bisakah hanya memberi dan membiarkan cintamu yang tulus itu bekerja secara natural ?
3. Cinta yang tulus memberi keyakinan, cinta ambisius memberi kecurigaan
Ketulusan cinta akan membuat dirimu yakin bahwa perbuatanmu tak akan sia sia. Maksudnya, cintamu akan berdampak bukan hanya pada dirinya, tapi juga pada dirimu. Kamu akan lebih dewasa, lebih mengerti pada makna hidup dan relasi cinta, bahkan lebih bisa menerima keadaan dirimu sendiri.
Sementara cinta ambisius membuatmu selalu curiga. Kamu akan mencurigai dia yang lebih mencintai orang lain, mencurigai ada yang menghalangi cintamu, mencurigai dia gak bisa menghargai usahamu, bahkan mencurigai dirimu sendiri yang gak bisa melakukan apa apa. Ironis, kan ??
4. Cinta yang tulus menahan diri ketika terlalu cinta; cinta ambisius menampakkannya
Kenapa harus menahan diri ? Sebab itu bisa jadi akan mengacaukan semuanya. Ibaratnya menstabilkan efek cinta. Cinta yang tulus berjalan secara wajar tanpa perlu digembar gemborkan.
Sementara cinta ambisius perlu pengakuan dan perhatian. Cinta ambisius ingin tampak bahwa ia benar benar menginginkan orang yang dicintainya. Jika cinta yang tulus hanya ingin orang yang dicintainya tau, sedangkan cinta ambisius ingin banyak orang mengetahuinya.
5. Cinta yang tulus mendoakan kebahagiaannya, cinta ambisius berdoa agar bisa diterima
Sangat berbeda antara mendoakan kebahagiaannya dan berdoa agar ia menerimamu. Yang pertama jelas gak ada keegoisan, sementara yang terakhir menunjukkan bahwa kamu begitu egois.
Seperti dalam sajak berjudul “Dalam Do'aku” yang ditulis oleh penyair kenamaan, Sapardi Djoko Damono, “Aku mencintaimu. Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu."
Jadi, termasuk dalam cinta apakah cintamu ??