Mencari yang tak pernah hilang.
Hanya yang bersungguh-sungguh mencarilah yang akan menemukan apa yang ia cari.
Hanya yang terus sabar berjalanlah yang akan sampai pada tujuan.
Aku mencarimu, dalam ruang-ruang yang kukira telah hilang. Dalam kekosongan, dalam keresahanโaku menenggelamkan diri, berharap diselamatkan tanpa aku harus mengulurkan tangan.
Namun aku keliru. Untuk diselamatkan, aku harus meminta tolong, untuk menemukanโaku harus tahu apa yang sesungguhnya aku cari.
Aku mencarimu, Tuhan. Tuhan yang kukira pergi, padahal aku yang seringkali menghilangkan diri. Tuhan yang kukira jauh, padahal aku yang membentangkan jarak sehingga tak bisa Engkau rengkuh.
Ketersesatanku dalam labirin waktu, membuatku asing untuk melihat, mendengar dan merasakan kehadiran-Mu.
Kekosongan ruang jiwaku, terlahir dari rahim dunia yang tampak memukau namun semu. Hingga tentang kepulangan, terhapuskan dari tujuan sebenarnya aku diciptkan. Aku kehilanganmu yang tak pernah hilang. Aku tertikam racun pada sebilah pedang tajam bernama lenanya waktu.
Dimensi jiwa dan kalbu, menggerakan hatiku untuk menemukan-Mu. Meski terjalnya kehidupan membuatku tersungkur kewalahan.
Kini aku datang, mengetuk pintu-Mu dengan penuh debu dan luka pada sekujur tubuhku. Basuhlah, aku dengan pengampunan dan kesembuhan. Aamiin.
-Dalam buku, Secrets of divine love (A. Helwa)
Hujan dalam tidurmu, 4 Maret 2022 07.28