Apa Pentingnya Pendidikan?
Pendidikan merupakan sebuah alat untuk memberikan gambaran dari setiap dari ketidaktahuan menjadi tau. Hal ini saya coba mengkaji dan menguraikan pendidikan dengan dasar dalil-dalil alkitab. “Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian, karena keuntungannya melebih perak, dan hasilnya melebihi emas. Ia lebih berharga dari pada permata apa pun yang kau inginkan, tidak dapat menyamainya” (Amsal 3:13-15). Pada sejatinya manusia yang memiliki nilai lebih seharusnya ialah bukan manusia yang kaya akan materil. Akan tetapi manusia yang memiliki nilai lebih seutuhnya itu manusia yang kaya akan pengetahuan dan bermanfaat bagi semua orang.
Pendidikan sebuah alat instrumen untuk membebaskan manusia dari belenggu kebodohan dan ketertindasan. Dalam praktek pendidikan saat ini tidaklah demikian akan tetapi pendidikan dijadikan sebuah alat yang akan diperuntukan untuk bekerja dalam paradigma masyarakat saat ini. Namun bukan hanya demikian terkadang esensi dari pendidikan itu hilang. Yang tadinya pendidikan adalah sebuah alat untuk membebaskan manusia dari belenggu kebodohan dan ketertindasan. Namun dalam perkembangan zaman yang berkembang. Esensi dari pendidikan pun bergeser menjadi seakan-akan pendidikan sebuah alat untuk menjadi kaya.
Pada hal esensi pendidikan itu seharusnya sebuah instrumen untuk membebaskan manusia dari belenggu kebodohan dan ketertindasan. Orang yang dari mulanya tidak tau akan menjadi tau mulai dari efek dari pendidikan tersebut. Pendidikan tersebut maknanya amat banyak dan beragam fungsinya, tetapi yang menjadi sebuah problem disini ialah paradigma masyarakat awam dan kemungkinan dari sebagian masyarakat menganggap pendidikan itu sebuah alat untuk mengejar materi, dan esensi dari pendidikan pun mulai memudar dari pengaruh transisi perkembangan zaman dan paradigma masyarakat. Kembali kepada soal pentingnya pendidikan.
Pendidikan sangat penting bagi setiap orang, bagaimana orang itu untuk menjadi manusia yang seutuhnya. Sebagaimana yang dinyatakan dalam firman Tuhan tersebut “bahwa kepandaian itu sebuah keuntungan bagi yang mengenyam, jadi hasil dari pendidikan atau sebuah kepandaian itu melebihi perak dan hasilnya melebihi emas”. Hal ini dimana didalam surat amsal tersebut memberikan pemahaman kepada kita untuk tetap tegu dalam mengenyam pendidikan dan mencari tau inti dan esensi-esensi dari pendidikan tersebut. Terkhususnya bagi anak-anak yang masih dalam bangku pendidikan dalam ayat tersebut sebuah memotivasi bagi kita untuk jangan minder apalagi menyerah akan sebuah tragis tuntutan dari keluarga dan masyarakat yang memandang pendidikan itu sebuah mengejar materi kalau disaat saya selesai menempuh atau setelah lulus tidak menghasilkan apa-apa.
Fungsi pendidikan itu kemungkinan dari paradigma masyarakat termasuk dalam hal ini sesuai dangan transisi perkembangan zaman dimana paradigma masyarakat terhadap esensi pendidikan. Ada beberapa fungsi dar pendidikan, antara lain sebagai berikut:
Pertama, Sebagai alat untuk membebaskan manusia dari belenggu kebodohan.
Kedua, Sebagai alat untuk pembeda yang baik dan buruk.
Ketiga, Sebagai prose memanusiakan –manusia sehingga harus memerdekakan manusia dari segalah aspek kehidupan baik secara fisik, mental, jasmani dan rohani.
Keempat, Untuk menjaga kesehatan akal dan jasmani seseorang.
Pendidikan sebuah aspek paling penting bagi manusia. Pendidikan yang baik dapat meningkatkan kesadaran dan memperkaya perspektif serta sudud pandang seseorang. Selain seseorang akan menjadi pribadi yang dapat berinovasi secara maksimal untuk menunjang dan mengubah taraf hidupnya.
Ditengah kehidupan masyarakat saat ini. sebagian orang mengangga pendidikan adalah hanya sebagai sebuah alat kosong tanpa makna. Ini adalah paradigma pembodohan yang begitu dibuat masyarakat atau suatu golong kelas atas. Untuk dapat menindas yang dibawah, sehingga dalam hal ini. Masyarakat tetap bodoh dan dapat di eksploitasi secara terus menerus tanpa pertimbangan yang kokoh.
Pendidikan merupakan sebuah sistem yang terideologis. Baik dalam praktiknya dan dalam pendidikan itu sendiri. Setiap Institusi selalu teridelogi. Oleh sebabnya, pemahaman dan prinsip seorang individu dan kearifannya tidak boleh kehihilangan dalam pendidikan. Sebab apabila seseorangnya tidak memiliki prinsip dan tidak punya pemahaman tentang warisan paradigma kearifannya. Barangkali seseorang itu akan kehilangan arah. Ini merupakan kenyataan-kenyataan empiris yang ada disuatu institusi.