"Mbak, kantorku buka pendaftaran volunteer untuk program Ramadhan nanti. Mbak tertarik daftar engga? nanti ku bantu bilangin HRD..."
"Banyak, ada staff public relation, ada staff konsumsi, ada social media menejemen, ada fundraising, mbak buka aja deh di websitenya kantorku... Posisi HRD juga masih kosong tuh, soalnya dalam waktu dekat HRDnya mau resign."
"ntar aku daftar bag. Konsumsi ajaa.."
"Loh kok konsumsi mbak? Kan masih ada yang lain.. sayang banget potensinya engga digunakan dengan baik. Sayang pula ijazahnya..."
"Aku capek kerja. Ikut volunteer niatnya mau cari pengalaman doang.. Kan cuma sebulan, memang ada masalah?."
"Kenapa?. Kamu malu dek, kalau mbak mu ini kerjanya cuma upek-upek di dapur?.
"Yaa masa aku duduk-duduk dikantor, trus kamu di dapur sih mbak.."
"Aku tuh cuma pengen healing Saa, bukan cari duit...
...Trus kenapa tuh tahun depan kamu pengen resign dan istirahat dirumah aja?. Katanya enak kerja di kantor, fasilitas memadai, tinggal duduk manis depan lepy, udah dikipasin pula sama AC?..
...Bukannya posisi mu juga udah enak, 2 tahun belakangan dapat promosi jugakan, toh gaji juga lebih dari cukup?". Aku membalikkan pertanyaannya.
...hidup, sekolah, kuliah, dan berkerja itu engga cuma soal duit Saa.. Ada yang namanya Ibadah, ada yang namanya aman, ada yang namanya nyaman.. kita gabisa memungkiri itu semuaa...
Sejenak mari kita duduk-an sebuah persepsi mengenai pendidikan. Sebenarnya apasih tujuan utama dari pendidikan?..
"Tujuan pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan, dan memperhalus perasaan". âTan Malaka
Setiap orang pasti memiliki tujuan, dan pada akhirnya mereka akan membawa misi hidupnya masing-masing. Tentu aku pun demikian. Aku sudah menentukan tujuan yang ini, dengan memilih untuk menjadi begini, dan melalui jalan yang seperti ini.
Aku telah memilihnya secara sadar. Inilah pilihanku. Selama tidak menganggu radar oranglain, tidak merusak tatanan syar'iat, tidak melanggar batasan, maka aku akan tetap berada di jalan ku. Maka izinkan aku berjalan sebagaimana kehendak ku.
Barangkali yang menjadi pertanyaan adalah, "sudah sejauh ini ko engga jadi dosen. engga begini dan begitu...".
Berpendidikan tinggi memang tidak menjanjikan untuk mendapatkan gaji maupun karir yang tinggi pulak..
Sebab yang dijanjikan dari pendidikan adalah pola pikir. Bagaimana pola pikir kita akan dibentuk agar mampu menyelesaikan masalah dengan tenang dan terukur. Bagaimana pola pikir kita akan dibentuk untuk mengambil keputusan dengan tenang dan terdidik.
Sehingga yang dituju oleh pendidikan adalah pembentukan karakter; agar menjadi pribadi yang tenang dalam menghadapi realitas dan terukur dalam merespons.
Seseorang tidak akan mudah diguncang oleh perubahan keadaan, tidak tergesa-gesa dalam ambisi, tidak reaktif dalam tekanan, tidak statis dalam kinerja. Jiwanya menunjukkan dinamika yang berkesinambungan sesuai dengan alur, pengalaman dan kesadarannya.
Oleh karenanya, pendidikan yang berhasil ialah bukan agar mampu melahirkan manusia yang paling cepat sampai puncak, melainkan, mampu melahirkan manusia yang mampu berjalan lurus tanpa harus kehilangan dirinya.
Jadi inget dawuh Babeh beberapa tahun lalu, "Nak, sekolahlah setinggi-tingginya, carilah pengalaman sebanyak-banyaknya, berkelanalah sampai kamu memahami makna hidup yang sesungguhnya. Mungkin Babeh engga bisa meninggalkan apa-apa buat kalian (harta-benda) selain pendidikan dan pengalaman. Maka gunakanlah fasilitas yang ada dengan sebaik-baiknya.."
Begitu juga Ibu, ketika Aku dan Babeh dalam perang dingin âmode menghindari topik 'kuliah'; Ibu engga menuntut kalian buat jadi apa dan bagaimana nantinya, tapi setidaknya anak-anak ibuu harus bisa menghasilkan kebermanfaatan bagi sesama. Terkhusus bagi Umat Islam, tidak harus disini, dimanapun kelak kalian berada."
Itulah alasan dibalik 'mengapa Ibuk dan Babeh memiliki prinsip; Anak-anak Ibuk pendidikannya harus lebih tinggi dari Ibuk dan Babeh..
Ilmu membentuk siapa seseorang, bukan menjamin apa yang ia peroleh.
Gaji dan karier adalah hasil negosiasi dengan dunia..Sedang pendidikan adalah dialog panjang dengan makna..
*pada satu waktu mungkin kamu akan terlupa dengan tujuanmu Kii. Aku harap kamu akan menemukan tulisan ini, agar kamu teringat dan kembali pada tujuan utama mu. 'ingat Nakk, langkah sekecil apapun pasti memiliki arti'. Bahkan pada tiap-tiap upaya yang sekecil dzarrah sekalipun pasti ada nilainya disisi Allaah.... :))
Terik, 13.30 || 11 Sya'ban 1447 H