"Bagi kita yang berpendidikan bersyukur karena tidak semua orang diluar sana mengenyam pendidikan itu"

tannertan36
Fai_Ryy

Andulka

oozey mess

No title available
No title available
Not today Justin
occasionally subtle
tumblr dot com
ojovivo

ellievsbear
$LAYYYTER
Cosmic Funnies
Claire Keane

❣ Chile in a Photography ❣

Origami Around
No title available
Cosimo Galluzzi
★
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
seen from Nicaragua

seen from Australia

seen from Iraq
seen from Dominican Republic
seen from Austria
seen from Brazil
seen from Estonia

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Germany
seen from United States

seen from Türkiye
seen from Saudi Arabia

seen from Norway
seen from Iraq
seen from Iraq

seen from Singapore
seen from United States
seen from Spain
seen from United States
@mediaberdialektika
"Bagi kita yang berpendidikan bersyukur karena tidak semua orang diluar sana mengenyam pendidikan itu"
Apa Pentingnya Pendidikan?
Pendidikan merupakan sebuah alat untuk memberikan gambaran dari setiap dari ketidaktahuan menjadi tau. Hal ini saya coba mengkaji dan menguraikan pendidikan dengan dasar dalil-dalil alkitab. “Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian, karena keuntungannya melebih perak, dan hasilnya melebihi emas. Ia lebih berharga dari pada permata apa pun yang kau inginkan, tidak dapat menyamainya” (Amsal 3:13-15). Pada sejatinya manusia yang memiliki nilai lebih seharusnya ialah bukan manusia yang kaya akan materil. Akan tetapi manusia yang memiliki nilai lebih seutuhnya itu manusia yang kaya akan pengetahuan dan bermanfaat bagi semua orang.
Pendidikan sebuah alat instrumen untuk membebaskan manusia dari belenggu kebodohan dan ketertindasan. Dalam praktek pendidikan saat ini tidaklah demikian akan tetapi pendidikan dijadikan sebuah alat yang akan diperuntukan untuk bekerja dalam paradigma masyarakat saat ini. Namun bukan hanya demikian terkadang esensi dari pendidikan itu hilang. Yang tadinya pendidikan adalah sebuah alat untuk membebaskan manusia dari belenggu kebodohan dan ketertindasan. Namun dalam perkembangan zaman yang berkembang. Esensi dari pendidikan pun bergeser menjadi seakan-akan pendidikan sebuah alat untuk menjadi kaya.
Pada hal esensi pendidikan itu seharusnya sebuah instrumen untuk membebaskan manusia dari belenggu kebodohan dan ketertindasan. Orang yang dari mulanya tidak tau akan menjadi tau mulai dari efek dari pendidikan tersebut. Pendidikan tersebut maknanya amat banyak dan beragam fungsinya, tetapi yang menjadi sebuah problem disini ialah paradigma masyarakat awam dan kemungkinan dari sebagian masyarakat menganggap pendidikan itu sebuah alat untuk mengejar materi, dan esensi dari pendidikan pun mulai memudar dari pengaruh transisi perkembangan zaman dan paradigma masyarakat. Kembali kepada soal pentingnya pendidikan.
Pendidikan sangat penting bagi setiap orang, bagaimana orang itu untuk menjadi manusia yang seutuhnya. Sebagaimana yang dinyatakan dalam firman Tuhan tersebut “bahwa kepandaian itu sebuah keuntungan bagi yang mengenyam, jadi hasil dari pendidikan atau sebuah kepandaian itu melebihi perak dan hasilnya melebihi emas”. Hal ini dimana didalam surat amsal tersebut memberikan pemahaman kepada kita untuk tetap tegu dalam mengenyam pendidikan dan mencari tau inti dan esensi-esensi dari pendidikan tersebut. Terkhususnya bagi anak-anak yang masih dalam bangku pendidikan dalam ayat tersebut sebuah memotivasi bagi kita untuk jangan minder apalagi menyerah akan sebuah tragis tuntutan dari keluarga dan masyarakat yang memandang pendidikan itu sebuah mengejar materi kalau disaat saya selesai menempuh atau setelah lulus tidak menghasilkan apa-apa.
Fungsi pendidikan itu kemungkinan dari paradigma masyarakat termasuk dalam hal ini sesuai dangan transisi perkembangan zaman dimana paradigma masyarakat terhadap esensi pendidikan. Ada beberapa fungsi dar pendidikan, antara lain sebagai berikut:
Pertama, Sebagai alat untuk membebaskan manusia dari belenggu kebodohan.
Kedua, Sebagai alat untuk pembeda yang baik dan buruk.
Ketiga, Sebagai prose memanusiakan –manusia sehingga harus memerdekakan manusia dari segalah aspek kehidupan baik secara fisik, mental, jasmani dan rohani.
Keempat, Untuk menjaga kesehatan akal dan jasmani seseorang.
Pendidikan sebuah aspek paling penting bagi manusia. Pendidikan yang baik dapat meningkatkan kesadaran dan memperkaya perspektif serta sudud pandang seseorang. Selain seseorang akan menjadi pribadi yang dapat berinovasi secara maksimal untuk menunjang dan mengubah taraf hidupnya.
Ditengah kehidupan masyarakat saat ini. sebagian orang mengangga pendidikan adalah hanya sebagai sebuah alat kosong tanpa makna. Ini adalah paradigma pembodohan yang begitu dibuat masyarakat atau suatu golong kelas atas. Untuk dapat menindas yang dibawah, sehingga dalam hal ini. Masyarakat tetap bodoh dan dapat di eksploitasi secara terus menerus tanpa pertimbangan yang kokoh.
Pendidikan merupakan sebuah sistem yang terideologis. Baik dalam praktiknya dan dalam pendidikan itu sendiri. Setiap Institusi selalu teridelogi. Oleh sebabnya, pemahaman dan prinsip seorang individu dan kearifannya tidak boleh kehihilangan dalam pendidikan. Sebab apabila seseorangnya tidak memiliki prinsip dan tidak punya pemahaman tentang warisan paradigma kearifannya. Barangkali seseorang itu akan kehilangan arah. Ini merupakan kenyataan-kenyataan empiris yang ada disuatu institusi.
Kelamahan Laki-Laki
Laki-laki itu salah satu makluk yang diperuntukkan oleh Tuhan untuk kuat. Memang jika kita melihat bahwa laki-laki itu kuat, dia tidak gampang menyera dan harus bertahan dalam menghadapi segalah macam rintangan yang menimpanya, baik dari keluarga, pasangan, masyarakat dan lain sebagainya. Namun hal itu bukanlah sebuah hal yang mudah baginya untuk menyerah dalam menghadapi segalah macam rintangan tersebut. Hal tersebut satu yang membuat laki-laki itu akan lema dari segalah macam rintangan diantaranya ialah istri/cewek. Jika istri/ceweknya tersebut sangat agresif dan sensitif, negatif terhadap suami/cowoknya otomatis suami akan mengalami gangguan-gangguan mental secara spisiologi yang sangat amat menimpa bagi diri seorang laki-laki. Memang laki-laki ialah makhluk yang diciptakan Tuhan untuk kuat. Namun kenyataannya hal tersebut didalam fakta-fakta yang terjadi didalam masyarakat hal terjadi. Bagaimana laki-laki itu sebagai tulang punggung keluarga dan lain sebagainya. Hal tersebut jika kita merujuk pada historis Nenek moyang kita Adam dan Hawa. Bagaimana hal tersebut Manusia mengenal dosa. Seorang perempuan bernama hawa memberikan buah terlarang kepada si laki-laki yang bernama Adam lalu ia memakan buah tersebut. Jadi secara praktik hal yang demikian sudah terjadi. Memang wanita itu ialah kekuatan bagi laki-laki. Jadi kau kaum hawa jadilah penguat bagi kaum adam, dan kau kaum adam jadilah penjaga dan hargailah wanitamu sebagai penguatmu.
KEDUDUKAN LEMBAGA NEGARA INDEPENDEN
Kedudukan lembaga independen ialah untuk mencapai tujuan hukum. Dalam hal ini dalam konteks kelembagaan negara kalkulasinya sebanyak 34 organ, jabatan, atau lembaga-lembaga yang secara eksplesit disebut dan diatur kebedaan dalam UUD 1945. Organ-organ tersebut dibedakan dalam dua(2) kriteria yang bentuknya bersmber normatif yang menentukan peran dan kewenangannya dalam menunjang sistem kekuasaan negara. Menurut hemat saya “kedudukan lembaga negara ini sebagai lembaga yang menjunjung tinggi hak asasi manusia dan/atau sebagai lembaga-lembaga negara yang memilki sebuah peran atau kewanangan untuk memastikan bagaimana negara dalam menjalankan fungsi dan tujuannya secara efektif”. Oleh karena itu dalam sistem kekuasaan negara dari segi hirarkinya, Organ negara dapat dibedakan dalam ketiga lapis, diataranya sebagai berikut: a. Lapisan negara yang ialah Lembaga tertinggi negara dan/atau seluruh lembaga tersebut mendapatkan kewenangan dari Undang-undang dasar 1945. Contohnya; lembaga negra yang independen, majelis permusyawaratan rakyat(MPR) , dewan perwakilan daerah(DPD) , makama agung(MA) , makama kontitusi(MK) , dan badan pemeriksa keuangan(BPK). b. Lapiasan lembaga negara yang kedua ialah menteri negara, tentara nasional indonesia (TNI), komisi yudisial(KY), komisi pemilihan umum(KPU), dan bank indonesia, lembaga-lembaga tersebut berlegitimasi dari UUD 1945, da nada pula yang yang berlandaskan dari turunan dari undang-undang lainnya. c. Kemudian lapisan lembaga negara yang ketiga ialah lembaga yang bersumber peran dan kewenanganya berasal dari regulator atau pembentuk peraturan di bawah undang-undang, contohmnya: komisi hak asasi manusia, komisi pemberntasan koropsi, komisi anti kekerasan terhadap perempuan, komisi perlindungan anak, dan lain sebgainya Dalam kedudukan lembaga negara yang independen memiliki legitimasi yang berasal dari UUD 1945. Pempentukan lembaga-lembaga negara yang independen tersebut ialah dibentuk berdasarkan ketetapan majelis permusyawaratan rakyat, undang-undang, peraturan pengganti undang-undang, putusan presiden, peraturan presiden, dan peraturan pemerintah. Hal ini Lukman hakim meguraikan “bahwa kelembagaan komisi negara dalam sistem kenegaraan ini memberi dasar bagi pencermatan peraturan lebih lanjut lembaga-lembaga negara yang hadir sebaga alat perlengkapan baru khusunya untuk terbentunya tatanan negara dan tatanan pemerintahan yang efesien dan efektif”.
Kehidupan Manusia Itu Bersifat Dinamis
Kehidupan manusia itu selalu berubah-ubah tidak bersifat statis namun ada beberapa hal yang susah diubah dalam diri manusia,yakni:
(1). Integritas
(2). Perilaku
Sifat manusia tersebut bisa saja akan berubah atas dasar kesadaran diri dan faktor lingkungan sosial.Semisalnya pencopet, Periku tersebut memang sangat sulit diubah bila seseorang sudah sejak lama ia bertindak seperti itu (kecanduan). Akan tatapi tingkah laku orang tersebut bisa saja ia atas kesadaran diri dan faktor lingkungan ia berada. Contoh lain seorang peminum obat-obatan terlarang (pecandu alkohol) Orang tersebut bisa saja akan berubah atas kesadaran diri, lingkungan masyarakat, relasi dan lain sebagainya. Jadi sifat manusia itu bersifat dinamis, untuk itu setoplah berprasangka kepada orang lain sebelum ada fakta-fakta yang ril mengungkapkan atas perbuatannya, bila masa lalu seseorang buruk jangan berpatokan hal tersebut karena sifat tingkah laku seseorang bisa saja akan berubah kapan dan dimana bila tiba masanya.