Dalam rangka mengumpulkan pembelajaran yang bercecer di sepanjang tahun 2025.
[Januari 2025]
"Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Dan Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau berikan rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan." (Q.S. Ali Imron: 27)
Membaca ayat tersebut, menyiratkan bahwa Allah adalah sumber rezeki, dimana bentuk rezekinya sangat luas dan beragam bentuknya. Sebagai seorang pemikir yang kadang kebablasan (overthinker), terkadang sekilas tersirat dalam pikiran saya bahwa rezeki adalah uang, kekayaan, dan segala bentuk keduniawian lainnya yang berakar pada buah kapitalisme, seakan otak kita dirancang untuk mengutamakan hal-hal yang mengarahkan pada kekayaan finansial. Padahal yang Allah janjikan sebagai rezeki sangatlah beragam, pikiran kita sendiri yang kadang mempersempit ruang lingkupnya. Rezeki dalam bentuk kemudahan bernafas, teman baik yang sekedar menyapa atau bahkan mendukung di sepanjang jalan, kesempatan belajar dan memahami lebih bijak bagaimana kehidupan bekerja, dan segala hal yang berujung pada penguatan posisi kita dalam menjalankan peran utama sebagai hamba.
Januari 2025, bagi saya merupakan bulan dibukanya rezeki baru melalui tempat singgah yang baru, lingkungan baru, peran baru, dan sumber ilmu yang baru. Menjadi awal dibukanya lembar baru pengalaman berkarir formal di Jakarta. Untuk pertama kalinya, saya diizinkan mengeruk rezeki dari bidang yang memang sejak dulu selalu ingin geluti dengan dalih kesempatan kontribusi.
Yang terlupa adalah, setiap lingkungan dan peran baru tentu mencakup tantangan yang baru, yang sayangnya saya terlewat untuk mengantisipasinya, yg akhirnya berdampak pada cukup riwehnya menyeimbangkan skala prioritas pengelolaan energi pada peran pekerjaan dan peran utama. Padahal seharusnya, peran utama yang memimpin berjalannya segala peran turunan di bawahnya. Semoga saya lebih wise kedepannya.












