Memilihmu adalah salah satu pilihan terbesar yang aku ambil untuk kembali menaruh hati.
Ku tahu, kita tahu, hubungan ini bukan yang semestinya. Aku atau kita sadar sedari awal ternyata sama segala hal bukan juga paling baik. Aku atau kita tahu mengambil langkah ini hanya atas dasar ingin merasakan bahagia bukan?
Aku atau mungkin kita pun tahu jalannya tak semulus jalan tanpa hambatan. Banyak hal yang harus kita lewati. Tapi kita tetap memilih bersama kan?
Setelah semua kita perbaiki hal-hal buruk dari luar, kita berjalan bertemu hal-hal buruk dari dalam. Aku atau mungkin kita berusaha mencari cara untuk memperbaiki semua.
Tapi harus saat ini kah semuanya berakhir?
Iya aku tahu, mungkin statusnya saja yang berbeda. Tapi lupakah kamu, akan ada rasa yang berubah juga?
Tapi merasa tak diinginkan lagi distatus ini pun rasanya menyakitkan. Aku hanya berjuang untuk waktu yang lebih lama mencoba mempertahankan yang dulu kita sebut bahagia.
Diperjalanannya kemarin pun aku sudah persiapkan diri, karena tak akan selalu bahagia, akan ada sedih juga kecewa, tapi yang selalu ku coba hanya untuk selalu bersama.
Seperti cerita 15 detik yang ku pajang, nyatanya aku lebih memilih selalu memperbaiki, daripada harus kehilangan (lagi), karena aku mungkin kita tahu sebahagia apa disaat semua baik-baik saja kan?
Rasa sayang ku tak pernah berkurang, meskipun mungkin untuk ku ada hal-hal yang mengecewakan.
Sayang itu selalu lebih besar dari kecewa ku.
Segala macam penjelasan ku coba sampaikan, mungkin beberapa hal terkesan menyudutkan. Maafkan. Aku pun sedang belajar untuk menyampaikan apa yang aku rasakan dan apa yang aku pikirkan.
Tapi toh rasanya tak akan merubah apa yang menjadi pilihan mu.
Kamu teguh dengan apa yang kamu yakinkan, “ini semua tidak akan ada ujungnya”.
Bolehkah ku minta lagi sedikit waktu mu, yang katamu mungkin terbuang?
Beri aku waktu untuk aku dan mungkin kita bisa perbaiki keadaannya, dan disaat semuanya sudah baik menurut kita, aku akan lepaskan status ini menjadi status yang kamu inginkan. Karena akupun tak ingin jadi beban.
Iya, mungkin aku terlalu takut kehilangan, akhirnya aku terlalu menggenggam.
Tapi ku mohon, berilah sedikit bagian dihatimu yang begitu luas, untuk mengerti takut ku. Maaf kalau itu berat dan akhirnya menyakitkan. Aku sedang tak sanggup bangkit. Bertemu kamu rasanya aku baru menemukan tempat bersandar paling nyaman dari lelah ku yang begitu panjang berjalan.
Hidupku lengkap rasanya. Hal-hal yang tak pernah ada dipikiran ku akan terjadi satu per satu terlaksana. Rasa sayang yang dulu ku impi-impikan jadi kenyataan. Karena kamu. Izinkan aku merasakannya lagi bersama mu.
Aku tahu hidup tetap harus berjalan ada dan tidak adanya kamu disisiku, tapi rasanya kedua kaki ini lebih kuat berdiri dan berjalan perlahan nantinya disaat ada kamu yang menemani.
Izinkan aku sekali lagi ya? Bolehkah?
Aku tak tahu tragedi kehilangan mu pernah sebesar apa, sebanyak apa, mungkin sama dan mungkin lebih besar dari aku, tapi mungkin kaki dan pundak mu lebih kokoh dari aku. Izin kan ku kali ini bergantung pada mu, orang pilihan ku. Aku berjanji untuk kuat lagi. Tapi izinkan aku untuk lemah sedikit lebih lama lagi.