Keluarga Burung Kenari Biru (3)
Sudah satu bulan semenjak kedatangan kami di Sumbawa. Kami tiba di rumah yang rasanya bertemu dengan orang tak dikenal saat itu. Semua ruangan, perabot, halaman, udara, hingga angin masih terasa asing bagiku.
Mobil dan juga barang yang dikirim kargo baru tiba sekitar seminggu kemudian. Untuk barang, ada bantuan teman kerja suami yang mengantarkan sampai ke rumah. Sedangkan mobil, kami mengambilnya sendiri ke Mataram, lalu dibawa ke Sumbawa dengan menaiki kapal feri. Banyak pengalaman baru, seru sekali.
Soal rumah, kami tinggal di rumah dinas 2 lantai. Terdapat 3 kamar tidur, dan 1 kamar mandi di atas. Sedangkan di bawah, ada ruang keluarga, ruang makan, dapur, kamar mandi, ruang cuci, dan ruang serbaguna yang kemudian kami gunakan untuk menumpuk kardus-kardus barang yang sudah sampai. Terdapat teras yang cukup luas untuk kami duduk-duduk. Anak-anak senang main di teras karena mereka bisa bermain dengan kumbang-kumbang unik yang belum pernah mereka temui.
Hal lain yang menyenangkan, di depan rumah terdapat jalan perumahan yang luas dan sepi, anak-anak bisa bebas bermain dan bersepeda di sana. Sesuatu yang kami sulit temukan ketika di Jakarta. Namun, satu hal yang harus kami waspadai, yaitu di sini banyak sekali monyet. Monyet berekor panjang. Maka, aku selalu siap membawa tongkat, siapa tahu ada monyet iseng yang mau mendekat. Katanya, jangan kontak mata, dan jangan sekali-kali memberi mereka makan.
Anak-anak belum mulai sekolah, karena sekolah baru masuk tanggal 18 Januari. Itu pun sepertinya Sarah belum ikut sekolah karena paling kecil harus berumur 3 tahun di Juli tahun sebelumnya. Jadi, keseharian kami di rumah, pagi-pagi bersepeda di luar, dan sore sekitar setengah 5 kami main lagi di luar, bisa itu ke playground sekolah, playground perumahan tetangga, berenang, atau hanya bersepeda saja berkeliling. Senang karena banyak opsi bermain outdoor untuk anak-anak. Namun, cuaca di sini cukup menyengat, jadi waktu bermain di luar pagi sebelum pukul 9, dan sore setelah pukul 5, agar cuaca agak teduh.
Belanja kebutuhan sehari-hari sebenarnya banyak opsi, tapi ya harus beradaptasi karena jaraknya cukup jauh dan harus berkendara dulu. Ada swalayan, minimarket, koperasi, dan pasar. Untuk harga sebenarnya masih tidak beda jauh dengan Jakarta.
Oh iyaaa! Belum aku kasih tahu. Kami dikelilingi pantai-pantai yang cantik dan eksotis dengan warna air hijau kebiruan. Bersih. Pasirnya besar-besar seperti pecahan batu karang. Baru dua pantai yang kami kunjungi, Pantai Sekongkang dan Pantai Tropikal. Cuma butuh 10-15 menit untuk sampai di sana setelah keluar dari gerbang site.
Eh, ada 1 pantai lagi sebenarnya, tapi ini agak jauh, yaitu Pulau Kenawa. Nanti deh, di cerita terpisah. Hehe
Ternyata, menjejakkan kaki di tempat baru membawa juga pengalaman baru. Memang harus beradaptasi, tapi itu adalah proses yang akan terlewati. Dimanapun tetap rumah, selama kami bisa bersama-sama.
Sekongkang, 12 Januari 2024