Tak layak untuk bahan guyonan.
Awalnya sebuah postingan oleh account : Tsany Asmar Banu di Grup Publik : LANGSUNG ENAK Facebook. Disini stater postingan menulis, bahwa dia anak kos memakan roti tawar dengan di olesi mentega, tetapi gambar yang diperlihatkan adalah roti tawar yang di olesi dengan sabun colek. Akhirnya postingan ini menjadi polemik ; pro dan kontra, ada yang menyebut ini sekedar guyonan untuk refreshing. Oke, guyonan itu memang perlu dalam kehidupan, tetapi selayak yang menjadi bahan guyonan bukan makanan, walau itu hanya roti tawar yang cuma selembar. Sementara di tengah masyarakat kita tidak sedikit yang serba kekurangan, masih ada yang terpaksa mengais sisa-sisa makanan untuk dia bisa bertahan hidup. Bukankah, orangtua kita juga mengajarkan untuk menghargai makanan. Kenapa sih yang menjadi bahan guyonan itu makanan ? Kenapa bukan yang lain ? Selebihnya, sosial media itu juga banyak dilihat oleh anak-anak kecil, (jangan sampai terjadi) jika ada anak balita yang melihat dan meniru apa yang dilihat di photo ini, bukankah ini berbahaya ? Kesimpulannya : jadilah orang yang bijak, tempatkan makanan sesuai dengan maknanya.Â











