Aku terlalu kecewa terhadap kamu yang ada di ekspetasiku. Maaf membuatmu menanggung semuanya.
No title available
KIROKAZE
occasionally subtle
almost home
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

Origami Around

izzy's playlists!

pixel skylines
Three Goblin Art

祝日 / Permanent Vacation
Keni
Alisa U Zemlji Chuda
taylor price
will byers stan first human second
Cosimo Galluzzi

Discoholic 🪩
DEAR READER
we're not kids anymore.
RMH
wallacepolsom

seen from United States
seen from United States
seen from Saudi Arabia
seen from United Kingdom
seen from Brazil

seen from United Kingdom
seen from Chile
seen from Türkiye

seen from Netherlands

seen from Italy

seen from United States
seen from Brazil

seen from Malaysia

seen from Philippines
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Türkiye
seen from Brazil
seen from Malaysia

seen from United States
@mazyorl
Aku terlalu kecewa terhadap kamu yang ada di ekspetasiku. Maaf membuatmu menanggung semuanya.
Kadang kita harus mengalami banyak kegagalan-banyak penolakan. Sebelum akhirnya bisa bangkit dan sukses seperti orang-orang di luar sana. Kalau kata seorang mentor, GAGAL itu seperti vitamin yang bisa membuat kita bertumbuh lebih baik suatu hari nanti.
Jadi, nikmati saja jatah gagal kita hari ini. Biar lebih seru saat menceritakan perjalanan keberhasilan kita di depan semua orang. Ingatlah, orang yang hebat itu tidak lahir dari kesenangan. Tak sedikit yang berjuang mati-matian agar mencapai apa yang ia inginkan.
Maka, tidak masalah bila harus berlelah-lelah di masa muda. Semoga dengan ikhtiar itu, Allah izinkan untuk mewujudkan cita-cita.
Kamu boleh saja merasa payah menjalani setiap prosesnya. Kamu boleh saja merasa lelah dalam setiap perjalanannya.
Yang tidak boleh adalah,
MENYERAH.
Sebab, kamu hanya akan benar-benar kalah oleh keadaan, ketika kamu memutuskan untuk berhenti BERJUANG.
Aku yang sekarang :
Setelah dunia mulai menunjukkan banyak kekecewaan, aku mulai ingin menjadi sosok yang biasa-biasa saja, yang tidak menjadi pusat perhatian, yang tidak terlalu berlebih menaruh harapan atau ekspektasi pada siapa pun dan apapun. Aku tidak sedang menyerah, tidak juga sedang berhenti, aku akan tetap melangkah meski pelan-pelan, tetap bertaruh pada impian yang kuinginkan, terus melangitkan doa-doa yang sering dilantunkan. Dengan kesemogaan sederhana, semoga apapun yang terjadi dengan buruk, lekas pulih dan kembali membaik.
Bu, aku tidak sekuat yang ibu kira, sungguh banyak yang ingin kuceritakan tanpa sisa. Segala kepayahanku, kelemahanku, kekecewaanku. Namun semua ini selalu kusimpan rapat di malam-malam ibu terlelap, air mata yang tiba-tiba hadir di pelupuk mata, menghiasi tengah malamku yang nelangsa, aku takut engkau akhirnya akan cemas, jadi sebisa mungkin segala masalah baik-baik kukemas, agar engkau tahu bahwa aku selalu baik-baik saja, lagi pula ibu adalah salah satu alasanku terus kuat dan bertahan, menghadapi seisi dunia yang kian hari kian menakutkan.
Saya seringkali begini :
Kadang saya tidak selalu tabah, banyak senyuman yang saya hadirkan untuk menutupi banyak masalah. Karena sampai saat ini rasanya belum mampu memberikan sesuatu untuk orang-orang terdekat. Namun setiap kali saya ingin menyerah, setiap kali akan kehilangan arah. Seolah punggung-punggung mereka hadir dalam kegelapan, menerangi saya agar terus melanjutkan impian dan tujuan. Lagi pula mereka orang-orang terdekatlah yang menjadi alasan agar saya terus kuat. Nggak apa-apa, saya akan berjuang lagi demi mereka. Selangkah demi selangkah, semoga kelak mampu menyediakan panggung kebahagiaan untuk mereka dengan layak.
Tidak Perlu Terburu-buru
Berdoalah dengan tenang, sebab dunia masih bisa menunggumu sampai kamu selesai berdoa, masalahmu itu butuh untuk diselesaikan, sementara kamu membutuhkan doa untuk menguatkan. Pelan-pelan saja dalam berdoa, ya.
Kamu tahu, bahkan soal menjemput itu jangan pula tergesa-gesa, sebab dari ketergesaan itu kamu sering lupa membawa sesuatu yang penting, atau bisa jadi kamu lupa membawa bekal terbaik untuk perjalanan, itu pula yang barangkali menjadikanmu gagal pada yang sebelumnya. Sesuatu yang sudah menjadi takdirmu, tetap akan jadi milikmu meski kamu datang dengan lambat atau cepat. Yang membedakan hanya soal kesiapan dan perbekalannya saja, karena banyak yang gugur atau putus di tengah jalan karena 2 hal tadi. Tidak semuanya, hanya beberapa.
Benar, hidup ini bukan soal berlomba siapa yang paling banyak uang, jabatan, atau prestasinya. Sebenarnya hidup itu adalah soal menikmati hidupnya sendiri, soal penghambaannya pada pemilik dunia dan pemilik takdir dirinya. Namun, akhirnya semua rusak dan terdegradasi hanya karena sosial media yang menjadi rujukan standar diri, membandingkan dengan kehidupan orang lain dan berandai-andai itu adalah hidupnya.
Pelan-pelan saja dalam berdoa dan meminta, nikmati setiap kata yang keluar dari lisan dan hati. Begitu pula dengan tujuan yang sedang kamu tapaki saat ini, pelan-pelan saja, atur ritme dan napas perjalanan, kembali mengecek persiapan dan perbekalan. Dan pada ujungnya, carilah yang berkah dan penuh kebaikan, ya.
Selamat meneruskan perjalanan. Iya, kamu dan aku.
@jndmmsyhd
Ketika kamu melakukan sesuatu dengan hati. Tuhan akan mengirimkan orang lain untuk memberikan hatinya padamu.
Kata seseorang begitu
Kadang aku ingin mereka semua tahu aku sedang tidak baik-baik saja, aku sedang bersedih.
Tapi untuk apa aku menunjukkannya?
Siapa yang akan peduli?
Maka diam dan tegar adalah pilihan terakhir, untuk tetap baik-baik saja.
Meskipun nyatanya tidak.
Dear diriku :
Rasanya bicara resolusi hampir menakutkan, karena setiap tahun mimpi yang diinginkan belum juga terwujudkan. Di tahun yang baru ini mungkin masih ada kegagalan, yang akan menghantui, lagi dan lagi, tetapi bolehkan kamu percaya diri, bolehkan kamu tetap mensyukuri, mungkin itu suatu bentuk kemewahan bagi orang sederhana sepertimu. Tetapi menjadi lebih baik itu suatu keharusan, dan menyadari bahwa kamu tidak sedang sendirian, semua orang pasti juga sedang berjuang, di fase yang mereka hadapi sekarang. Jadi, gapapa bangun harapan lagi, pelan-pelan. Demi mereka yang mendukung, demi siapa pun yang mendoakan, dan demi dirimu sendiri.
Yang mendamaikan hati adalah diri sendiri, mari lebih dikuatkan lagi lebih ditegakkan lagi. Apapun yang terjadi sangguplah dan bertahanlah.
Aku itu tokoh utama dihidupku sendiri. Begitu juga kamu, ya tokoh utama dihidupmu sendiri.
YaAllah maaf ya aku banyak ngeluhnya, kurang bersyukurnya, banyak milihnya, banyak gak terimanya. Aku sudah ikhlas sebenarnya aku terima aku bersyukur. Cuma aku capek yaAllah capek. :(
Tuh kan semesta selalu punya kejutannya, emang gak bisa ditebak tapi kali ini menyenangkan bukan? Jadi jangan berburuk sangka ya siapa tau nanti akhirnya bahagia.
Bahkan untuk bercerita pun aku tidak punya tempat, selain cermin dikamar.
Jika ditanya, siapa yang datang saat aku sedih. Jawabannya adalah aku sendiri.
Sudah dibilang jangan berharap pada orang lain, semakin sakit kan kamu.
Memaafkan
Memaafkan memang tidak pernah mudah, sekalipun kita memilih mengalah atas ketidaknyamanan kita pada orang lain. Seseorang yang memilih diam dan terlihat baik-baik saja saat ia sedang marah, bukan berarti ia memaklumi atau memaafkan kita.
Semua yang dipendam, belum tentu termaafkan. Kalau tidak diselesaikan bisa bersarang dalam hati, lalu berubah menjadi dendam.
Kemarahan itu bisa saja meledak di satu waktu, dengan menyebutkan semua kesalahan yang ada, sampai kesalahan-kesalahan yang tak terduga. Padahal, semuanya telah berlalu.
Memang benar adanya, memaafkan seseorang tidak semudah yang dibayangkan. Butuh kelapangan hati dan menurunkan ego kita sendiri.
Ya Allah, berilah kami hati yang bersih, yang mudah memaafkan orang lain dan lebih melihat pada kesalahan diri sendiri
Pena Imaji