"I'm Dorothy Gale from Kansas"
h
Show & Tell

祝日 / Permanent Vacation
tumblr dot com
almost home
Cosmic Funnies
Acquired Stardust
$LAYYYTER
taylor price
No title available

⁂
sheepfilms

titsay

shark vs the universe

No title available

@theartofmadeline
styofa doing anything
Xuebing Du
trying on a metaphor
seen from Iraq
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia
seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from France

seen from United States
seen from Austria
seen from Germany

seen from Dominican Republic

seen from United Kingdom
@mbak-gal
doa untukmu
jika ada, semoga Allah mengangkat semua rasa sedih, marah, kecewa, takut, curiga, dendam, dan khawatir dari dadamu. semoga Allah menggantinya dengan kelapangan dan kesabaran. semoga Allah menghapus dosa-dosamu dari datangnya perasaan-perasaan itu.
semoga Allah memberimu petunjuk hidup yang terang benderang. semoga hidayah selalu turun kepadamu. semoga kamu mendapatkan undangan dari Allah untuk senantiasa bertaubat.
semoga kamu bisa menerima kenyataan, memperoleh kemenangan. semoga kamu bisa memeluk dirimu sendiri dengan kejujuran---dan menjadi lebih kuat setiap harinya. semoga Allah menyembuhkan semua luka.
semoga kamu bisa memaafkan orang-orang yang menurutmu jahat, yang menurutmu telah merebut kebahagiaanmu. orang-orang yang melukaimu. orang-orang yang kamu tertawakan, kasihani, benci. tolong maafkan (kami) ya.
semoga kamu segera dipertemukan Allah dengan seseorang yang baik, yang menyayangi segalamu dengan segenap jiwa dan raganya, dengan ketaatan dan keimanan yang semestinya. yang menghargaimu dan selalu cenderung kepadamu, hanya kepadamu. yang janjinya selalu ditepati. yang membawamu ke tempat-tempat jauh itu.
semoga semua mimpimu terwujud satu per satu. semoga kamu mencapai semua garis finish. semoga kamu menaklukkan semua puncak. semoga yang kamu cintai tumbuh dan mekar dengan hebat.
semoga kamu menemukan ketenangan dan kebahagiaan. di dunia. di akhirat. selamanya.
Ya Allah, gantikanlah segala sakit hatiku di rumah tegalrejo, dengan ketenangan di rumah baru yang halamannya luas, punya kandang ayam, punya kandang kambing, punya tanah yang subur, sayur mayur tinggal petik, rumah yang sejuk, rumah yang qurrota 'ayyun.
Jauhkanlah keluarga kami dengan orang-orang yang berkhianat dengan kebohongannya sendiri..
Duhai keluarga pembual
Pembual akan tetap menjadi pembual
Sekalipun ia tutup-tutupi dengan segala caranya
Semoga kelak Allah balas kebohongan demi kebohongan dan tunjukkan segala kebenarannya
Padahal kalo nggak ditidurin naik motor, jam segini ayahnya pasti melipir pergi, entah naik motor entah diam2 jalan kaki..
Padahal kalo nggak ditidurin naik motor, jam segini juga masih ada lirih-lihir suara anak kecil itu..
Padahal ya begitulah, namanya juga pembual sekeluar, mo apapun gimanapun juga kebenarannya mereka juga pura-pura "ah engga gitu kok" 😂
Kita sering merasa perlu menjelaskan diri, membela posisi, atau memastikan orang lain mengerti. Padahal, beberapa hal lebih baik dibiarkan berlalu. Tidak semua hal butuh respons. Tidak semua orang layak mendapat jawaban. Dan diam, juga adalah bentuk keberanian untuk tidak ikut bermain dalam dinamika yang melelahkan. Pilah mana yang penting, mana yang hanya sekadar bising.
Tak terasa 5 tahun sudah tinggal di rumah tegalrejo, sedih, senang, jengkel yang teramat sangat juga sudah di lalui..
Pernah jadi saksi kebohongan-kebohongan kecil kerabat sendiri hingga puncaknya kebohongan dan jadi saksi mata pertemuan antara seorang perempuan bergamis bermotor mio dan berhelem bogo dengan seorang laki-laki yang memanggil perempuan tersebut dengan sebutan "Dek" dan berlogat bahasa indonesia.
Masih teringat pula bayang-bayang setiap tanggal 10 tiap bulan pertemuan mereka di pinggir jalan riang road. Ketika lelaki itu terlihat gugup berjalan menyusuri masjid, menggunakan jaket, bertutup masker, dan menggunakan helm, sambil bertelponan dan memanggil "bos" 😂 yang kupikirkan saat itu, kenapa kalo di jemput temennya kok nggak ke rumah aja.. tak lama ooooooh ternyata oooohhh ternyata mbak-mbak yang sudah kulihat sebelumnya itu menjemput tak jauh dari gerbang Dusun Geblagan I Tegalrejo.
Masih tersimpan foto-foto dan video saat pertemuan itu untuk kusimpan dan jadikan bukti yang telah ku tunjukkan kepada suami sendiri dan mbak ipar yang lebih tua. Lucunya anak laki-laki yang kala itu masih berusia 2 tahun, hanya terdiam dan melihat dua pasang berebut kunci seperti film film india dan sang lelaki menyuruhnya untuk masuk ke dalam rumah. Masih terngiang-ngiang di kepalaku "sini to, mampir dulu, si A nggak ada, masih nanti pulangnya".
Dan maka timbullah kebohongan kebohongan lainnya berentetan, hingga tahun 2025 saat ini anak laki2nya berusia 5 tahun, yang masih di tidurkan naik motor. Sebenarnyapun tak apa toh begitu juga karna keterbiasaan, cuman yang menjadi agak lucu ketika kita tau bahwa masih nidurin dengan naik motor mereka mengelak seolah-olah "ah enggak". Hingga gerak gerik dan tak tiknyapun mudah terbaca.
Pun, pada akhirnya dalam hati seraya berdoa "semoga setiap apapun yang akan dilakukan untuk membohongi keluarga kami, Allah gantikan sakit hati dan kebohongan2 itu menjadi perluasan rejeki keluarga kami, Allah pindahkan rejeki mereka yang membohongi kepada keluarga kami. Allah tukarkan kebohongan-kebohongan yang sudah mereka susun dan akan mereka susun, dengan bertambahnya nikmat untuk kami dan hapus dosa2 kami. Semoga kelak mereka sekeluarga merasakan apa yang aku rasakan ketika berkali2 dibohongi, jengkelnya, sakit hatinya, gondoknya. Selama mereka belum mengakui dan meminta maaf padaku.
November 2023 , pernah nulis di blog untuk segera dipertemukan dengan jodoh tanahnya.
Akhir 2024, Allah tunjukkan, Allah kabulkan, Allah mudahkan.
Bismillah 2025, Allah mudahkan rezeki kami, limpahkan rezeki kami, agar segera Allah bangunkan rumah di dunia, di tanah ini, yang sejuk, asri, subur, keberlimpahan pangan mandiri. semoga nantinya banyak melimpahkan berkah untuk kami sendiri, umat, dan alam sekitar. Allah juga yang bukakan pintu rezeki dari segala penjuru lewat omah.bune 🏡
Aamiin aamiin aamiin
Ya istajib du'ana ya Allah ya Wahab
bahwa sumber segala kisah adalah kasih;
bahwa ingin berawal dari angan;
bahwa ibu tak pernah kehilangan iba;
bahwa segala yang baik akan berbiak;
bahwa orang ramah tidak mudah marah;
bahwa seorang bintang harus tahan banting;
bahwa untuk menjadi gagah kau harus gigih;
bahwa terlampau paham bisa berakibat hampa;
bahwa orang lebih takut kepada hantu
ketimbang kepada tuhan;
bahwa pemurung tidak pernah merasa
gembira, sedangkan pemulung
tidak pelnah melasa gembila;
bahwa lidah memang pandai berdalih;
bahwa cinta membuat dera berangsur reda;
bahwa orang putus asa suka memanggil asu;
bahwa amin yang terbuat dari iman
menjadikan kau merasa aman
--- selamat jalan Joko Pinurbo ---
Ya Allah pertemukan kami dengan jodoh tanah kami aamiin
Yang membuat tidak tenang karena kita sedang membuat jarak pada pencipta ketenangan itu sendiri. Ayo kembali, menguat, bertaut..
Ya Allah segera pertemukan kami dengan jodoh tanah tempat tinggal kami, yang kami butuhkan, yang aman, tenang, asri, dekat masjid, tempat kami beribadah sehari padaMu dan alam sekitar. Aamiin..
- November 2023
Ketika Rasul ﷺ Ngajak Deep Talk Tentang Makanan
Ayat itu singkat, hanya satu hembusan napas saja untuk membacanya; tapi maknanya dalam dan meringkas banyak hal, "Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya." (QS 80:24)
Pernah mentadabburi bagaimana jauhnya proses makanan itu hingga sampai di hadapan kita?
Ikan yang beberapa hari lalu masih berenang-renang di lautan lepas, sayuran yang sebelumnya masih menyatu di kebun ranum entah pegunungan mana.
Dan itu semua, sampai ke hadapan kita dan siap disantap. Prosesnya, jalannya, lika-liku rezeki itu hingga sampai pada kita; memesona.
Ibnu Katsir menguraikan dengan tadabbur yang mendalam, dalam makanan itu, "ada bukti: Allah Mahakuasa menumbuhkan tanaman dari tanah yang hitam, maka Dia pun Mahakuasa membangkitkan jasad yang tadinya telah jadi tanah usang dan debu yang berserakan"
masyaAllah...
Suatu hari Rasul pernah bertanya pada seorang sahabat, Adh Dhahhak bin Sufyan namanya, "wahai Dhahhak, apa yang suka kau makan?"
"Aku suka daging dan susu", jawab sahabat itu. Rasul bertanya lagi, "lalu, pada akhirnya makanan itu jadi apa?"
"Ia, akan jadi sesuatu yang engkau pun telah tahu, wahai Rasul...", Jawab Dhahhak dengan sopan.
Ini tanya jawab tentang makanan. Tapi uraian Rasul begitu dalam setelahnya, "Sesungguhnya, Allah menggambarkan dunia ini adalah seperti apa yang keluar dari tubuh Bani Adam..."
Manisnya, asinnya, pahitnya, getirnya; pada akhirnya akan berakhir jadi "sesuatu yang engkau pun tahu."
Dunia pun begitu, kan? Kayanya, kurangnya, tinggi kedudukannya, mapan dan bangkrutnya, kuat dan lemahnya: semua berakhir di liang lahat.
Setelah berapa purnama tak pernah menyapa dalam malam-malam hening nan sunyi. Bulir-bulir air mata yang kurindukan dalam berapa pekan akhirnya rintik, syahdu dan hangat. Aku sedang menikmati suasana heningku yang dulu.
Sajadah yang tak hanya sekadar sajadah, takbir yang tak hanya sekadar takbir, sujud yang tak hanya sekadar sujud, doa yang tak hanya sekadar doa.
Bibir terdiam, tangan menengadah, hati meminta untuk diberi keampunanNya, memohon doa segala hajat dimudahkanNya. Memohon kesehatan, kekuatan, keridhoan, keikhlasan untukku suamiku anak-anakku bapak dan ibuku. Serta doa-doa baik yang sedang menanti di pematang takdir
Semoga segalanya selalu Allah jaga......
Halo, apa kabar trisemester kedua?
Halo, iya kabar aku baik aja.
Menyambung cerita kehamilan pertama, memasuki trisemester kedua aku sudah merasa baik-baik saja. Gejala morning sickness itu perlahan menghilang begitu adanya. Makan enak masak enak sudah kembali seperti semula meski rebahan masih menjadi hobi utama hehehe.
Sebagai bentuk syukur memasuki bulan ke 4 si jabang bayi ini, kami keluarga menggelar hajatan, melangitkan doa agar kelak ia menjadi anak yang baik budi pekertinya, adabnya, ibadahnya, anak yang sholih/sholihah dan tak lupa yang terpenting menjadi penyejuk kedua orang tuanya.
Minggu terakhir di ke 4 bulan, menuju bulan ke 5, bahagia makin bertambah. Tendangan pertama yang aku rasa, semakin hari semakin aktif gerakannya. "Bahagia ya nak" lalu mengkidungkan liriknya mbah Sudjiwo Tejo "Anakku, anakku sing manis mbesok gedhe dadi wong sing sugih pangapuro" (anakku, anakku yang manis besok kalo sudah besar jadi nak yang kaya pemaaf). Sambil mengelus elusnya.
Disisi lain kecemasan juga bertambah, bagaimana dalam waktu dekat predikat istri akan bergeser menjadi orang tua, menjadi ibu layaknya. Kegelisahan dan kekhawatiran apakah aku bisa menjadi ibu yang baik untuknya, menjadi tauladan yang baik baginya dan yang pasti mencengangkan adalah ketakutan saat proses persalinan.
Oh iya lupa, dari awal hamil punggung akan terasa pegal semua, diawal masuk bulan ke 4 mencoba rajin untuk renang dan ditantang oleh dokter kandungan selama dua minggu harus renang sebanyak 4-8 kali karna setiap datang kontrol yang di eluh eluhkan ya itu iu aja.
Lalu pernah nyoba sekali Yoga, euuuh mantap bok rasanya yoga pas hamil apalagi dipose berdiri kaki ditekuk separo badan harus tegap tangan menggunung diatas. Langsung kapok abis gitu milih renang dan jalan kaki aja wkwkwk
Begitulah rasa cemasnya, bahagianya, syukurnya, sedihnya hingga di 6 bulan.
Nanti berlanjut di trisemester ketiga dan persalinan ya......
Pulang menuju padaNya
Dalam bacaan doa iftitah ada kata "Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan seluruh alam."
Dalam surah Al Fatihah : "hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan"
Hingga sampailah pada bacaan duduk diantara dua sujud, "Ya Allah, ampunilah dosaku. Belas kasihanilah aku, cukupkanlah segala kekuranganku, angkatlah derajatku, berilah rezeki kepadaku, berilah aku petunjuk, berilah aku kesehatan, ampunilah aku"
Begitulah pada akhirnya, ketika kehilangan arah, ibadah sebagai bentuk menyambung syukur atas nikmat padaNya.
Menuju kembali pada diriku
Pernah suatu ketika, seseorang pernah bertanya pada saya.
"Bagaimana kamu memulai hijrahmu?"
Saya menjawab "saat itu karna Tuhan, Tuhan telah berulangkali menegur saya. Sepertihalnya bagaimana Tuhan dengan mudahnya telah membolak balikkan hati manusia, kadang Tuhan kerap kali cemburu pada saya tapi saya terlalu abai, hingga pada saatnya saya bertanya pada apa yang ada didalam diri saya. Saya ini siapa? Untuk apa saya hidup didunia? Kemana lagi saya harus bertanya? Kemana nanti saya harus berpulang? Dosa apa saja yang telah saya lalukan?" Pertanyaan yang berulang ulang memenuhi pikiran dan bergejolak didalam hati saya, tiap menit detik bahkan pagi siang sore dan malam. Penuh dan kacau.
Lalu saya pergi berkelana, entah kemana saja kotanya, menunjungi tiap tiap masjid entah sekedar singgah atau sekalian beribadah. Hingga entah ada seseorang yang pernah berpesan pada saya. "Jika hendak memperbaiki diri, mulailah dari wudhu dan sholatmu"
Deg
Seperti ada yang membangunkan, seolah-olah saya dipegangi agar tidak terlalu jauh kehilangan arah.
Lalu sesampainya dirumah, saya buka laman pencarian, saya baca soal perwudhuan, bacaan tiap tiap membasuh bagian anggota tubuh saat hendak wudhu, bacaan setelah subuh. Lalu saya tulis semua bacaan shalat, dari awal doa iftitah, alfatihah hingga takhiyat dan salam. Semua, beserta artinya.
Saya baca artinya pelan pelan, saya resapi hingga mata tak terasa berkaca-kaca. Betapa ArRahmannya Tuhan memeluk saya dengan ArRahimnya. Betapa jauhnya saya abai pada yang menciptakan saya.
Kini saya rindu, rindu kembali pada Rahman dan RahiimNya...